5 Alasan Tidak Ada Mahasiswa yang Salah Kampus

5 Alasan Tidak Ada Mahasiswa yang Salah Kampus

5 Alasan Tidak Ada Mahasiswa yang Salah Kampus – Ketika saya mencoba bernostalgia tentang kehidupan di kampus dan segala macam isi pembahasan terkait kampus dan segala permasalahannya, saya memiliki cukup banyak topik terkait dengan kampus yang hanya berputar-putar di kepala saja. Salah satu topik yang kerap kali muncul di kepala saya dan banyak diperbincangkan oleh para mahasiswa adalah “apakah benar ada mahasiswa yang salah kampus?”

Menurut kesimpulan saya yang didasari oleh pengalaman dan beberapa referensi, saya menganggap bahwa istilah salah kampus itu sebenarnya tidak pernah ada. Ettt, jangan emosi dulu bagi kamu yang merasa menyesal memilih kampus tempat kamu kuliah sekarang. Saya memiliki beberapa alasan kuat sehingga dapat menyimpulkan opini seperti itu. Apa saja alasan tersebut? Silakan baca dibawah ini.

5 Alasan Tidak Ada Mahasiswa yang Salah Kampus

1. Kurang riset tentang kampus

Sebagai salah satu alumni dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang terletak di provinsi Jawa Tengah, saya terkadang menyempatkan waktu untuk melihat lika–liku perjalanan hidup dari mahasiswa di kampus saya. Tidak saya sangka, masih banyak Gen Z yang mengeluhkan hal–hal mendasar yang seharusnya sudah dia riset tentang kampusnya terlebih dahulu.

Baca juga: 5 Kesalahan dalam Menentukan Jurusan Kuliah

Salah satu hal yang dikeluhkan oleh mahasiswa di PTAIN adalah mereka tidak dapat mengikuti program-program perguruan tinggi yang berada di bawah Kemendikbud sebab PTAIN barada di bawah naungan Kementerian Agama. Seharusnya, hal-hal mendasar seperti ini sudah menjadi bagian dari riset seorang calon mahasiswa sebelum memilih kampus yang ingin mereka tuju.

2. Ekspektasi tentang kampus yang enggak sesuai

Ekspektasi ini biasanya berkaitan erat dengan sarana dan prasarana yang ada di kampus. Tak jarang, mahasiswa yang merasa bahwa dirinya salah kampus disebabkan oleh sarana dan prasarana yang tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan atau dilihat pada layar kaca. Misalnya, ruang kelas yang kurang nyaman atau alat-alat laboratorium kampus yang  kurang lengkap. 

Agar ekspektasi enggak terlalu ketinggian tentang sarana dan prasarana kampus, sebaiknya lakukan survei lokasi kampus terlebih dahulu sebelum menetapkan kampus yang akan dipilih.

3. Mengira dapat dengan mudah menyerap materi kuliah di kampus

Meskipun jurusan yang telah kamu pilih telah sesuai dengan passion yang kamu miliki ataupun materi–materi kuliah di jurusan yang kamu pilih sudah cukup dikuasai, jangan kaget bila ada beberapa mata kuliah wajib dari kampus yang bakal membuatmu merasa salah kampus.

Misalnya, kalau kamu berkuliah di PTAIN, ada beberapa mata kuliah wajib dari kampus seperti bahasa arab, hadits, dan lain sebagainya, yang merupakan mata kuliah di luar dari mata kuliah jurusan yang kamu pilih. Bagi seorang lulusan pondok pesantren, mata kuliah tersebut bukan menjadi suatu kendala. Akan tetapi, bagi lulusan SMA atau SMK bisa bikin “babak belur” alias sulit menyerap ilmu dan materi selama berada di dalam kelas.

Baca juga: Kuliah di Manapun, Sama Saja!

4. Kampus lain tampak lebih menarik

Di saat seorang mahasiswa telah mengalami minimal dua dari tiga alasan yang saya sebutkan sebelumnya dan tiba-tiba menengok “rumput tetangga”, pasti bakal terlihat lebih hijau. Kampus lain bakal terlihat jauh lebih menarik daripada yang biasanya, tanpa tahu segala problematika yang dialami oleh mahasiswa kampus tersebut. Kampus lain bak perwujudan dari seorang mantan yang telah lama tidak ketemu. Sekalinya ketemu lagi bakal terlihat lebih mempesona dan dapat menarik hati sehingga menimbulkan penyesalan di dalam diri. 

5. Tidak menemukan dosen yang tepat

Menurut saya, salah satu syarat dosen dapat disukai oleh mahasiswanya adalah dapat membuat mahasiswa antusias dengan mata kuliah yang ia ajar meskipun mata kuliah tersebut begitu sulit atau membosankan di mata para mahasiswa. Mungkin saja, mahasiswa yang merasa dirinya telah salah memilih kampus sebenarnya belum bertemu dengan dosen yang tepat saja. Kalau sudah ketemu dengan dosen yang tepat pasti bakal lebih bergairah untuk berkuliah dan mengikuti segala macam materi mata kuliah.

Bagi kamu yang merasa telah “tersesat” ketika memilih kampus, semoga kamu “tersesat” di jalan yang benar.

Editor: Widya Kartikasari
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Pencerita Negeri Sipil.

Artikel dari Penulis