Saya Percaya Bahwa Sifat Teman Bisa Berubah di Saat Mereka Punya Pacar

Sifat Teman Bisa Berubah

Saya Percaya Bahwa Sifat Teman Bisa Berubah di saat Mereka Punya Pacar

Dahulu saya tidak percaya bahwa teman bisa berubah ketika mempunyai pacar, namun sekarang sebaliknya. Perubahan tersebut sering terjadi pada circle pertemanan yang sama-sama tidak mempunyai pacar, tetapi begitu salah satu atau salah dua dari mereka mempunyai pacar, maka akan terasa ada sesuatu yang berbeda.

Dua teman dekat saya memberi kabar bahwa kini mereka sudah mempunyai pacar. Sebagai seorang teman yang baik tentu saja saya senang mendengar kabar tersebut, mengingat kedua teman saya sudah lama menjomblo. Oh ya, kedua teman saya ini bernama Lack dan Moul (bukan nama sebenarnya).

Sebelum mempunyai pacar, mereka sering chat WhatsApp kepada saya ngobrolin berbagai hal. Mulai dari politik, sepak bola, bahkan kami sampai membentuk sebuah komunitas khusus jomblo. Lack dan Moul ini pokoknya gercep banget kalau membalas chat, enggak sampai bermenit-menit, apalagi berjam-jam.

Baca juga: Bila Selera Lagu Menentukan Tingkatan dalam Masyarakat, maka Jelas Dangdut Koplo Merupakan Representasi Kelas Pekerja

Saya sudah mengetahui lebih dulu bahwa Lack dan Moul sudah mempunyai pacar, sebelum mereka menceritakannya. Chat WhatsApp saya yang tidak dibalas oleh mereka berhari-hari yang menghasilkan sebuah asumsi bagi saya, bahwa Lack dan Moul sudah mempunyai pacar.

Kemudian ketika Lack main ke kost saya, ia memberitahu kepada saya bahwa dirinya memang sudah mempunyai pacar. Sementara Moul memberitahu kepada saya lewat chat WhatsApp, sesaat setelah dirinya membuat snap foto pacarnya.

Tentu saja saya merasakan perubahan pada diri mereka, seperti mereka ketika dichat slow respon, obrolan WhatsApp dengan mereka yang biasanya ramai pun jadi sepi. Hal tersebut membuat saya merasa enggan untuk curhat kepada Lack atau Moul. Karena saya takut mengganggu mereka. Sebelum Lack punya pacar saya sering curhat kepada ia, begitu juga sebaliknya. Kemudian saya juga sering curhat kepada Moul, begitu juga sebaliknya.

Bagi saya hal tersebut wajar saja, kedua teman saya kini sudah memiliki prioritas, yaitu pacar mereka. Apalagi kalau pas awal-awal pacaran, pasti sedang lagi dimabuk-mabuknya, tiap menit selalu chatan, teleponan, hingga video call. Belum lagi kalau pacar mengajak nonton di bioskop dan makan di luar. Jadi saya husnudzon bahwa Lack dan Moul sedang sibuk dengan pacarnya masing-masing.

Bahkan komunitas yang kami bertiga dirikan pun kini jadi vakum, semua agenda kegiatan pun terhenti. Moul yang menjabat sebagai ketua pun sampai hendak mengundurkan diri dengan alasan mempunyai pacar dan banyak kegiatan lainnya.

Baca juga: Membuat “Passive Income” Tanpa Batas Melalui Blog (Easy Peasy Lemon Squeezy)

Selain memaklumi perubahan teman saya karena mempunyai pacar, hal yang dilakukan oleh saya adalah dengan mencoba berteman dengan pacar Lack dan Moul, meskipun hanya sekedar memfollow Instagram.

Tentu saya merasa kesepian, karena Lack dan Moul lah yang membuat WhatsApp saya jadi ramai, namun kini ketika mereka mempunyai pacar jadi sepi. Maka dari itu saya berusaha untuk menyibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan, seperti menulis, bersih-bersih rumah, dan menjaga adik saya yang masih bayi.

Selanjutnya juga saya menyadari bahwa teman juga butuh untuk bahagia, masa iya tidak mencari pasangan hidup? Oleh karena itu harus sadar bahwa setiap orang juga memiliki masa depan. Jadi ketika teman berubah ketika mempunyai pacar maka harus ikhlas, yang penting diri kita jangan berubah.

Kadang saya berpikir apakah cuman perasaan saya saja, karena teman teman saya sudah memiliki pacar sementara saya masih jomblo. Sialnya lagi ketika saya bertanya tips pendekatan, teman-teman saya yang sudah mempunyai pacar itu enggan untuk menjawab. Termasuk Luck dan Moul pun juga enggan untuk menjawab.

Siapa nih di antara kalian yang pernah mengalami hal demikian? Apakah kalian sepakat bahwa teman bisa berubah saat punya pacar?

Editor: Firmansah Surya Khoir
Illustrator: Umi Kulzum Pratiwi Nora Putri

Penulis Lepas & Imam Besar Republik Mahasiswa Rebahan.

Artikel dari Penulis