Contoh dan Cara Membuat Rumusan Masalah Karya Ilmiah

Contoh dan Cara Membuat Rumusan Masalah

Artikel ini akan fokus membahas tentang cara membuat rumusan masalah dan contoh rumusan masalah dalam karya ilmiah.

Karya ilmiah mempunyai susunan pikiran yang lebih objektif sehingga terdapat perbedaan cukup signifikan dengan karya tulis fiksi. Tata bahasa, gaya bahasa, struktur kepenulisan, dan sistematikanya pun sangat berbeda. Salah satu aspek penting dalam karya ilmiah adalah rumusan masalah. Sesuai pedoman karya ilmiah berdasarkan Peraturan Kepala LIPI No. 4 Tahun 2012, bahwa setiap karya ilmiah (populer atau murni, dalam bentuk apapun) wajib memiliki aspek rumusan masalah.

Permasalahan atau rumusan masalah, untuk semua bidang ilmu (dalam penelitian), menunjukkan fenomena yang ada dan wajib dikaitkan dengan ranah ilmu pengetahuan. Permasalahan diidentifikasikan dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian.”

Hal tersebut menunjukkan bahwa rumusan masalah adalah hal yang penting untuk diperhatikan saat membuat karya ilmiah, penelitian, makalah, maupun skripsi. Di dalam sebuah penelitian, rumusan masalah adalah faktor kunci untuk menemukan solusi dari masalah yang menjadi fokus dalam penelitian tersebut. Jika tidak, pembahasan dalam tulisan akan melebar dari fokus permasalahan yang seharusnya dan tentunya dapat memengaruhi hasil akhir penelitian.

Baca juga: Cara Menulis Footnote (Catatan Kaki) Lengkap Sistematika dan Contoh

Pengertian Rumusan Masalah

Berdasarkan penjabaran di atas, maka bisa dikatakan bahwa rumusan masalah adalah pertanyaan terkait masalah-masalah yang akan diselesaikan melalui penelitian atau karya ilmiah. Sedangkan jawaban dari pertayaan-pertanyaan tersebut akan lahir dari proses olah data yang selanjutnya dibahas di pembahasan.

Rumusan masalah terletak di bagian pendahuluan. Pendahuluan merupakan bagian awal atau pembuka dari suatu karya ilmiah. Tujuan utamanya tentu untuk menarik minat pembaca. Di dalam pendahuluan inilah secara perlahan pembaca dapat menangkap isi karya ilmiah. Penulis karya ilmiah biasanya menuntun pembaca memahami latar belakang permasalahan, solusi-solusi yang sudah pernah ada, hingga pertanyaan spesifik di akhir yang mengerucutkan inti dari masalah. Pertanyaan spesifik inilah yang nanti akan menjadi inti atau fokus bahasan di bagian pembahasan.

Namun, terkadang banyak yang masih kebingungan menyusun kerangka rumusan masalah. Kebingungan tersebut muncul karena adanya kesulitan dalam mengungkapkan ide atau pertanyaan dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui tahapan-tahapan dalam menyusun rumusan masalah.

Cara Membuat Rumusan Masalah

1. Cari permasalahan

Ini adalah inti dan permulaan dari segala jenis penelitian. “Mencari masalah di sekitar“. Masalah apapun itu, yang penting sesuai dengan ranah penelitian. Apakah itu ilmu alam, sosial, ekonomi, atau disiplin ilmu lainnya. Semua penelitian pada dasarnya adalah mencari solusi atau menyelesaikan suatu permasalahan melalui penelitian tersebut. Hal ini membutuhkan pola pikir kritis yang tajam.

2. Gunakan strategi 5W+1H

Setelah menemukan masalah, maka yang selanjutnya adalah membuat pertanyaan yang berkaitan dengan masalah tersebut menggunakan strategi 5W+1H sebanyak mungkin, agar nantinya dapat di-filter mana yang sekiranya menarik dan berkaitan dengan ranah penelitian. Semakin banyak pertanyaan, maka semakin banyak pula variasi pilihan fokus masalah.

Baca juga: Rekomendasi Platform Blog untuk Menulis

3. Optimalkan rumusan masalah secara kreatif dan spesifik

Kerucutkan pertanyaan-pertanyaan tadi menjadi lebih spesifik dan kreatif agar sesuai dengan penelitian karya ilmiah. Jangan lupa untuk membentuknya sesuai dengan pedoman, yaitu singkat, padat, dan jelas (seperti pertanyaan, jangan bertele-tele).

Contoh Rumusan Masalah

#Rumusan masalah deskriptif

(Biasanya atau kebanyakan terdapat dalam penelitian kualitatif atau kajian literatur)

  • Apa penyebab terjadinya Kekerasan Seksual Berbasis Gender Online (KBGO)?
  • Apa upaya yang tepat untuk meminimalisir terjadinya Kekerasan Seksual Berbasis Gender Online (KBGO)?
  • Bagaimana peran masyarakat dan upaya pemerintah dalam menangani Kekerasan Seksual Berbasis Gender Online (KBGO)?

#Rumusan masalah komparatif

(Biasanya atau kebanyakan terdapat dalam penelitian kuantitatif)

  • Adakah perbedaan signifikan antara kecepatan pemrosesan SSD merk A dengan merk B?
  • Adakah perbedaan signifikan antara penggunaan pupuk kompos dan pupuk kimia pada pertumbuhan tanaman jagung?

#Rumusan masalah asosiatif

  • Bagaimana efektivitas model pembelajaran guided inquiry pada kemampuan berpikir kritis peserta didik?
  • Adakah hubungan antara bantuan dana sosial pemerintah dengan kualitas padi hasil panen petani?

Ingat, bahwa rumusan masalah akan mempengaruhi jenis metode penelitian yang digunakan, mulai dari sampling, desain penelitian, hingga metode analisisnya.

Seperti itulah beberapa contoh rumusan masalah dan bagaimana cara membuatnya.

Editor: Widya Kartikasari
Illustrator: Natasha Evelyne Samuel

Kennis zonder daad is doelloos, daad zonder kennis is richtingloos.

Artikel dari Penulis