Biografi Lionel Messi, the Greatest of All Time

Biografi Lionel Messi, the Greatest of All Time

Biografi Lionel Messi, the Greatest of All Time (GOAT) – Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia bagi semua orang. Terlepas dari kaya atau miskin, ini adalah olahraga yang populer. Bahkan, sepak bola tidak hanya sekadar olahraga, banyak hal menarik yang bisa kita soroti. Sepak bola memiliki kekuatan magis tersendiri. Banyak pemain yang lahir menjadi bintang dan legenda. Salah satunya adalah Lionel Messi. Berikut biografinya seorang Lionel Messi.

Biografi Lionel Messi 

Kehidupan Awal

Lionel Andreas Messi lahir di Rosario, provinsi Santa Fe. Dari orang tua Jorge Horácio Messi seorang pekerja pabrik baja dan Celia María Cuccittini seorang pembersih paruh waktu. Pihak ayahnya berasal dari Ancona, sebuah kota di Italia tempat leluhurnya Angelo Messi berimigrasi ke Argentina pada tahun 1883. 

Dia memiliki dua kakak laki-laki Rodrigo dan Matías dan seorang saudara perempuan María Sol. Pada usia lima tahun, Messi mulai bermain sepak bola di Grandoli, sebuah klub lokal yang dilatih oleh ayahnya Jorge. Pada tahun 1995, Messi bergabung dengan Newell’s Old Boys di kampung halamannya di Rosario. 

Pada usia 11 tahun, Messi didiagnosis memiliki masalah dalam hormon pertumbuhan. Tim elit River Plate tertarik dengan perkembangannya, tetapi mereka tidak memiliki cukup uang untuk perawatannya, yang mencapai $900 per bulan. Direktur olahraga FC Barcelona Carles Rexach melihat bakat Messi karena dia memiliki kerabat di Lleida. 

Rexach menawari Messi kontrak yang tertulis di serbet makan yang terbuat dari kertas. Barcelona telah menawarkan untuk membayar perawatan Messi jika dia ingin pindah ke Spanyol. Messi dan ayahnya kemudian pindah ke Barcelona, ​​​​dan dia bersekolah di akademi muda klub FC Barcelona (La Massia). Dari situlah perjalanan dimulai. 

Perjalanan dan Karir

Lionel Messi melakukan debutnya di tim utama Barcelona pada 16 November 2003. Saat itu, usia Messi baru 16 tahun, empat bulan, dan 23 hari. Dia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-75 dalam pertandingan persahabatan melawan Porto yang dilatih oleh Jose Mourinho. Walaupun hanya laga persahabatan, namun permainan Lionel Messi itu sudah cukup memberikan sinyal kepada dunia bahwa kelak ia akan menjadi bintang.

Baca juga: Biografi Lev Yashin, Kiper Legendaris Uni Soviet Peraih Gelar Ballon D’Or

Sabtu 16 Oktober 2004 adalah hari bersejarah dan selalu dikenang dalam benak Lionel Messi. Pada hari itu, Messi mencatatkan pertandingan resmi pertamanya bersama tim Barcelona. Messi, yang saat itu baru berusia 17 tahun 114 hari, menjadi bagian dari skuad Barcelona untuk pertandingan tandang melawan Espanyol di Jornada ke-7 La Liga divisi teratas Spanyol musim 2004/2005.

Setiap musim Messi selalu mengalami peningkatan dalam kualitas permainan. Hampir setiap pertandingan, Messi menjadi kreator terciptanya gol atau mencetak gol. Di musim 2008/2009, ketika hengkangnya mega bintang Barcelona kala itu Ronaldinho, Messi mewarisi nomor punggung 10. Messi semakin percaya diri setelah banyak mendapatkan kepercayaan di skuad inti Barcelona. Musim 2008/2009 merupakan musim gemilang bagi Barcelona dan Messi. Sebab, di musim tersebut Messi memiliki andil besar dalam mengantarkan Barcelona meraih Treble Winner (Copa Del Rey, La Liga, dan Liga Champions).

