Menyingkap Sejarah Simbol Gigi Hiu pada Moncong Pesawat Tempur – Bagi penggemar dunia kedirgantaraan pastinya sangat familiar mengenai beragam simbol yang terdapat pada bagian pesawat, khususnya pada beberapa jenis pesawat tempur dari masa ke masa. Dari sekian banyak simbol yang terdapat di pesawat tempur tentunya salah satu simbol yang cukup ikonik dan familiar bagi sebagian kalangan adalah desain atau simbol gigi hiu pada bagian moncong pesawat.
Desain gigi hiu (shark teeth) tersebut memang memiliki rekam jejak yang cukup panjang bagi dunia penerbangan militer di seluruh dunia. Bahkan, simbol tersebut dikenal merupakan simbol yang paling ikonik dalam dunia penerbangan militer dan masih diadaptasi oleh sebagian angkatan udara maupun penerbangan angkatan laut di dunia hingga hari ini. Di Indonesia pun simbol tersebut juga cukup dikenal dan populer dengan sebuat “Si Congor/Cocor Merah” yang memiliki makna mulut merah.
Berawal dari Masa Perang Dunia Pertama
Bila ditelusuri asal-muasal desain atau simbol gigi hiu tersebut tentunya akan mengarah pada masa perang dunia pertama. Desain gigi hiu yang cukup ikonik tersebut diketahui digunakan oleh pesawat tempur Jerman pada masa tersebut. Pesawat tempur yang diketahui pertama kali menggunakan desain gigi hiu pada bagian moncong pesawatnya adalah pesawat Roland C.II yang mulai digunakan pada tahun 1916. Namun, desain gigi hiu tersebut pada masa tersebut lebih dikenal dengan nama Walfisch yang memiliki makna ikan paus.
Baca juga: P-51 Mustang sang Hiu dari Angkasa yang Harusnya Menjadi Ikon Kekuatan Udara pada Masa Orde Lama
Desain mulut atau gigi hiu tersebut diduga juga menjadi inspirasi para pilot pesawat lainnya untuk mewarnai bagian moncong pesawatnya dengan gambar serupa atau terinspirasi dari gambar tersebut. Di era tersebut memang lazim seorang pilot mewarnai atau menggambar pesawatnya dengan beberapa gambar yang cukup ikonik yang memiliki makna tersendiri atau sebagai kode pengenal dari sang pilot.
Konsep simbol gigi hiu juga masih dipergunakan pada masa perang dunia. Simbol tersebut seakan-akan telah melekat dalam dunia penerbangan miliiter pada hampir seluru angkatan bersenjata yang terlibat pada konflik tersebut. Di masa ini banyak jenis pesawat yang menggunakan desain gigi hiu tersebut pada bagian moncongnya. Baik pesawat blok sentral maupun blok sekutu beramai-ramai menggunakan simbol tersebut, sebut saja Messerschmitt Bf 110, Messerschmitt Bf 109, Focke Wulf Fw 190 dari blok sentral dan P-40 Warhawk, P-51 Mustang dari blok sekutu dan banyak pesawat lainnya. Desain gigi hiu tersebut juga tidak hanya terbatas digunakan pada pesawat berjenis fighter, akan tetapi dapat digunakan oleh pesawat jenis lain seperti bomber, reconnaissance ataupun maritime-patrol.
Di era Perang Dunia ke-2 desain gigi hiu tersebut juga cukup populer digunakan pada skuadron tempur Amerika Serikat yang bertugas di Cina. Skuadron ini dikenal dengan nama 1st American Volunteer Group (AVG). Skuadron yang bertugas pada tahun 1941-1942 tersebut berisikan para pilot dari U.S Air Corps, U.S Navy dan Marine Corps. Pesawat utama mereka merupakan P-40B Warhawk. Skuadron ini juga cukup dikenal dikarenakan hampir seluruh pesawat yang digunakan menggunakan simbol gigi hiu di moncongnya. Mereka selama dinas juga dijuliki sebagai Flying Tigers.
Gigi Hiu di Era Modern
Meskipun di era kini penggunakan simbol pada pesawat tempur tidak semasif saat era perang dunia 1 dan 2. Namun beberapa simbol ikonik masih dipergunakan pada pesawat tempur modern. Salah satunya tentu desain gigi hiu pada bagian moncong pesawat. Sebut saja pada pesawat A-10 Thunderbolt II milik Amerika Serikat juga masih mengadaptasi desain moncong hiu tersebut. Pesawat yang dikenal dengan nama “Warthog” ini menjadi pesawat tempur berkemampuan serang darat paling populer di dunia.Penggunaan desain gigi hiu juga masih diadaptasi di Angakatan Udara Indonesia (TNI-AU). Pesawat yang digunakan oleh Indonesia yakni Embraer EMB-314 Super Tucano masih mengadaptasi desain gigi hiu pada bagian moncongnya. Pesawat dengan kemampuan anti gerilnya ini merupakan salah satu pesawat bermesin turboprop paling modern yang dimiliki oleh TNI-AU. Desain ini tentunya akan mengingatkan pada “Si Congor/Cocor Merah” P-51 Mustang yang pada masa lalu merupakan pesawat tempur andalan yang pernah dimiliki oleh AURI atau TNI-AU.
Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani













