Sering Mengunyah Es Batu Membuat Saya Tidak Pernah Sakit Gigi

Sering Mengunyah Es Batu

Sering Mengunyah Es Batu Membuat Saya Tidak Pernah Sakit Gigi – Sakit gigi merupakan hal yang sering dialami oleh sebagian orang. Baik itu anak-anak, remaja, maupun dewasa. Namun, saya sendiri tidak tahu bagaimana rasanya sakit gigi. Hal ini dikarenakan Alhamdulillah sampai saat ini saya belum pernah merasakan sakit gigi.

Hal itu pula yang membuat adik perempuan saya bertanya kepada ibu saya, “Bu, kok Mas enggak pernah sakit gigi, sih?” Lalu, ibu menjelaskan bahwa semenjak kecil saya suka sekali mengunyah es batu, bahkan sampai saat ini pun saya masih sering mengunyah es batu.

Awal mula saya suka mengunyah es batu ketika berumur 4 tahun. Saya yang adalah anak satu-satunya kala itu, ikut Ibu dan Ayah ke warung makan Padang milik Ayah. Sebagai anak satu-satunya, tentu saja saya begitu dimanja oleh Ayah dan Ibu. Sampai-sampai, setiap kali ada penjual makanan yang lewat di depan warung, selalu saya stop

Suatu ketika, Ayah dan Ibu sedang pergi keluar untuk mengantar pesanan. Sementara, saya ditinggal bersama Amat salah satu pekerja di warung. Sebelum berangkat, Ayah sempat berpesan kepada Amat kalau seandainya saya minta dibelikan sesuatu, ia bisa mengambil uang di dalam kotak. Amat adalah orang yang terkenal suka jahil kepada siapa pun. Ketika saya meminta dibelikan jajan, ia malah memberikan saya es batu yang biasa digunakan untuk membuat es teh. Saya pun disuruh untuk mengunyah es batu tersebut. Namanya juga anak kecil, saya manut-manut saja. Apalagi waktu itu saya sedang lapar. Sementara Amat malah cuek. 

Sesampainya Ayah dan Ibu mengantarkan pesanan, mereka begitu kaget ketika melihat saya sedang mengunyah es batu. Amat sendiri malah tertawa terbahak-bahak seperti tidak terjadi apa-apa.

Keesokan harinya, Amat menyuruh saya mengambil es batu untuk dikunyah, lagi-lagi saya menurut. Begitu seterusnya. Hingga akhirnya, tanpa disuruh pun saya akan mengambil es batu lalu dikunyah. Sepertinya saat itu saya kecanduan es batu. Bisa-bisanya saya kecanduan es batu. Padahal, es batu jelas tidak ada rasa sama sekali alias asrep.

Sebenarnya, ayah dan ibu sudah berusaha melarang saya untuk tidak mengunyah es batu setiap hari. Ibu tampak begitu khawatir dengan kebiasaan saya yang suka mengunyah es batu. Tetapi, setiap kali dilarang saya selalu menangis, sehingga mau tidak mau ayah dan ibu akhirnya memperbolehkan.

Kekhawatiran Ibu saya terbukti. Beberapa bulan kemudian, saya mengalami batuk yang tidak kunjung reda, hingga suara saya juga serak. Kemudian, Ayah dan Ibu membawa saya ke dokter. Menurut dokter, hal tersebut dikarenakan saya terlalu sering mengkonsumsi es batu.

Gara-gara itu pula Ibu membawa saya pulang ke kampung halaman, sementara Ayah tetap di perantauan. Meskipun sudah di kampung halaman, saya tetap masih memiliki hobi mengunyah es batu. Bukan hanya es batu saja yang saya kunyah, tetapi juga es lilin. Ibu pun sering kesal melihat saya mengunyah es lilin yang saya beli. “Kebiasaan kalau makan es suka dikunyah,” ujar ibu.

Sampai sekarang saya pun masih suka mengunyah es. Es krim pun juga saya kunyah. Begitu juga ketika membeli minuman yang menggunakan es batu. Minuman tersebut langsung saya minum sampai habis hingga hanya tersisa banyak es batu yang masih berukuran besar untuk saya kunyah.

Gara-gara sering mengunyah es batu itulah saya tidak pernah sakit gigi, bahkan gigi saya pun jadi kuat seperti Master Limbad. Hehehe.

Penulis Lepas & Imam Besar Republik Mahasiswa Rebahan.

Artikel dari Penulis