Search
Close this search box.

Mitos yang Sering Dipercaya Maba saat Menjadi Penanggung Jawab Mata Kuliah

Penanggung Jawab Mata Kuliah

Mitos yang Sering Dipercaya Maba saat Menjadi Penanggung Jawab Mata Kuliah – Buat para mahasiswa semester tua, pastinya sudah tahu bagaimana rasanya jadi PJ atau penanggung jawab mata kuliah.

Namun buat para mahasiswa baru tentu masih terasa asing dengan tugas PJ mata kuliah. Bahkan kebanyakan maba selalu menunjuk temannya buat jadi PJ mata kuliah. Karena dengar-dengar dari kakak tingkat, jadi PJ mata kuliah itu gampang-gampang susah.

Nah berikut ini ada beberapa mitos saat menjadi PJ mata kuliah yang sering dipercayai maba, karena belum pernah ada yang berpengalaman jadi PJ mata kuliah.

1. Nomor Disimpan Dosen

Rata-rata teman satu kelas pasti bakal beranggapan kalau nomor Whatsapp PJ mata kuliah pasti bakal disimpan oleh dosennya. 

Nyatanya enggak juga, enggak semua dosen bakal menyimpan nomor mahasiswa yang jadi PJ mata kuliah dosen tersebut. Hal ini berdasarkan pengalaman saya pribadi, nomor saya juga enggak disimpan oleh dosen yang mata kuliahnya menjadi tanggung jawab saya. Ya positif thinking ajalah, mungkin dosennya sudah kebanyakan kontak yang disimpan.

2. Kalau Chat dengan Dosen Harus Pasang Foto Profil Wajah Sendiri

Ini sih anggapan yang sering saya dengar dari kakak tingkat ketika saya masih maba. Saya pernah melihat beberapa status di Whatsapp yang isinya screnshoot chat dengan temannya. Kurang lebih begini isinya, “Tumben pakai foto profil wajah sendiri, pasti mau chat dosennya”. 

Baca juga: Cara Chat Dosen agar Kamu Enggak Dicuekin Terus

Dari awal sampai akhir saat saya jadi PJ mata kuliah, saya enggak pernah pasang foto profil wajah saya sendiri. Foto profil saya selalu anime, gambar kartun, ilustrasi, bunga, dan sejenisnya. Jarang banget bahkan hampir belum pernah saya pasang foto profil wajah saya sendiri.

Nyatanya meskipun kita ngechat dosen tapi foto profilnya bukan wajah kita sendiri, dosen masih tetap akan merespon kok. Mungkin memang ada beberapa dosen yang mengharuskan mahasiswa yang menghubungi beliau harus menggunakan foto profil wajah sendiri.

3. Nilai Auto A

“Enak loh kalau jadi PJ mata kuliah, besok nilaimu pasti bakalan dapat A deh”. 

Pernyataan yang kayak di atas biasanya merupakan dorongan atau iming-iming dari teman-teman sekelas yang memaksa kalian jadi PJ mata kuliah. Mereka menganggap jadi PJ mata kuliah bakal semudah itu dapat nilai A. Padahal dalam kenyataannya untuk mendapatkan nilai A enggak semudah itu ferguso

Kalau kalian ingin mendapat nilai A ya kerjakan tugas yang diberikan dosen sesuai dengan arahan beliau. Kumpulkan tugas tepat waktu, enggak pernah absen, datang tepat waktu, dan aktif di kelas. Kalau kamu mau dapat nilai A cuma karena  jadi PJ mata kuliah, wake-up! Jangan mimpi!

Kalau sistemnya beneran kayak gini, tanpa perlu paksaan, dan penunjukan dari teman-teman sekelas. Saya udah auto ngajuin diri jadi PJ mata kuliah di tiap semester. Bahkan kalau bisa saya rela menjadi PJ di semua mata kuliah dan di setiap semester wkwkwk.

4. Dianggap Paham Mata Kuliahnya

Berikutnya kalau kalian jadi PJ mata kuliah, sering banget teman-teman sekelas kalian beranggapan bahwa PJ mata kuliah itu selalu paham sama mata kuliah yang menjadi tanggung jawabnya. Dari tugas-tugas yang dosen kasih, penjelasan yang beliau sampaikan, hingga materi di hari ini yang bakal beliau ajarkan, yang bisa buat nyolong start tanya duluan.

Enggak semua PJ mata kuliah selalu paham sama mata kuliah yang menjadi tanggung jawabnya. Realistis saja, tiap orang punya daya tangkap kepahaman yang berbeda. Ada yang diterangkan langsung paham. Ada juga yang perlu mencerna dengan waktu yang enggak singkat. 

Nah itulah tadi beberapa mitos yang sering ditujukan kepada PJ mata kuliah. Biasanya sih yang punya pemikiran kayak gini itu adalah para mahasiswa baru. Karena mereka semua masih asing dengan tugas PJ mata kuliah.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Mahasiswi jurusan IPII yang dapat disapa di instagram @salmafarikha_.

Artikel dari Penulis