Tips Menulis Karya Ilmiah Populer

Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer

Tips Menulis Karya Ilmiah Populer

Artikel ilmiah populer merupakan bentuk manifestasi dari ilmu pengetahuan (karya ilmiah) ke pembaca secara populer atau mudah dipahami, sehingga struktur dan gaya bahasanya sebisa mungkin dibuat lebih sederhana. Hal ini ditujukan agar pembaca awam dapat memahami makna karya ilmiah yang normalnya menggunakan bahasa “ndakik” dengan bahasa, istilah, dan struktur kalimat yang lebih sederhana.

Penjelasan singkat terkait artikel ilmiah populer di atas, mungkin menjadikannya seperti sesuatu yang simpel, sederhana, dan “hanya seperti itu“. Namun, walaupun terlihat mudah, nyatanya mengubah karya ilmiah menjadi artikel ilmiah populer (sederhana) memiliki tingkat kesulitan relatif tinggi, karena harus membumikan bahasa karya ilmiah tersebut ke bahasa sederhana tanpa menghilangkan makna yang sebenarnya. Membumikan karya ilmiah yang awalnya menggunakan bahasa dan istilah khusus yang mungkin hanya dipakai dalam rumpun karya ilmiah itu sendiri, tentunya membutuhkan kejelian, apalagi tujuan akhirnya adalah agar dapat dicerna oleh pembaca secara umum. Berikut ada beberapa tips yang dapat kita gunakan untuk meracik karya ilmiah menjadi artikel ilmiah populer.

Baca juga: Perbedaan Karya Tulis Fiksi dan Nonfiksi

1. Kata Ganti

Untuk mengubah penggunaan bahasa menjadi lebih sederhana, kita dapat menggunakan kata ganti. Sebagai contoh, biasanya di dalam karya ilmiah terdapat beberapa kata yang cenderung lebih teoritis dan asing karena mungkin dikhususkan untuk rumpun dari karya ilmiah itu sendiri. Untuk itu, penting bagi kita mengubah terminologi atau istilah-istilah tersebut agar pembaca awam tidak kebingungan.

2. Struktur

Menggunakan rumus IRFM (Implications, Findings, Results, and Methodology), yaitu memaparkan metodologi di akhir artikel dan menjelaskan hasil pembahasan di awal artikel populer, agar pembaca awam dapat menangkap maksud dari tulisan. Berbeda dengan karya ilmiah yang lebih menekankan metode pada bagian awal karya ilmiah, bukan hasil pembahasan.

3. Gaya Bahasa

Menggunakan gaya bahasa yang sederhana, jelas, dan tidak berbelit-belit. Penulisannya menggunakan bahasa yang umum dan diketahui oleh semua kalangan. Jelaskan isi tulisan secara sederhana. Pastikan untuk memperhatikan ejaan dan judul yang sesuai dengan pembaca serta jangan terlalu kaku.

Baca juga: Keunikan Bahasa Terkadang Rentan Menimbulkan Salah Paham

4. Metode Penelitian

Dalam karya ilmiah pasti ada metodeny. Nah, tugas kita adalah membumikan istilah-istilah maupun metode tersebut secara sederhana dan jelas. Ingat, kuncinya jangan terlalu ndakik-ndakik, karena rata-rata pembaca tidak terlalu tertarik dengan metodenya, yang penting isi dan kesimpulannya.

Pada hakikatnya, penulis artikel ilmiah populer harus paham betul terkait tips-tips di atas, karena target audiensnya pun sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan karya ilmiah yang target audiensnya adalah kalangan akademisi. Tantangan terbesar ketika membumikan karya ilmiah menjadi artikel ilmiah populer tentu saja bagaimana cara penulis untuk tidak menghilangkan makna dan substansi dari karya ilmiah tersebut, namun mampu menarik perhatian semua kalangan. Pengolahan kata-kata menjadi kalimat yang sederhana, sehingga membentuk rangkaian kalimat yang dapat dimengerti oleh pembaca awam merupakan kunci dari penulisan karya ilmiah populer.

Demikian beberapa tips dalam menulis karya ilmiah populer.

Illustrator: Umi Kulzum Pratiwi Nora Putri

Kennis zonder daad is doelloos, daad zonder kennis is richtingloos.

Artikel dari Penulis