1 Desember 2009, Messi mendapatkan penghargaan Ballon d’Or pertama. Penghargaan Ballon d’Or merupakan penghargaan untuk pemain terbaik dunia yang lumayan prestise bagi pemain sepak bola. Rekor demi rekor dipecahkan oleh Lionel Messi. Banyak penghargaan individu maupun klub yang ia dapatkan. Semakin mendedikasikan Lionel Messi sebagai pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. Namun, apa yang Lionel Messi dapatkan selama berkarir di klub, belum cukup menjawab dunia sebagai The Greatest of All Time.

Karir Internasional

Pada Juni 2004 dia melakukan debutnya di Argentina, di mana dia bermain melawan Paraguay dalam pertandingan persahabatan U-20. Dan melakukan debut internasional penuhnya pada 17 Agustus 2005 saat berusia 18 tahun melawan Hungaria. 

Pada 28 Maret 2009, Messi mengenakan nomor punggung 10 untuk pertama kalinya bersama Argentina dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Venezuela. Selain itu, laga ini merupakan laga resmi pertama Diego Maradona sebagai manajer Argentina. Argentina memenangkan pertandingan 4-0 saat Messi membuka skor. 

Pada 17 November 2010, Messi mencetak gol di menit-menit terakhir melawan rival Amerika Selatan Brazil untuk membantu timnya menang 1-0 dalam pertandingan persahabatan di Doha. Ini adalah pertama kalinya dia mencetak gol di tim senior melawan Brazil. 

Karir internasional Lionel Messi ketika di awal debut memang belum begitu dibilang cemerlang. Walaupun saat Olimpiade 2008 pernah memenangkan medali emas bersama dengan Angel Di Maria. Tercatat Messi pernah gagal dalam final 4 kali yaitu final Copa America tiga kali pada 2007, 2015 dan 2016 dan final Piala Dunia 2014 di Maracana, dikalahkan Jerman dalam extra time.

Sempat memutuskan pensiun dari Tim Nasional Argentina pasca kekalahan di final Copa America 2016, namun Kembali ke timnas lagi saat kualifikasi Piala Dunia 2018 di Rusia. Piala Dunia 2018 Rusia Argentina tersingkir di 16 besar oleh Perancis. Messi tidak menyerah dan mencoba kembali di Copa America 2021.  

Penantian Lionel Messi untuk Argentina menjadi juara sudah berakhir. Ia memenangkan gelar pertamanya bersama La Albiceleste setelah memenangkan Copa America 2021. Kemenangan Argentina sekaligus menandai berakhirnya rentetan kekalahan beruntun Lionel Messi. Ini adalah trofi besar pertamanya untuk timnas setelah tiga patah hati di Copa America dan sekali di Piala Dunia. 

Kemudian pada Finalissima 2022, edisi ketiga Piala Champions yang mempertemukan juara UEFA dengan CONMEBOL di Wembley pada 2 Juni 2022, Messi memberikan dua assist dalam kemenangan 3-0 melawan Italia dan dinobatkan sebagai Man of the Match, mengangkat trofi keduanya untuk Argentina.

Pada puncaknya, Piala Dunia 2022 Qatar menjadi saksi sejarah puncak karir Lionel Messi. Argentina berhasil masuk final dan menjadi juara dunia yang ketiga kalinya. Semakin mendedikasikan seorang Lionel Messi sejajar dengan legenda Argentina terdahulu, Diego Armando Maradona dan Mario Kempes yang sebelumnya pernah membawa juara Argentina.

Demikianlah biografi dari Lionel Messi, sang penyandang gelar GOAT.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Bukan seorang kutu buku yang pandai beretorika seperti kawan-kawan lain. Bukan juga aktivis yang gemar demo sana-sini. Hanya seorang yang tidak penting dan memiliki banyak keresahan dalam hidup. Seorang yang ingin mengalihkan keresahan tersebut menjadi sebuah karya yang ciamik. Fans Leo Messi sejak belum punya KTP yang katanya elektronik.

Artikel dari Penulis