Search
Close this search box.

5 Hal yang Hanya Terjadi pada Baterai Ponsel Jadul

5 Hal yang Hanya Terjadi Pada Baterai Hape Jadul

5 Hal yang Hanya Terjadi pada Baterai Ponsel Jadul – Perkembangan teknologi di dunia gadget sudah sangat pesat. Terutama dalam teknologi yang ada pada ponsel. Pada awal tahun 2000-an, mungkin kita belum membayangkan akan ada ponsel yang tampilan depannya layar semua. Atau bahkan yang lebih sederhana lagi, kita enggak membayangkan ada ponsel yang punya kamera depan. Karena pada ponsel jadul, kamera hanya ada di bagian belakang saja.

Sebenarnya, saya senang-senang saja dengan perkembangan dunia ponsel saat ini. Banyak inovasi ponsel yang menunjang kehidupan dan pekerjaan saya sehari-hari. Contohnya, kemampuan kamera ponsel zaman sekarang yang sudah cukup mumpuni sehingga saya enggak perlu lagi membawa kamera digital untuk dokumentasi pekerjaan.

Akan tetapi, perubahan teknologi yang semakin cepat, mesti ada imbasnya. Salah satunya, membuat saya rindu dengan teknologi di ponsel lama. Seperti baterai di ponsel lama. Mungkin, banyak dari gen z yang belum tahu uniknya baterai di ponsel lama. 

Agar para gen z tahu keunikan dari baterai di ponsel jadul sekaligus menjadi sarana saya bernostalgia, berikut akan saya paparkan beberapa hal yang hanya terjadi pada baterai ponsel jadul.

  1. Bisa Dilepas-pasang

Seingat saya, sampai awal trendingnya ponsel android di Indonesia, hampir semua ponsel android menggunakan baterai yang bisa dilepas pasang sendiri. Saya juga agak lupa, ponsel android apa, yang pertama kali menggunakan teknologi baterai tanam. Seperti seluruh ponsel zaman sekarang.

Buat orang yang enggak bisa ngoprek ponsel. Baterai yang mudah dilepas pasang, merupakan sebuah solusi, ketika ponsel mengalami hang (layar tidak bisa begerak sesuai perintah tangan). Walaupun, belakangan saya tau bahwa melepas baterai saat ponsel nge-hang, malah bisa membahayakan kondisi ponsel. Kayaknya, sekarang sudah tidak ada lagi, ponsel yang menggunakan baterai lepas pasang.

  1. Ngecas Menggunakan Charger Kodok

Seperti namanya, charger kodok bentuknya memang mirip dengan kodok. Fungsi charger kodok adalah ngecas baterai ponsel yang bisa dilepas pasang. Tanpa perlu dimasukan ke ponsel terlebih dahulu.

Ada tiga kondisi yang membuat orang menggunakan charger kodok. Pertama, colokan usb dari ponselnya rusak. Kedua, charger bawaan ponselnya rusak. Terakhir, memiliki baterai cadangan ponsel, yang perlu di-charge.

Saya kurang tau efek negatif menggunakan charger kodok. Setahu saya, dengan membawa charger kodok, kita enggak perlu repot membawa berbagai macam charger bawaan ponsel. Sebab, charger kodok dapat ngecas semua jenis baterai. Asal, baterainya dapat dilepas pasang.

  1. Enggak Perlu ke Service Center untuk Ganti Baterai

Segala bentuk kerusakan ponsel zaman sekarang. Mesti berurusan dengan pihak service center. Atau minimal dengan tukang servis ponsel dekat rumah.

Berbeda dengan ponsel jadul. Ada satu bentuk kerusakan ponsel jadul yang enggak perlu ke service center. Kerusakan tersebut adalah baterai ponsel bocor. 

Ketika baterai ponsel bocor, kita tinggal beli baterai baru di konter dekat rumah. Kemudian, mengganti baterai lama, dengan yang baru. Karena baterai ponsel jadul, bebas dilepas pasang sesuai kemauan pemilik.

  1. Memutar Baterai Ponsel untuk Memastikan Kesehatannya

Kalau di iPhone, ada fitur battery health. Gunanya untuk memberi tau pengguna, kondisi kesehatan baterai iPhonenya. Battery health ini, salah satu fitur penting di iPhone. Bahkan saking pentingnya fitur ini, kerap menjadi salah satu pertimbangan, ketika membeli iPhone bekas.

Kalau baterai ponsel jadul, enggak perlu fitur battery health seperti di iPhone. Cara melihat kesehatan baterai ponsel jadul, cukup dengan memutarnya pada lantai keramik. Kalau putarannya cepat dan lancar, berarti ponselnya sudah meledung alias kesehatannya sudah menurun.

  1. Memasukkan Baterai Ponsel Melendung ke Kulkas

Pasti kamu pernah mendengar saran, ketika ponsel kemasukan air, maka kubur ponsel tersebut dengan beras di dalam tempat penyimpanannya. Konon katanya, saran ini kerap sukses. Alasannya, karena beras dapat menyerap air, termasuk air yang telanjur masuk ke ponsel.

Nah, kalau kasus kerusakan baterai ponsel jadul yang melendung, ada solusi uniknya. Yaitu, memasukan baterai ke kulkas atau freezer. Jujur, saya belum pernah menguji kebenarannya. Tapi konon katanya, banyak yang berhasil. Ada juga yang bilang bahwa itu cuma mitos.

Begitu sekiranya beberapa hal yang hanya terjadi pada baterai ponsel jadul. Menurut saya, baterai lepas pasang adalah salah satu teknologi ponsel yang enggak perlu ditinggalkan oleh produsen. Selain itu, pengalaman terkait baterai lepas pasang, bisa jadi salah satu cerita unik mengenai teknologi ponsel jadul untuk anak cucu kita kelak.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Pencerita Negeri Sipil.

Artikel dari Penulis