Misteri Kota Saranjana, Kota Gaib atau Dunia Paralel?

Misteri Kota Saranjana

Nama Kota Saranjana sering viral dan menjadi perbincangan di berbagai macam media sosial. Dari beberapa pengalaman individu, dari mulut ke mulut, hingga masif tersebar di khalayak umum.

Sebenarnya, Kota Saranjana sudah ada sejak zaman dahulu dan memang ada bukti secara geografis dari peta yang dibuat oleh Salomon Muller seseorang dari jerman yang menuliskan Saranjana pada tahun 1845, dengan nama Tandjoeng (Hoek) Serandjana. 

Kota yang menurut masyarakat setempat merupakan kota masa depan dan  futuristic. Memang selalu menuai perbincangan yang hangat karena secara kasat mata kota ini bisa dibilang kota gaib. Sempat muncul lalu menghilang begitu saja, atau ada juga yang berpendapat bahwa kota ini benar ada, tetapi memang disembunyikan. Semua itu adalah misteri yang selalu muncul dan menjadi pembahasan setiap netizen. 

Akan tetapi, saya yakin bahwa kota itu memang benar ada. Entah terlepas gaib atau tidak, saya yakin bahwa Nusantara dulu adalah negeri dengan peradaban yang sangat maju. Ada yang mengatakan Negeri Atlantis, Negerinya Nabi Sulaiman, Negerinya Nabi Nuh, bla-bla.

Baca juga: Keistimewaan DIY dan Pelestarian Budaya

Memang keberadaan peradaban Nusantara yang maju itu bisa dibuktikan dengan prasasti, candi, relief-reliefnya yang masih ada hingga kini. Maybe, Kota Saranjana itu mungkin adalah sebagian sisa- sisa peradaban Nusantara yang hilang.

Awal Kisah Viralnya Kota Saranjana

Menurut artikel data yang saya kumpulkan, cerita tentang Saranjana memang berkelanjutan. Tidak hanya dari masyarakat setempat, tetapi juga turis dan wisatawan luar yang berkunjung. 

Pada akhir tahun 2022, sepasang kekasih dan keluarganya sempat mengunjungi salah satu tempat wisata di Bukit Mamake Sarang Tiung, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Dan setelah asik berfoto- foto, pada salah satu foto dari istrinya, terdapat keganjilan yang berbeda dengan foto lainya setelah mengalami pengeditan dengan menaikan intensitas cahaya.

Pada foto yang beredar tersebut, nampak jelas bayangan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Mereka menyadari bahwa ini hanyalah kesalahan dari penangkapan objek foto. Foto tersebut sudah terlanjur menyebar, netizen kemudian mengaitkan foto tersebut dengan keberadaan Kota Saranjana yang penuh misteri.

Sebelumnya, Kota Saranjana sudah banyak diperbincangkan pada tahun 1980. Pemerintah daerah Kota Baru tercengang ketika mereka menerima kedatangan alat-alat berat dari Jakarta dengan tujuan Kota Saranjana. Alat- alat berat yang bernilai milyaran tersebut bahkan sudah dipesan dan dibayar lunas oleh penduduk Kota Saranjana. Padahal, nyatanya secara keadministrasian Kota Saranjana tidak pernah ada di wilayah tersebut, dan tidak pernah diketahui.

Cerita yang Berkelanjutan

Setelah viralnya Kota Saranjana, keberadaanya semakin dicari-cari. Mulai dari kisah ADA Band yang pernah manggung di daerah Kota Baru dengan menjual tiket 7000 sampai 8000 lembar. Akan tetapi ketika konser berlangsung penonton yang hadir sekitar 14.000 orang. Dengan raut muka yang dingin dan kaku. Anehnya, setelah konser berakhir sebagian penonton hilang sekejap, padahal jalur area keluar hanya satu.

Kemudian juga diceritakan dari akun TikTok @donfajaraditya, di daerah Kota Baru ada kurir yang kerap kali keluar masuk Kota Saranjana. Kurir yang bernama Indra membawa paket atas nama “Delfina Shafira” yang berdiam diri di Distrik Nebula. Lokasi dari tempat pemesan paket memang sangat ganjil, tidak tercantum di Google Maps. Pada akhirnya, ia bertanya-tanya kepada warga setempat dan ada satu orang yang mengantarnya kepada lokasi tersebut.

