7 Rekomendasi Akun Instagram yang Cocok Diikuti untuk Memperluas Wawasan Seputar Isu Perempuan – Isu perempuan dan kesetaraan gender sudah bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Bahkan, isu tersebut termasuk salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam hal pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Growth atau SDGs). Tak sedikit aktivis, akademisi, pejabat publik sampai anak muda ikut menyuarakan isu ini. Melalui berbagai cara maupun media.
Seiring dengan perkembangan teknologi, agenda aktivisme mereka tidak hanya dengan cara konvensional, tetapi juga merambah ke dunia digital. Penandatanganan petisi daring, penggalangan dana melalui aplikasi atau situs crowdfunding, dan penyebaran informasi melalui media sosial adalah beberapa contoh aktivisme digital yang jamak kita temukan.
Mereka memanfaatkan kekuatan media sosial untuk mengajak, mengimbau, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan suatu isu melalui kampanye digital yang efektif dan menarik. Media sosial juga mampu mengumpulkan dan menyatukan orang-orang dengan minat atau kepedulian pada isu yang sama, kemudian membentuk komunitas daring. Dan isu perempuan menjadi salah satu isu yang sering disuarakan di media sosial, termasuk di platform Instagram.
Melalui artikel ini, saya akan memberikan rekomendasi akun-akun instagram yang cocok untuk diikuti teman-teman yang ingin belajar lebih banyak soal isu perempuan dan kesetaraan gender.
1. Kalis Mardiasih
Penulis yang tulisannya bertebaran di berbagai media daring ini kerap menyuarakan isu-isu terkait perempuan dan Islam sehari-hari. Kalis Mardiasih juga telah menerbitkan beberapa buku seperti Muslimah yang Diperdebatkan dan Hijrah Jangan Jauh-Jauh Nanti Nyasar. Ia aktif menulis dan menjadi pembicara di berbagai forum. Kalis sering membagikan pemikiran dan pengalamannya soal isu perempuan di akun instagramnya @kalis.mardiasih. Tak jarang, Kalis juga me-repost unggahan atau komentar nyeleneh warganet yang masih tutup mata dan telinga mengenai pentingnya kesetaraan dan keadilan gender. Ia kemudian “merujak” (baca: mengkritisi) dengan pemikiran-pemikiran kritis dan wawasannya yang luas.
2. Gitasav
Perempuan bernama Gita Savitri Devi ini merupakan pemengaruh (influencer) ternama yang sering menyuarakan keresahan terkait isu perempuan. Identitasnya sebagai seorang perempuan muslim Indonesia yang hidup di Jerman telah memperkaya pengetahuan. Pengalamannya mengenai kehidupan perempuan kelompok minoritas di negara tempatnya tinggal.
Opininya sering dianggap kontroversial dan disalahpahami sebagai terlalu “Barat sentris”. Namun, Gitasav sebenarnya cukup sering mengkritik white feminism atau feminisme kulit putih ala Barat yang cenderung eksklusif. Alih-alih fokus pada kontroversi yang pernah menyeret namanya, kita tetap bisa belajar mengenai isu perempuan dari konten-kontennya di media sosial. Baik yang ada di platform instagram @gitasav maupun di kanal YouTube miliknya, di sesi Beropini.
3. Magdalene
Magdalene adalah salah satu media alternatif daring yang menaruh perhatian pada isu kesetaraan gender. Baik yang terjadi di masyarakat maupun yang ada di media dan budaya pop. Di situs resminya, kita bisa membaca berbagai artikel, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Isi artikel juga diolah kembali menjadi konten yang menarik untuk diunggah ke media sosial seperti unggahan-unggahan di akun instagramnya @magdaleneid.
Magdalene juga kerap mengadakan diskusi kesetaraan gender yang terbuka untuk umum melalui instagram live atau siniar (podcast). Salah satu diskusi yang menarik untuk disimak adalah diskusi bertajuk Renungan Islam untuk Keadilan Tadabbur Ramadan bersama Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Meski acaranya sudah lewat, yaitu pada bulan Ramadan kemarin, kita masih bisa mendengarkannya di siniar mereka (klik utas ada di bio).
4. Cadar Garis Lucu
Apa yang teman-teman pikirkan tentang perempuan bercadar? Teroris? Konservatif? Radikal?
Mulai sekarang buang pemikiran itu jauh-jauh. Sebab, hal itu merupakan generalisasi yang tidak sepenuhnya benar.
Setidaknya itulah yang coba dibuktikan lewat kiprah Ainun Jamilah. Seorang pegiat isu kesetaraan gender Islam dan kebebasan beragama serta pendiri Cadar Garis Lucu. Melalui komunitas yang didirikannya, Ainun ingin menunjukkan pada khalayak bahwa dia bukanlah muslimah bercadar seperti dalam pikiran kebanyakan orang. Akun instagram @cadargarislucu ia gunakan untuk menyebarkan narasi-narasi keagamaan yang ramah perempuan, minoritas dan kelompok marginal.
5. Konde.co
Isu kesetaraan gender seringkali beririsan dengan banyak isu lain, termasuk keragaman gender dan seksualitas. Namun, isu ini masih sering dianggap tabu dan tidak sesuai budaya ketimuran sehingga tak begitu banyak dibahas di media. Padahal, keragaman gender dan seksualitas telah ada dalam berbagai budaya daerah di Indonesia. Misalnya, masyarakat Bugis yang mengenal lima jenis gender. Lewat situs maupun akun media sosial @konde.co, kita bisa memperluas wawasan terkait isu perempuan, kelompok marginal dan intersection.
6. Perempuan Mahardhika
Siapa yang berpikir kalau laki-laki dan perempuan sudah setara? Rata-rata orang yang menganggap laki-laki dan perempuan sudah setara hanya melihatnya dari perempuan yang sekarang sudah bisa sekolah tinggi, bekerja, dan menjadi pemimpin di berbagai perusahaan maupun instansi pemerintahan. Sayangnya, kesetaraan gender masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia.
Perempuan memang sudah banyak yang bekerja di luar rumah. Namun, bagaimana dengan kesetaraan upah, keselamatan dan keamanan kerja, kesehatan fisik dan mental, dan masalah ketenagakerjaan lain yang masih sering merugikan pekerja perempuan? Nah, melalui akun @mahardhikakita, kita akan diajak memahami realita terkait posisi perempuan dalam pusaran isu perburuhan.
7. Perempuan Berkisah
Setiap korban pelecehan atau kekerasan seksial membutuhkan ruang aman untuk mengungkapkan perasaannya tanpa dihakimi, dipermalukan atau disebarkan identitasnya. Orang-orang terdekat yang mestinya menjadi support system utama dan terdepan seringkali malah menambah luka.
Melalui akun @perempuanberkisah, siapapun yang pernah menjadi korban kekerasan bisa berbagi cerita pada mereka melalui . Identitas pribadi dijamin aman. Bersama dengan Yayasan Pribudaya, Perempuan Berkisah menyediakan layanan konseling daring berbasis etika feminisme, pendampingan korban Kekerasan Berbasis Gender (KBG) secara langsung, pemberdayaan perempuan korban KBG dan edukasi publik untuk pencegahan kekerasan seksual. Perempuan Berkisah juga sering membagikan unggahan berupa pesan-pesan reflektif dan memberdayakan agar kita bisa lebih menghargai dan mencintai diri kita.
Adakah teman-teman yang mengenal atau mengikuti akun-akun tersebut? Selamat berselancar dan semoga bermanfaat.
Editor: Widya Kartikasari














