Kebiasaan Mahasiswa UIN yang Jarang Dilakukan di Kampus Umum

Kebiasaan Mahasiswa UIN yang Jarang Dilakukan di Kampus Umum

Kebiasaan Mahasiswa UIN yang Jarang Dilakukan di Kampus Umum – Sebagai lulusan UIN, saya selalu beranggapan UIN itu beda dari kampus pada umumnya. Bukan hanya karena UIN berada di bawah naungan Kemenag dan kampus umum berada di bawah naungan Kemendikbud. Bukan cuma itu saja. Ada beberapa hal lain yang menjadi pembeda antara UIN dengan kampus umum. 

Kali ini, saya akan membahas beberapa kebiasaan mahasiswa UIN yang jarang dilakukan oleh mahasiswa pada umumnya, terutama dalam fesyen dan perkuliahan. Apa saja itu? 

  1. Kuliah Memakai Kemko 

Semua kampus punya aturan berpakaian saat berkuliah. Ada aturan khusus berpakaian pakaian  bagi mahasiswa maupun mahasiswi. Mahasiswa biasanya harus menggunakan pakaian yang berkerah, seperti kemeja, flanel, atau Polo shirt.

Mahasiswa UIN, punya jenis pakaian lain yang biasa dipakai kuliah. Namanya kemeja koko atau biasa disingkat dengan kemko. Jenis pakaian ini jarang sekali dipakai oleh mahasiswa kampus umum untuk berkuliah. Sekalipun ada, biasanya mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus (LDK).

  1. Memakai Peci

Jujur, saya agak jarang melihat mahasiswa menggunakan penutup kepala seperti topi untuk kuliah. Selain memang tidak boleh (biasanya), topi juga kurang pas digunakan saat sedang memakai kemeja atau flanel. Itu menurut selera fesyen saya.

Mahasiswa UIN punya penutup kepala selain topi yang biasa dipakai saat kuliah. Penutup kepala tersebut adalah peci. Karena mahasiswa UIN banyak yang lulusan pondok, kebiasaan memakai peci tersebut terbawa sampai kuliah. Di kampus umum, jarang ada mahasiswa yang biasa memakai peci untuk kuliah sehari-hari. 

  1. Ke Mana-Mana Pakai Sarung

Sebelum masuk UIN, saya cuma memakai sarung untuk sembahyang di masjid, bukan untuk kegiatan sehari-hari. Akan tetapi, setelah masuk UIN, semuanya berubah. Saya jadi nyaman menggunakan sarung untuk kehidupan sehari-hari.

Awalnya, saya ter-influence dari senior dan teman-teman kampus yang biasa memakai sarung untuk kegiatan sehari-hari. Diskusi di kampus pakai sarung. Nongkrong di angkringan pakai sarung. Sampai tidur, juga pakai sarung.

Padahal, saya nyaris tidak pernah melihat mahasiswa kampus umum memakai sarung di area sekitar kampus. Walaupun ada di antara mereka yang kuliah sambil mondok atau seorang lulusan pondok pesantren. 

  1. Belajar Kitab

Mahasiswa kerap dianggap kritis dan pemikir. Anggapan tersebut adalah buah dari belajar dan diskusi. Umumnya, memang mahasiswa bakal mempelajari berbagai macam hal dari berbagai sumber, salah satunya buku.

Mahasiswa kampus umum biasanya menenteng buku, baik cetakan dalam maupun luar negeri. Sama halnya dengan mahasiswa UIN, tetapi ada satu tambahan yang beda. Mahasiswa UIN juga belajar kitab dari ulama dan ilmuwan Islam.

  1. Lebih Banyak Mengenal Pemikir dan Ilmuwan Islam

Karena belajar kitab, mahasiswa UIN jadi tau lebih banyak tentang pemikir atau ilmuwan Islam. Misal, dalam teori ekonomi islam ada Abu Yusuf, Ibn Taimiyyah, dan Abu Ubaid. Kalau yang dalam negeri ada Adiwarman Karim dan Syafi’i Antonio.

Kiblat pendidikan kampus umum biasanya adalah tokoh-tokoh barat. Misalnya dalam bidang ekonomi, kita mengenal Adam Smith dan Keynes. 

  1. Biasa Dicap Sekuler

Mahasiswa UIN hampir tiap hari kuliah agama. Baca kitab dan buku pemikir atau ilmuwan Islam. Dosennya, banyak lulusan pondok terkenal atau kampus Timur Tengah. Bahkan, enggak sedikit yang dipanggil Kyai.

Akan tetapi, masih ada saja orang yang bilang bahwa mahasiswa atau kampus UIN sekuler. Enggak pernah, tuh, saya mendengar ada yang bilang sebuah kampus umum disebut sekuler. 

  1. Belajar IMKA/TOAFL

Selain skripsi, ada beberapa syarat lain untuk lulus. Syarat lain yang paling umum adalah lulus ujian TOEFL.  

Itu kalau di kampus biasa. Beda kalau di UIN. Syarat lulus di UIN, selain TOEFL, ada IMKA/TOAFL. Semacam TOEFL, tetapi dalam bahasa arab. Jadi, mahasiswa-mahasiswa UIN harus belajar IMKA/TOAFL,agar bisa lulus dari kampus.

Begitu sekiranya beberapa kebiasaan mahasiswa UIN yang jarang ada atau dilakukan mahasiswa kampus umum. Jika kamu mahasiswa atau lulusan UIN, mana kebiasaan yang menurutmu paling berkesan sampai sekarang?

Editor: Widya Kartikasari
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Pencerita Negeri Sipil.

Artikel dari Penulis