Mengenang 3 Acara Televisi Era 2000-an yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

Acara Televisi Era 2000-an

Mengenang 3 Acara Televisi Era 2000-an yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

Sebagai generasi yang bertumbuh dan berkembang di era 2000-an, tentu ada banyak kenangan yang begitu membekas di otak saya tentang era tersebut. Salah satunya adalah tentang acara televisi yang bikin penontonnya ketakutan. 

Pada era 2000-an, ada banyak tayangan yang mampu membuat bulu kuduk para penontonnya berdiri tegak. Sebut saja Pemburu Hantu, Dunia Lain, dan sebagainya. Dari sekian banyak acara televisi yang begitu menyeramkan tersebut, setidaknya ada tiga yang sulit dilupakan oleh otak saya yaitu sebagai berikut:

1. Sinetron Jadi Pocong

Jadi Pocong merupakan salah satu sinetron era 2000-an yang paling memorable hingga sekarang. Orang-orang barangkali lebih mengenal sosok Pocong Mumun daripada nama sinetron “Jadi Pocong”. Wajar saja jika hal itu terjadi. Pasalnya, sinetron “Jadi Pocong” benar-benar menitikberatkan kepada sosok Pocong Mumun. 

Meskipun Pocong Mumun bikin ketakutan, nyatanya saya tetap ketagihan untuk menyaksikannya. Saking ketagihannya, saya bahkan lebih memilih untuk menonton sinetron “Jadi Pocong” daripada Piala Dunia 2002. 

Baca juga: Tak Apa bila Kita Saling Membenci

Pada sinetron “Jadi Pocong 2”, ada sosok Pocong Jefri yang meramaikan dunia perpocongan. Berbeda dengan Pocong Mumun, sosok Pocong Jefri memiliki sifat yang lebih agresif. Dia memiliki sorot mata berwarna merah serta taring di mulutnya.

2. Silet

Silet adalah salah satu acara infotainment yang terbilang unik. Selain membahas tentang gosip atau kabar selebriti, Silet juga membahas banyak hal yang berbau horor. Meskipun ditayangkan pada siang hari (sekitar pukul 10.30 sewaktu di era 2000-an), hal tersebut nyatanya tidak mengurangi keseraman dari konten misteri yang dibawakan Silet. 

Satu hal yang membuat Silet begitu menakutkan adalah nada pembacaan narasi serta background music-nya. Perpaduan kedua hal tersebut menghidupkan nuansa horor dari konten misteri yang dibawakan. Selama saya menjadi penonton Silet, salah satu segmen yang paling menyeramkan adalah ketika membahas tentang rumah hantu di Pondok Indah serta tragedi Bintaro. 

3. Sinetron Bertema Azab

Sekitar pertengahan era 2000-an, azab pernah menjadi tren yang dianut oleh banyak sinetron di layar kaca. Sinetron bertema azab pada umumnya bercerita tentang hukuman yang diterima oleh para pendosa ketika mereka sedang menghadapi kematian atau telah meninggal.

Baca juga: E-Sport Itu Olahraga? Kok Bisa Masuk Cabang Olahraga?

Kebanyakan sinetron bertema azab biasanya juga dibarengi dengan unsur religi di dalamnya. Meskipun demikian, tema azab juga pernah diadaptasi oleh sinetron-sinetron non religi seperti Cinta SMU atau Si Yoyo.

Tren sinetron bertema azab dimulai dari Rahasia Ilahi yang ditayangkan oleh TPI (sekarang MNC TV) sekitar tahun 2004. Seingat saya, sinetron ini diangkat dari majalah Hidayah. Konon katanya, azab yang ada di dalam Rahasia Ilahi merupakan kisah nyata. Merinding rasanya ketika mendengar hal tersebut.

Gara-gara menonton sinetron bertema azab, saya sempat memiliki ketakutan yang luar biasa dengan yang namanya kematian. Ketika mendengar atau melihat konten-konten tentang kematian, bulu kuduk saya langsung merinding seketika. 

Tidak mengherankan jika saya benar-benar dibuat takut oleh sinetron bertema azab di era 2000-an. Pada saat itu, adegan azab yang disajikan benar-benar terasa nyata. Elemen darah, nanah, serta binatang yang keluar dari liang kubur benar-benar terlihat seperti sungguhan. 

Baca juga: Ayam Geprek Produk Kuliner Akulturasi

Setelah sempat mengalami peredupan, tren sinetron atau ftv bertema azab sempat kembali bergema sekitar tahun 2018. Sayangnya, tayangan tersebut tidak mampu menandingi kengerian dari sinetron bertema azab era 2000-an. Alih-alih ditakuti, sinetron azab di era 2010-an tersebut justru di-bully karena efek komputer atau logika yang tidak masuk akal. 

Demikian sekilas kenangan dengan tiga acara televisi yang bikin ketakutan di era 2000-an. Apakah kamu merindukan kehadiran acara televisi yang telah disebutkan di atas?

Editor: Firmansah Surya Khoir
Illustrator: Made Mirah

Saya adalah seorang penulis pemula sekaligus pelukis amatir.

Artikel dari Penulis