3 Ciri Penjual Parfum Isi Ulang Pemula

3 Ciri Penjual Parfum Pemula

3 Ciri Penjual Parfum Isi Ulang Pemula – Sebagai orang yang sudah cukup lumayan lama bergelut di dunia per-parfum-an, kurang lebih sekitar tiga tahun. Wajar jika kemudian saya tahu hal-hal seperti: pertanyaan perihal parfum yang sering dilontarkan pembeli dan aroma parfum yang paling banyak disukai pembeli. Bahkan sampai tahu dan bisa membedakan mana penjual parfum isi ulang yang sudah pro dan mana yang masih noob alias pemula. 

Ya, saya memang tahu ciri-ciri apa saja yang menunjukkan seorang penjual parfum isi ulang yang masih pemula dan yang sudah pro atau ahli. Dari mana saya mengetahuinya? Jawabannya sederhana saja, karena saya juga pernah menjadi penjual parfum yang masih pemula. Toh, setiap orang yang sudah menjadi ahli (di bidang apapun) di dunia ini pada awalnya mereka adalah noob

Berarti sekarang saya sudah pro dong? Dengan menggeluti pekerjaan selama tiga tahun, saya pikir sudah cukuplah untuk membentuk seseorang menjadi ahli. Nah, tanpa perlu berpanjang-panjang lagi, berikut akan saya uraikan beberapa ciri atau tanda yang menunjukkan seorang penjual parfum isi ulang yang masih pemula.

3 Ciri Penjual Parfum Isi Ulang Pemula

1. Menggunakan Takaran saat Mengisi Botol dengan Parfum 

Yang namanya penjual parfum isi ulang sudah pasti yang menjadi salah satu aktivitas utamanya adalah mengisikan parfum untuk para pembeli. Ada dua cara yang umum dilakukan penjual parfum saat mengisi parfum ke dalam botol. Pertama, dengan menggunakan takaran. Kedua, mengisinya dengan menuangkan langsung dari kaleng parfum. 

Baca juga: Empat Alasan yang Menjadikanmu Tak Harus Lari ketika Bertemu dengan Seorang WibuNah, salah satu ciri yang menunjukkan seorang penjual parfum masih pemula bisa dilihat dari caranya saat mengisikan parfum untuk para pembelinya. Bagi pemula, cara yang akan dipakai sudah pasti dengan menggunakan bantuan takaran parfum. Sebab, untuk mengisi parfum dengan menuangkannya langsung dari bibir kaleng ke dalam botol tidak seenteng kelihatannya, loh. Butuh ketelatenan dan jam terbang yang tinggi untuk bisa melakukannya. 

Selain harus tenang saat menuangkan parfum dari kaleng, ukuran lubang botol yang cukup kecil juga menjadi faktor aktivitas mengisi parfum langsung dari kalengnya ini jadi tidak mudah. Jika tidak tenang dan malah gemetaran, parfum pastinya akan mbleber ke sisi luar botol. Alih-alih mengalir masuk ke dalam botol.

Saya masih ingat betul saat masih awal-awal jadi penjual parfum, beberapa kali saya dimarahi oleh bos saya lantaran saat mengisi parfum tanpa menggunakan takaran, banyak parfum yang terbuang sia-sia karena tangan saya yang gemetaran memegang kaleng. 

2. Belum Hafal Nama dan Aroma-Aroma Parfum 

Sebagaimana barang komoditas lainnya yang memiliki beragam merek, parfum juga demikian. Ada sekitar ribuan nama-nama parfum yang beredar di Indonesia saat ini. Saya sendiri baru sekitar tiga ratusan merek parfum yang saya jual saat ini. Setiap nama-nama parfum tersebut tentunya memiliki aroma yang berbeda-beda pula. 

Bagi penjual parfum, merupakan keharusan tersendiri baginya untuk menghafal nama dan aroma-aroma parfum yang ia jual demi memaksimalkan pelayanannya terhadap pembeli. Namun bagi pemula, urusan menghafal nama dan aroma-aroma parfum ini tentu belum bisa dikuasai lantaran belum terbiasa dengan aneka parfum yang jumlahnya sangat banyak ini. 

Mengapa penting bagi penjual untuk hafal nama dan aroma-aroma parfum? Karena akan sangat merepotkan jika penjual tidak menghafalnya. Terkadang ada pembeli yang ingin mengisi ulang parfumnya tapi tidak tahu mereknya, kalau penjual juga tidak tahu bisa-bisa pembeli merasa kecewa dan tidak datang lagi. 

Seperti itulah yang pernah saya alami waktu masih awal-awal, tidak sedikit pembeli saya yang kecewa dan berhenti berlangganan gara-gara saya tidak hafal aroma parfumnya. Bahkan, gara-gara tidak tahu aroma parfum pembeli inilah yang juga pernah membuat saya jadi terpaksa melayani satu orang pelanggan hampir dua jam lamanya hanya untuk mencarikan aroma parfum yang sesuai dengan miliknya. 

Maka, supaya kejadian tersebut tidak terulang lagi, yang saya lakukan adalah setiap ada pembeli yang datang saya akan menempelkan kertas yang bertuliskan merek parfum pembeli di badan botolnya. Tentu saja metode ini cukup efektif untuk diterapkan terutama bagi yang masih pemula biar tidak kebingungan lagi saat ada pembeli yang lupa aroma parfumnya. 

3. Belum Bisa Meracik Parfum

Mengkombinasikan dua aroma parfum yang berbeda merupakan suatu cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan aroma parfum yang mewah dan elegan. Sebenarnya, untuk meracik parfum bukan hanya bisa dilakukan dengan menggunakan dua jenis parfum, kadang juga sampai tiga atau bahkan empat jenis parfum yang dikombinasikan. Asalkan aromanya saling cocok saja dan takarannya pas dan seimbang. Terkadang memang ada pembeli yang ingin diracikkan parfum dengan tujuan supaya aroma parfumnya berbeda dari yang lainnya. Biar anti-mainstream, gitu. 

Baca juga: Panduan Singkat Cara Menjadi MC Dadakan bagi PemulaNamun, untuk urusan meracik parfum ini tentu saja hanya bisa dilakukan oleh yang sudah lama berkecimpung di dunia per-parfum-an dan sudah ahli dalam meracik. Pasalnya, perkara meracik parfum ini memang bukan hal yang mudah. Butuh kecermatan serta kejelian dalam menganalisa dua jenis atau lebih aroma parfum yang akan dicampur, apakah aromanya saling cocok, saling ketemu dan balance, atau malah sebaliknya. Belum lagi takaran campurannya pun juga harus pas dan seimbang. Sedikit saja terjadi kekeliruan, hasil racikannya tentu akan melenceng dari yang diharapkan.

Nah, inilah juga yang menjadi salah satu ciri yang menunjukkan penjual parfum isi ulang masih pemula, bahwa proses meracik parfum yang cukup kompleks itu tentunya belum bisa dilakukan. Mereka masih dalam tahap proses pengenalan terhadap aneka macam aroma parfum. 

Itulah tiga ciri yang menunjukkan penjual parfum isi ulang yang masih pemula. Jika kamu berkunjung ke sebuah toko parfum isi ulang dan mendapati penjualnya masih menggunakan takaran parfum saat mengisikan parfum untuk pembelinya, yakinlah penjualnya masih pemula. Atau jika kamu ternyata kebetulan adalah seorang penjual parfum isi ulang dan kamu belum bisa meracik parfum, itu tandanya kamu masih berada di kasta pemula.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Hanya manusia biasa, asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat. fb: Riad Al Bat

Artikel dari Penulis