Untuk Orang yang Gak Enakan dan Orang yang Seenaknya

Orang yang Gak Enakan

Untuk Orang yang Gak Enakan dan Orang yang Seenaknya

Manusia punya hati dan perasaan, tapi terkadang hati dan perasaan yang dimiliki olehnya tidak sepenuhnya bisa dikendalikan dengan baik. Faktornya banyak, bisa karena faktor genetik, lingkungan, atau stimulus dari orang-orang sekitar dan lainnya. Lantas bagaimana dengan fenomena manusia yang gak enakan dengan manusia yang seenaknya? Bisa gak sih kedua orang ini sefrekuensi untuk jadi orang yang ngga ga enakan dan orang yang ngga seenaknya? 

Untuk orang yang gak enakan, kamu hebat, kamu melakukan hal tersebut pasti karena kamu tidak mau mengecewakan orang lain, ingin menyenangkan orang lain, dan tentunya kamu jadi sedih kalau orang lain malah gak suka sama sikap kamu. Kamu begitu luar biasa, mengedepankan kesenangan orang lain dibandingkan dengan kesenangan kamu sendiri. Padahal, bisa saja orang-orang itu bersikap biasa saja, gak menganggap kamu istimewa, atau bahkan mereka malah jadi gak suka ke kamu karena ternyata kamu tidak seperti apa yang mereka ekspektasikan sebelumnya. 

Ingat, kamu tidak bisa menyenangkan semua orang. Sama seperti kamu, gak semua orang kamu senangi, kan? Oleh karena itu, sebelum menyenangkan orang lain, yuk fokus dulu untuk menyenangkan dirimu sendiri. Beri waktu istirahat yang baik untuk tubuhmu dengan makan makanan yang sehat, berolahraga secukupnya. Seperti kata pepatah, “didalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”. 

Baca juga: Alasan Pentingnya Positive Self-Talk bagi Diri Sendiri

Kalau kamu sudah merasa yakin akan penerimaan diri dan bersyukur akan apa yang kamu miliki, mulailah untuk membagikannya ke orang lain. Tapi ingat ya, jangan sampai kamu mengalami kerugian saat membantu orang lain. Jadi, bantulah orang lain sebisamu dan jangan berlebihan hingga merugikan kamu sendiri. Kalau kamu merasa gak mampu menolong orang, tolak saja dengan cara yang baik, atau kasih pilihan ke mereka dengan memberikan opsi untuk meminta bantuan kepada ahlinya. 

Kalau mereka gak suka dengan penolakanmu, its okay, gak apa-apa kok. Masih ada milyaran manusia yang mungkin akan mengerti kamu sepenuhnya. Entah itu orang tuamu, saudaramu, pasanganmu, atau kawan terdekatmu. Kalau semua itu gak ada, gimana? Tenang, kamu punya Tuhan yang gak akan pernah ninggalin kamu di saat kamu meminta pertolongan pada-Nya.

Orang yang seenaknya, yang menyakiti hati dengan lisannya atau menyuruh-nyuruh sesuatu hal secara berlebihan kepada kamu bisa jadi mereka gak sadar kalau itu perlakuan yang menyakitkan. Sebisa mungkin, kita jangan merasa gak enakan untuk ngasih tahu dengan cara yang sebijak mungkin pada orang yang menurut kita sering bertindak seenaknya. Tapi kalau ternyata sudah diberi tahu beberapa kali dan gak sadar juga gimana? Ya sudah gak apa apa, kamu aduin aja hal ini pada Tuhan Yang Maha Pembolak-Balik Hati. Dan dengan ikhlas, kamu harus tinggalin orang-orang yang membuat kamu jadi merasa capek atas perlakuannya karena kasian dirimu kalau terus-terusan terbelenggu dengan orang-orang toxic. Ibarat tumbuhan yang ditanam di tanah kering, tumbuhan tersebut bisa jadi gak akan bisa tumbuh dengan baik atau bahkan mati. Kamu pun sama, tidak akan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang lebih baik jika lingkunganmu tidak mendukungmu untuk tumbuh dengan baik. Jadi, mau sampai kapan jadi orang gak enakan? 

Baca juga: Kesepian dan Kesendirian yang Kerap Kita Takuti

Untuk orang yang seenaknya, biasanya kamu adalah orang yang tidak pernah ambil pusing dengan penilaian orang lain. Tidak menganggap penilaian orang lain adalah hal yang bagus, tapi akan jadi berlebihan jika sama sekali tidak peduli dengan penilaian orang lain tentangmu. Bisa jadi orang yang tidak menyukaimu bukan berarti dia membencimu, tapi ini adalah alarm agar kamu bisa sadar diri untuk merubah sikapmu dan tidak berlaku seenaknya. Coba posisikan dirimu sebaliknya, bagaimana bila kamu mendapatkan perlakuan seenaknya dari orang lain? Kamu pun pasti tidak mau, kan? Atau coba posisikan sebagai orang tuamu bila mereka mendapat perlakuan yang seenaknya dari orang lain? Bagaimana jika orang yang kamu sayang mendapat perlakuan seenaknya dari orang lain? Bagaimana rasanya? Bagaimana sakitnya? Bagaimana pedihnya mendapat perlakuan seperti itu? Mulailah introspeksi diri, perlakukan orang lain selayaknya manusia yang perlu kamu kasihi dan kamu sayangi karena manusia sendiri merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang harus kita Cintai dan kita Sayangi. 

Jadi mulai sekarang, perlahan-lahan marilah belajar, memulai, dan mencoba untuk jadi orang yang berlaku baik pada orang lain. Niatkan semua yang dilakukan untuk mencari ketenangan diri dan kebahagiaan untuk orang di sekitar kita. Kalau kamu rasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa di bagikan ya biar kita sama-sama mengerti untuk tetap menjadi pribadi yang mencintai diri dan mencintai orang-orang di sekitar kita. Aamiin……..

Editor: Widya Kartikasari
Illustrator: Made Mirah

Bachelor of Political Sicince yang Pengen Sans aja.

Artikel dari Penulis