Apa itu Sinta dan Scopus dalam Jurnal Ilmiah

Apa itu Sinta dan Scopus

Apa itu Sinta dan Scopus dalam Jurnal Ilmiah

Mahasiswa merupakan bagian dari manusia-manusia yang berhak menyandang embel-embel akademisi. Yap, akademisi. Saya percaya dan yakin semua mahasiswa adalah akademisi, maka dari itu saya menulis tulisan ini dengan embel-embel mahasiswa harus tahu. Seorang akademisi—seperti yang pernah saya tulis sebelumnya di Mengapa Submit di Jurnal Ilmiah Harus Bayar?—seyogyanya memiliki portofolio, lebih-lebih dalam bentuk artikel di jurnal ilmiah atau buku.

Lantas apa hubungannya dengan istilah Sinta dan Scopus? Mari saya jelaskan.

Sinta dan Scopus sederhananya adalah database jurnal yang saat ini dijadikan acuan dalam menentukan tingkatan atau akreditasi dari sebuah jurnal. Selain istilah akreditasi atau rating, ada juga istilah indexing,tetapi saya pribadi memaknai indexing ini berbeda dengan akreditasi dari sebuah jurnal. Bagi saya, kalau indexing lebih kepada “terdaftar dalam suatu database” dan macam-macam database ini banyak sekali, mulai dari Google Scholar, Copernicus, ResearchGate, Ebsco, ProQuest, SpringerLink, Wiley, Moraref, Neliti, Dimensions, dan masih buanyak lagi. Akan tetapi, untuk Sinta dan Scopus saat ini merujuk ke arah penentuan rating, akreditasi, atau tingkat kualitas jurnal. Jadi, layaknya sekolah atau perguruan tinggi, jurnal ilmiah saat ini memiliki semacam tingkatan atau rating di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga: Tips Menulis Karya Ilmiah Populer

Mari saya kerucutkan ke pembahasan Sinta dan Scopus. Yang pertama adalah Sinta. Menurut situs resminya, Sinta (Science and Technology Index) digagas pada tahun 2016 oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan melibatkan tenaga ahli dari berbagai institusi sebagai sebuah sistem informasi penelitian berbasis web yang menawarkan akses cepat, mudah dan komprehensif untuk mengukur kinerja peneliti, lembaga dan jurnal di Indonesia. Bingung? Semoga tidak ya. Intinya Sinta adalah database yang di dalamnya terdapat jurnal-jurnal yang telah lolos akreditasi secara nasional. Jadi, bisa dibilang jurnal-jurnal terbaik negeri ini terdaftar di Sinta. Memang kalau mau diartikan lebih luas lagi bisa, tapi nanti ruwet. Lebih enak cukup begini saja agar kita sama-sama enak, karena pada dasarnya juga memang tempat perkumpulan jurnal yang sudah lolos penilaian.

Seperti halnya sekolah dan perguruan tinggi yang berlomba mendapatkan akreditasi nasional, maka jurnal juga begitu. Semuanya berlomba untuk masuk ke indeks Sinta yang tentunya harus melalui penilaian tim akreditasi nasional. Bukan hanya itu, jika sekolah dan perguruan tinggi yang terakreditasi juga digolongkan dalam beberapa tingkat akreditasi, maka dalam Sinta juga sama. Dimulai dari yang terendah Sinta 6 (S6), Sinta 5 (S5), Sinta 4 (S4), Sinta 3 (S3), Sinta 2 (S2), dan yang tertinggi adalah Sinta 1 (S1). Apa bedanya? Kalau itu saya kurang tahu, terserah pihak Sinta sebagai penilai. Akan tetapi, biasanya, jika sudah masuk minimal Sinta 3 isi artikelnya sudah berbahasa Inggris, sedangkan S4 ke bawah, masih banyak yang berbahasa Indonesia. Kemudian untuk S2 dan S1, biasanya sudah masuk Scopus juga. Jadi, memang sudah tinggi kualitasnya bahkan di level internasional. Ingin tahu lebih lanjut? Cek di situs resminya sinta.ristekbrin.go.id dan untuk mencari jurnal yang terindeks di dalamnya bisa ke halaman jurnalnya sinta.ristekbrin.go.id/journals.

Scopus bisa dibilang mirip dengan Sinta, hanya saja levelnya Internasional. Sudah, itu saja simpelnya. Dalam Scopus sendiri juga anda pengelompokan, mulai dari yang terendah Quartile 4 (Q4), Quartile 3 (Q3), Quartile 2 (Q2), dan yang tertinggi Quartile 1 (Q1). Untuk penilaiannya juga pastinya lebih ketat ya, karena mencakup seluruh jurnal di dunia. Semakin tinggi Q suatu jurnal, maka akan semakin kredibel dan tinggi kualitas artikel yang diterbitkan. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat signifikansi dampak yang diberikan oleh jurnal tersebut dalam dunia akademik tentunya. Untuk cek n’ ricek, bisa lewat ScimagoJR atau langsung di website resmi Scopus. Berbeda dengan Sinta yang memang milik negara, Scopus ini milik penerbit terkemuka di dunia yaitu Elsevier.

Setelah membaca penjelasan saya di atas, apakah kalian sadar bahwa sebenarnya yang dianggap akreditasi jurnal atau rating, adalah anggapan dari para akademisi yang mungkin awalnya didasari pemikiran “jurnal-jurnal yang terdapat pada Scopus itu dampaknya besar”. Kemudian berlanjut lah sampai saat ini bahwa jurnal yang masuk ke Sinta atau Scopus adalah yang berkualitas. Jadi meskipun judulnya indexing, tapi kita semua sadar bahwa yang masuk indexing merupakan jurnal-jurnal yang bagus. Maka tidak salah jika dijadikan sebagai acuan menentukan kualitas atau akreditasi jurnal.

Terlepas dari semua itu, biarlah dunia yang menentukan. Tugas mahasiswa dan dosen sebagai akademisi salah satunya adalah membuat penelitian dan menulisnya. Jadi, semangat untuk kalian semua para akademisi bangsa.

Pentjari retjehan onlen, pengangguran yang berusaha kaya, jelas wibu sejati. Pernah kuliah juga sih, 4 tahun.

Artikel dari Penulis