Biografi Erich Hartmann, Pilot Tempur Jerman yang Menjadi Mimpi Buruk Uni Soviet di Perang Dunia II

Biografi Erich Hartmaan, Pilot Tempur Jerman

Biografi Erich Hartmann, Pilot Tempur Jerman di Perang Dunia II – Semasa Perang Dunia II pertempuran di udara masih menggunakan cara pertempuran dogfight. Pertempuran dengan dogfight tersebut merupakan metode pertempuran dengan saling mengejar ekor pesawat mirip seperti seekor anjing yang tengah mengejar anjing lainnya. Pada masa ini kemampuan manuver, keahlian menembak, dan pengambilan keputusan seorang pilot merupakan salah satu syarat yang mutlak menjadi pilot pesawat tempur di era Perang Dunia II.

Baik kubu Blok Sentral maupun Blok Sekutu tentunya memiliki banyak pilot pesawat tempur yang dikenal cukup piawai dalam menjatuhkan lawannya sekaligus dikenal memiliki kemampuan manuver yang cukup hebat. Salah satu dari sekian banyak pilot pesawat tempur yang sukses menunjukkan keahliannya di udara semasa Perang Dunia II adalah Erich Hartmann. Beliau merupakan salah satu pilot tempur terbaik yang pernah dimiliki oleh Jerman hingga hari ini.

Biografi Erich Hartmann

Kehidupan Pribadi

Erich Alfred Hartmann merupakan pilot berkebangsaan Jerman yang lahir di distrik Weissach, Wurttemberg, Republik Weimar (Jerman) pada 19 April 1922. Ayahnya merupakan seorang dokter yakni Alfred Erich Hartmann dan ibunya seorang keturunan bangsawan, yakni Elisabeth Wilhelmine Machtholf. Semasa kecil Erich pernah tinggal di Cina karena saat depresi perekonomian melanda Eropa, khususnya Jerman pada awal dekade 1920-an. Dia kemudian kembali ke Jerman pada tahun 1928. Langkah itu dipilih oleh keluarganya karena mereka tidak mau terkena imbas berlebih dari kondisi perekonomian Jerman yang sedang terpuruk saat itu.

Erich mulai tertarik dengan dunia teknik khususnya dunia dirgantara sejak belia. Hal ini kemungkinan mendapatkan pengaruh pula dari ibunya yang merupakan seorang pilot dan instruktur penerbangan berlisensi di Jerman. Kemudian ketika remaja dia ikut program pelatihan Glider di Angkatan Udara Jerman yang kebetulan dilatih oleh ibunya sendiri. Disinilah Erich mulai mengasah kemampuan terbangnya yang dimentori oleh ibunya sendiri. Erich juga pernah tercatat menimba ilmu di Volksschule dari tahun 1928 hingga 1932. Kemudian dia sempat pula menimba ilmu di Sekolah Kepolitikan Nazi di Kota Rottweil. Latar belakang pendidikannya tersebut yang membuatnya juga menjadi salah satu anggota militer yang cukup terpandang di kalangan Partai Nazi.

Karir di Dunia Kemiliteran dan Menjadi Seorang Legenda

Setelah menyelesaikan pelatihan penerbangannya, dia kemudian ditugaskan menjadi seorang pilot tempur di kawasan Crimea, Uni Soviet di tahun 1942. Dia masuk ke dalam wing tempur ke-52 atau Jagdgeschwader 52. Skuadron tempur ini dianggap sebagai salah satu skuadron tempur terbaik yang pernah dimiliki oleh militer Jerman kala itu. Skuadron ini mengklaim telah menjatuhkan sekitar 10.000 pesawat musuh selama perang berlangsung.

Pada awal penugasannya, Erich Hartmann memang belum terlalu menonjol sebagai seorang pilot tempur karena dia hanya ditugaskan sebagai pendamping atau wingman. Akan tetapi, memasuki tahun 1943 dia mulai lebih sering menjatuhkan pesawat sekutu, khususnya pesawat-pesawat Uni Soviet. Total dia telah menjatuhkan sekitar 150 unit pesawat musuh yang terkonfirmasi. Erich juga dianggap salah satu pilot yang cukup jenius karena berhasil merumuskan taktik penyerangan dengan metode penyergapan secara cepat sehingga lawan tidak bisa mengatasinya dan pasukannya.

Namun, semasa perang dia juga sempat melakukan beberapa kali pendaratan darurat karena pesawatnya tertembak oleh musuh. Pernah ada satu kisah di mana dia harus mendarat di wilayah Uni Soviet dan pada akhirnya ditangkap oleh Tentara Merah Uni Soviet. Akan tetapi, Erich dengan piawai mengelabui mereka dengan berpura-pura sakit dan terluka parah sehingga dibawa ke rumah sakit lapangan oleh para tentara Uni Soviet dengan menggunakan truk. Di saat inilah dia sukses mengelabui para tentara Uni Soviet yang membawanya dan kabur menuju perbatasan wilayah yang dikuasai oleh Nazi Jerman saat itu.

Hal tersebut tentunya menjadi sesuatu yang sangat disesalkan oleh tentara Uni Soviet, karena pada tahun-tahun berikutnya Erich sukses menembak jatuh banyak pesawat sekutu yang sebagian besarnya merupakan pesawat milik Uni Soviet. Total dia menjatuhkan sebanyak 352 pesawat yang terkonfirmasi, akan tetapi ada klaim yang menyebutkan dia sukses menjatuhkan lebih dari 400 pesawat musuh. Karena rekornya tersebut dia dijuluki sebagai Cherniy Chort yang memiliki arti Iblis Hitam karena melambangkan desain warna hitam di sekitar baling-baling pesawatnya. Erich Hartmann juga dikenal merupakan salah satu pilot tempur yang menggunakan pesawat Messerschmitt Bf 109 yang merupakan pesawat tempur terbaik Jerman semasa Perang Dunia II.

Menjadi Instruktur Penerbangan Sipil dan Akhir Hayat Sang Legenda

Menjelang akhir kekalahan Jerman, Erich Hartmann kemudian menyerahkan dirinya kepada pihak sekutu. Dia kemudian dijatuhi hukuman penjara dan kamp kerja paksa di Uni Soviet selama 10 tahun. Setelah bebas di tahun 1955, Erich kemudian bergabung kembali dengan Angkatan Udara Jerman Barat di tahun 1956. Namun, karir militernya tidak terlalu mulus karena dia memiliki perbedaan pandangan dengan perwira dan atasannya di kemiliteran mengenai kekuatan udara Jerman, termasuk dalam pengadaan pesawat tempur. Hal inilah yang membuatnya memutuskan pensiun dari dinas militer pada tahun 1970.

Selepas pensiun, Erich Hartmann kemudian mendaftar sebagai instruktur di salah satu maskapai penerbangan sipil hingga beberapa tahun. Dikarenakan kondisi kesehatannya yang kian menurun membuat dirinya harus rela pensiun dari dunia penerbangan di tahun 1974 meskipun masih beberapa kali melakukan kegiatan terbang demonstrasi. Erich Hartmann meninggal dunia pada tanggal 20 September 1993 pada usia 71 tahun. Jasadnya kemudian dimakamkan di Weil im Schönbuch dan dikenal sebagai salah satu pilot tempur terbaik dunia yang pernah dilahirkan.

Demikianlah biografi dari seorang Erich Hartmann.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Mahasiswa Yang Hobi Jalan-Jalan Dan Menulis Agar Tidak Hilang Dari Roda Zaman.

Artikel dari Penulis