Baca juga: Melihat Sisi Lain Anak Punk Kota Salatiga

Ketika memasuki lokasi tersebut, kurir itu sedikit heran. Di atas perbukitan ia melihat gedung-gedung pencakar langit, mobil-mobil yang canggih, pesawat-pesawat terbang melintas, seperti melihat kota dari masa depan. Singkatnya, ia sudah sampai di tempat apartemen pemilik paket. Lalu ia melihat pemilik paket tadi adalah seorang gadis cantik rupawan yang memesan Iphone seharga belasan juta. 

Karena hujan, ia ditawari untuk menginap beberapa hari. Dan keesokan harinya, yang bertepatan dengan hari kemerdekaan, ada perlombaan-perlombaan yang diadakan di sana. Kurir itu memenangkan perlombaan tadi dan mendapat hadiah berupa 4 gram emas. Ketika ia pulang dan menceritakan kepada teman-temannya bahwa ia menginap di tempat bernama “Saranjana”, teman- temanya mengelak bahwa tempat yang bernama Saranjana itu tidak pernah ada. Akan tetapi, ia bisa membuktikan dengan adanya emas yang ia dapat saat di sana. Sungguh misteri.

Kota Saranjana, Kota Gaib atau Dunia Paralel?

Kota Saranjana adalah bukti bahwa keberadaan sesuatu yang tak kasat mata dan tak rasional. Beberapa masyarakat yakin bahwa itu adalah kota gaib bangsa jin, seperti pasar setan yang berada di Gunung Lawu. Anehnya, jika memang kota gaib mengapa peradaban mereka jauh lebih maju sedangkan kita manusia adalah makhluk yang berpikir dan berperadaban. Yang mana teknologi adalah hasil produk kita.

Mungkin bisa saja Kota Saranjana adalah dunia paralel, dunia yang terbalik, yang sudah memiliki teknologi yang canggih sehingga bisa menembus dimensi kita.

Baca juga: Kampus dan Segudang Koloni Dedemit yang Menyertainya: Bagian Satu

Atau Kota Saranjana juga termasuk kota yang menyembunyikan dirinya dengan teknologi-teknologi yang mereka punya. Dengan alasan tertentu yang tidak ingin menampakkan peradaban mereka ke dunia. 

Seperti cerita Atlantis yang hilang di Negeri Nusantara yang konon juga memiliki peradaban maju, hilang sekejap mata, atau menyembunyikan diri. 

Itulah beberapa kisah yang saya rangkum dari misteri Kota Saranjana, cerita tentang kota tersebut adalah cerita yang akan selalu hangat tidak akan pernah basi. Semoga bermanfaat, Sekian.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Perkenalkan nama saya Krisna Wahyu Yanuarizki, manusia yang berlagak agak kuat yang diberikan seribu beban di pundaknya. Saya Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang mengambil prodi Sosiologi Agama. No Whatsapp saya: +6281913845095, Email: Riskikrisna69@gmail.com. Saya dibesarkan di sebuah tempat di mana dikenal seribu tempat nongkrong yakni Tulungagung. Lahir tanggal 26 Januari 2002. Pekerjaan keseharian adalah seorang penulis buku. Buku yang telah terbit berjudul Mahabbatul Haq dan Kekasih Mimpi dalam Doaku, Inovasi Publishing. Saya merupakan salah satu mahasiswa aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang aktif juga menyuarakan pergerakan intelektual. Juga salah satu mahasiswa berprestasi dan anggota mahasiswa penerima Bidikmisi UIN SATU (FORMASIK). Spirit motivasi yang membuat saya menjadi seperti ini adalah “Menulislah engkau jika ingin amalmu terus mengalir hingga ahkir ujung senjamu dan Just Be Yourself, Don’t Think Anymore because you do it, and God Trust You”.

Artikel dari Penulis