Tips untuk Kamu yang Suka Berbicara Sok Ilmiah

Tips untuk Kamu yang Suka

Tips untuk Kamu yang Suka Berbicara Sok Ilmiah

Setiap kata merupakan cerminan dalam diri manusia, itulah ungkapan makna yang sering kita dengar. Orang-orang yang jago berbicara atau jago beretorika merupakan orang-orang yang dianggap sebagai orang yang cerdas karena mampu mentransferkan pikirannya untuk di bagikan kepada orang lain. Tapi di beberapa sisi, orang-orang yang pandai berbicara tersebut tentu tidak semua bisa memahami isi pembicaraanya, seseorang yang bicaranya sulit dipahami selalu disebut orang yang “ilmiah saat bertutur kata. Lalu bagaimana dengan seseorang yang katanya sok ilmiah? Yang ketika berbicara sangat sulit dipahami dan dimengerti? Apakah memang karena otak kita yang tak sampai ke sana atau mungkin karena kita tak se-frekuensi dengannya yang mengakibatkan kita kesulitan untuk memahaminya? 

Terkadang kita suka merasa heran kepada orang-orang yang suka bicara dengan menggunakan bahasa yang terdengar asing di telinga kita. Bukannya tambah ngerti malah tambah sulit sekali dipahami. Seakan membuat kita bertanya-tanya “mengapa ya mereka bisa berbicara seperti itu?”.

Sebenarnya mereka yang berbicara dengan bahasa-bahasa yang katanya “ilmiah” ini adalah orang yang senang mencari pengetahuan baru. Kata-kata yang mereka gunakan bisa jadi merupakan kata-kata di dalam buku yang mereka baca atau seorang tokoh publik dengan keahlian berpidato yang mereka kagumi.

Bila di Indonesia kita sebut saja orang yang pintar berkata-kata adalah mereka yang biasanya vokal untuk menyuarakan isi hatinya dalam perjuangan. Sebut saja seperti Tan Malaka atau yang sering kita lihat di tv yaitu Rocky Gerung. Tapi lantas apakah mereka semua di mengerti seluruh khalayak saat berbicara? Tentu saja mereka tidak serta merta dipahami semua khalayak, tergantung dari tingkat pemahaman audiens yang mereka temui.

Baca juga: Tips Menulis Karya Ilmiah Populer

Anak-anak filsafat sudah barang tentu mengerti soal istilah-istilah yang sering diucapkan oleh Rocky Gerung, tapi apakah kemudian kita semua diharuskan mengerti istilah dari kata-kata ilmiah tersebut? 

Semua tergantung dari kebijaksanaan si pembicara. Contohnya adalah Ir. Soekarno, Beliau merupakan tokoh yang paling mengerti tentang istilah-istilah ilmiah dan menguasai pula beberapa bahasa asing, tapi kenapa masyarakat awam di Indonesia pada saat itu mengaguminya? Itu karena kebijaksanaan Bung Karno dalam menyederhanakan kata-kata yang sulit menjadi bahasa yang mudah dimengerti. Intinya Beliau mengetahui target audiensnya.

Bila pada saat berpidato di depan mahasiswa. Tokoh-tokoh nasional, tak jarang Soekarno menggunakan istilah-istilah barat. Intinya, Soekarno bijak untuk menempatkan diri dalam berbicara sesuai dengan target audiensnya tak lupa pidato-pidatonya sering dibumbui pula semangat revolusioner dengan pidato yang menggebu-gebu untuk membuat masyarakat pada saat itu menjadi semangat memperjuangkan kemerdekaan. 
Jadi, bila dirimu saat ini terjebak dalam pernilaian “sok ilmiah” atau bahkan mungkin pernah mendengar orang yang berbicaranya terlalu ilmiah dan sulit di pahami. Bisa jadi ada dua masalahnya. Pertama, orang tersebut ingin pamer menunjukkan kepintarannya agar di kagumi oleh orang lain (padahal orang lain mungkin saja jengkel dengan kata-kata ilmiahnya hehe). Kedua, orang tersebut belum bisa bijaksana menentukan kata yang tepat untuk di sampaikan kepada audiensnya. Jadi, yang manakah dirimu? Sudah bisa menentukan kata yang bijak sesuai dengan tempatnya?

Editor: Firmansah Surya Khoir
Illustrator: Umi Kulzum Pratiwi Nora Putri

Bachelor of Political Sicince yang Pengen Sans aja.

Artikel dari Penulis