Biografi Wernher von Braun, Ahli Roket Dunia Sekaligus Bapak Rudal Balistik

Biografi Wernher von Braun, Ahli Roket Dunia Sekaligus Bapak Rudal Balistik

Biografi Wernher von Braun, Ahli Roket Dunia Sekaligus Bapak Rudal Balistik – Dunia antariksa memang selalu menarik untuk ditelusuri. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk menggeluti bidang yang terkenal dengan roket tersebut, salah satunya adalah ahli roket asal Jerman Wernher von Braun. Beliau dianggap sebagai “bapak roket modern dunia” sekaligus penemu teknologi rudal balistik dan rudal jelajah yang hingga saat ini dipergunakan secara luas di bidang kemiliteran di dunia.

Biografi Wernher von Braun

Kehidupan Pribadi

Wernher von Braun yang memiliki nama lengkap Wernher Magnus Maximilian Freiherr von Braun terlahir dari keluarga yang cukup terpandang di Jerman. Wernher von Braun lahir di Posen, Kekaisaran Prusia yang kemudian menjadi wilayah kekaisaran Jerman pada tanggal 23 Maret 1912. Ayahnya merupakan seorang pejabat pemerintahan sekaligus politikus kenamaan Jerman yakni Magnus von Braun. Ayahnya juga sempat menjabat sebagai menteri pertanian pada saat pemerintahan Weimar Republic.

Baca juga: Biografi Manfred “Red Baron” von Richthofen, Pilot Muda yang Menjadi Momok Sekutu pada Perang Dunia I

Ibunya merupakan keturunan bangsawan, yakni Emmy von Quistrop yang merupakan keturunan bangsawan Eropa. Wernher von Braun telah menunjukkan minat terhadap dunia antariksa dan roket ketika dia memperoleh hadiah sebuah teleskop. Dia kian menggeluti dunia antariksa dan kemudian masuk ke Institut Teknologi di Berlin. Pada tahun 1932 dia mendapatkan gelar doktornya dan kemudian dia direkrut oleh lembaga riset angkatan bersenjata Jerman. Kala itu, dia masih berusia cukup muda yakni sekitar 22 tahun.

Merancang Roket V-2

Saat bekerja di lembaga riset angkatan bersenjata Jerman, Braun menjadi satu dari beberapa orang yang mengembangkan riset mengenai teknologi roket guna kepentingan perang Jerman. Braun kala itu merancang desain roket yang dikenal dengan nama A-3 yang sukses diluncurkan dan menjadi batu loncatan untuk mengembangkan desain roket A-4. Kelak akan dikenal dengan nama roket V-2. 

Roket V-2 ini sendiri merupakan salah satu roket yang kemudian diubah menjadi rudal balistik atau rudal jelajah pertama yang beroperasi di dunia. Roket V-2 pada saat perang dunia ke-2 dipergunakan untuk menggempur kota-kota di Inggris, khususnya London. Roket V-2 kala itu menjadi momok yang cukup menakutkan bagi rakyat Inggris dan sukses memakan korban jiwa setidaknya lebih dari 2.000 orang. Kesuksesan roket V-2 ini mendorong ambisi Jerman kala itu mengembangkan roket yang lebih kuat yakni A-9 dan A-10 yang akan digunakan untuk menyerang Amerika Serikat. Namun, rencana tersebut urung terjadi karena Jerman terlebih dahulu kalah dalam perang dunia ke-2 pada tahun 1945.

Ilmuwan Roket yang Paling Dicari oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet

Pasca kekalahan Jerman di tahun 1945, Braun dan timnya otomatis menjadi incaran pihak Amerika Serikat dan Uni Soviet yang kala itu menjadi pemenang perang. Kedua pihak tersebut terkesima dengan desain roket rancangan Braun dan menginginkan teknologi yang sama guna dipergunakan untuk masing-masing pihak. Braun dan timnya saat itu sepakat untuk memusnahkan sebagian besar data dan prototipe roket rancangan mereka agar tidak jatuh ke tangan Amerika Serikat maupun Uni Soviet. 

Baca juga: Biografi Charles Darwin, Sang Bapak Evolusi

Akan tetapi, pihak Uni Soviet berhasil mengamankan beberapa roket V-2 yang belum dihancurkan dan membawa beberapa pekerja yang terlibat dalam pembuatan roket tersebut ke Uni Soviet. Menurut beberapa sumber, ada kurang lebih 2000 orang yang terdiri dari para ilmuwan, pekerja pabrik, para ahli mekanik dan keluarganya yang dipindahkan ke Uni Soviet.

Wernher von Braun pada akhirnya menyerahkan diri ke Amerika Serikat dengan harapan idenya tentang roket untuk kepentingan ilmu pengetahuan tetap berlanjut. Dia kemudian bekerja di Amerika Serikat di bawah pengawasan pihak angkatan darat Amerika Serikat (U.S Army). Braun terlibat dalam program antariksa Amerika Serikat dan turut serta dalam pengembangan program Jupiter-C. Braun juga dianggap sebagai Bapak program luar angkasa Amerika Serikat karena dedikasinya dalam pengembangan program antariksa negara tersebut.

Akhir Hayat

Pada tahun 1973, Braun didiagnosis terkena kanker ginjal yang membuatnya tidak dapat bekerja secara maksimal dalam pengembangan roket Amerika Serikat. Meskipun dengan kondisi kesehatan yang kian menurun, dia masih tetap bekerja pada tahun 1977 sebelum memutuskan untuk pensiun. Wernher von Braun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 16 Juni 1977 pada usia 65 tahun. Dia dimakamkan di Ivy Hill Cemetery di Alexandria, Virginia, Amerika Serikat.

Demikianlah biografi Wernher von Braun, seorang ahli roket sekaligus dikenal sebagai bapak rudal balistik.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Mahasiswa Yang Hobi Jalan-Jalan Dan Menulis Agar Tidak Hilang Dari Roda Zaman.

Artikel dari Penulis