Dakwah dan Jejak Ajaran Islam Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Baar di Ternate

habib muhammad

Dakwah dan Jejak Ajaran Islam Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Baar di Ternate – Sejarah masuknya Islam ke suatu daerah merupakan peristiwa penting yang memengaruhi budaya dan cara berpikir masyarakat setempat. Islam telah menyebar ke seluruh Nusantara, termasuk Maluku. Di Maluku, Islam masuk melalui jalur perdagangan pada abad ke-15 (Fadhly, 2019).

Alasan kenapa Islam masuk lewat jalur perdagangan, karena pada awal abad ke-15, Maluku dikenal sebagai kepulauan rempah-rempah yang menjadi sasaran para pedagang asing untuk mendapatkan cengkeh dan buah pala.  Maluku adalah daerah yang mashur di seantero dunia karena kesermerbakan aroma rempahnya. 

Daerah ini merupakan penghasil rempah, terutama cengkeh dan pala yang saat itu merupakan komoditi incaran para komunitas niaga dunia. Keharuman komoditas ini semakin semerbak hingga memikat para pedagang asal Arab untuk berkompetisi dalam arus perdagangan bersama dengan pedagang asal India dan Cina (As’ad, 2014). Kedatangan orang-orang Arab ini juga menandai awal masuknya agama Islam di Maluku. 

Baca juga: Habib Hamid bin Abbas Bahasyim dan Perannya dalam Syiar Islam di Kota Banjarmasin

Proses islamisasi membawa dampak besar bagi peradaban masyarakat, salah satunya melalui peran para ulama. Salah satu ulama yang berjasa dalam menyebarkan Islam di Ternate adalah Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Baar.

Biografi Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Baar

Habib Muhammad Al-Baar aktif menyebarkan ilmu kepada masyarakat Ternate dan daerah lain yang berada di bawah kekuasaan Sultan Ternate, termasuk Maluku Utara. Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Baar, yang dikenal dengan sebutan Matuang Ololamoko atau guru besar, merupakan putra tunggal Habib Abdurrahman bin Hasyim Al-Baar yang menikah dengan seorang wanita asal Surabaya. 

Sejak kecil, Habib Muhammad Al-Baar diasuh dan dididik langsung oleh ayahnya. Kemudian, beliau dikirim ke Hadramaut untuk memperdalam ilmu agama. Setelah menyelesaikan pendidikannya, beliau kembali ke Indonesia dan menetap di Surabaya. Tak lama kemudian, Sultan Ternate H. Muhammad Usman Syah mengundangnya untuk mengajarkan agama Islam di wilayah Kesultanan Ternate.

Dakwah dan Jejak Ajaran Islam Habib Muhammad Al-Baar

Dalam menjalankan syiar Islam di wilayah Kesultanan Ternate, Habib Muhammad Al-Baar mengikuti jejak pendahulu di kalangan ulama Alawiyyin keturunan, Nabi Muhammad Saw. Beliau mengajarkan beberapa prinsip penting kepada masyarakat, di antaranya:

1). Menanamkan kepercayaan kepada Allah Swt atau yang lebih dikenal dengan sebutan ilmu tauhid, yaitu ilmu tentang keimanan yang murni. 

2). Menanamkan dan mengamalkan akhlak yang baik, seperti saling hormat menghormati, jujur, tawadhu, rajin , dan Ikhlas. 

3). Menumbuhkan kesadaran amar ma’ruf dan nahi munkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.. 

4). Menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan ketaatan kepada guru. 

Keempat ajaran ini yang selalu ditanamkan oleh Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Baar kepada para murid dan anak-anaknya yang berjumlah 30 orang, terdiri atas 19 laki-laki dan 11 perempuan. Anak-anak beliau, termasuk Habib Hasyim bin Muhammad Al-Baar atau Matuang Kota Malibuku, kemudian melanjutkan dakwah Islam di wilayah Kesultanan Ternate.

Baca juga: Dakwah Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri (Pangeran Wirokusumo) dan Penyebaran Islam di Kota Jambi

Selain berdakwah, Habib Muhammad Al-Baar juga meninggalkan beberapa nasihat berupa tamsil atau tulisan dalam bahasa Ternate yang mengandung kata-kata hikmah. Beberapa di antaranya mengajarkan pentingnya menuntut ilmu, mematuhi perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya (Nomay, 2024):

  • Sudo tagi fomadoto fomasisari (perintah menuntut dan mendalami ilmu)
  • Guru-guru lamo-lamo sengawuwaro (pada guru-guru besar yang berpengetahuan luas)
  • Gugu jou ngasusudo isigou-gou (patuh melaksanakan perintah Allah dengan sungguh-sungguh)
  • Adi jou nngalarangan imararo (begitu pula dengan larangan Allah, mereka hindari)
  • Nomadoto ilmu, lanosalamat (tuntulah ilmu agar engkau selamat) 

Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Baar menjadi sosok penting dalam sejarah penyebaran Islam di Ternate. Jejak dakwah dan ajarannya terus mengakar kuat, diwariskan kepada generasi penerus, dan memperkaya kehidupan spiritual masyarakat hingga hari ini.

Referensi

Fadhly, M. (2019). Islamisasi dan Arkeologi Islam di Susupu Jailolo. Intizar UIN Raden Fatah.

As’ad, M. (2014). H. Salim M. AlBaar: Ulama dan Tokoh pendidikan di Ternate. Al-Qalam.

Nomay, U. (2024). Penguatan Identitas Orang-Orang Arab Dalam masyarakat Jailolo. Martabe: Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Bagikan di:

Artikel dari Penulis