Hewan Mitologi yang Menjadi Nama Kereta di Indonesia

Hewan Mitologi yang Menjadi Nama Kereta di Indonesia

Hewan Mitologi yang Menjadi Nama Kereta di Indonesia – PT. Kereta Api Indonesia (KAI) selalu memberikan inovasi terbaik dalam melayani konsumennya. Salah satu inovasi mereka tahun ini adalah Kereta Panoramic. Kereta yang memiliki spesifikasi khusus agar penumpangnya dapat menikmati panorama selama perjalanan. Inovasi yang cukup luar biasa, bukan?

Meskipun kerap berinovasi, sebenarnya KAI enggak pernah lupa dengan akar budaya Indonesia. Salah satu buktinya adalah penamaan beberapa kereta api di Indonesia. Seperti penggunaan nama hewan mitologi yang terdapat dalam budaya Indonesia. Berikut informasi beberapa nama hewan mitologi di Indonesia yang menjadi nama kereta api.

  1. Sembrani

Dalam dunia pewayangan, Sembrani digambarkan sebagai sosok kuda putih gagah yang memiliki sayap seperti burung. Sembrani sangat mirip dengan hewan mitologi Yunani, yaitu Pegasus. Pada cerita pewayangan, Sembrani menjadi kuda tunggangan Batara Wisnu. 

Sedangkan Kereta Api Sembrani menjadi “tunggangan” bagi para penumpang rute Stasiun Gambir Jakarta-Stasiun Pasar Turi Surabaya. Jalur yang dilalui oleh kereta ini adalah jalur utara Pulau Jawa. Kereta ini mulai beroperasi pada 1 Oktober 1995.

  1. Gumarang

Hewan mitologi ini berasal dari Provinsi Jawa Barat. Konon, Gumarang merupakan jelmaan orang sakit dalam perwujudan sapi hutan. Gumarang digambarkan memiliki tubuh yang kekar, kuat, dan lincah. 

Nama Gumarang dijadikan nama kereta api rute Stasiun Pasar Senen-Stasiun Pasar Turi. Jalur yang dilintasi oleh Kereta Api Gumarang adalah jalur utara Pulau Jawa. Kereta ini beroperasi tidak selama kereta-kereta yang lain, tepatnya dimulai pada 20 Mei 2001.

  1. Taksaka

Dalam mitologi Bali, Taksaka merupakan ular yang berada di kayangan. Taksaka digambarkan mirip dengan naga dalam mitologi Cina. 

Untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang gemar plesiran ke Jogja, pasti enggak asing dengan keberadaan Kereta Api Taksaka. Pasalnya, Kereta Api Taksaka dapat mengantarkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya sampai ke Stasiun Tugu Yogyakarta.

Sejarah Kereta Api Taksaka sendiri dimulai pada 19 September 1999. Kemudian pada 23 September 2022, Kereta Api Taksaka mengalami re-branding dengan tujuan menyasar pada pangsa pasar penumpang muda.

  1. Lodaya

Selain menjadi nama kereta api, Macan Lodaya juga menjadi lambang dari Polda Jawa Barat. Hewan ini sangat populer dalam mitologi masyarakat Sunda dan berhubungan erat dengan Prabu Siliwangi.

Maka dari itu, Lodaya disematkan oleh KAI. Kereta Api yang melintasi rute Bandung-Solo. Gambaran sosok Macan Lodaya sendiri berwarna hitam dengan penampakan yang garang, khas seekor pemangsa tertinggi di hutan.

  1. Sancaka

Dari namanya saja, kamu tentu sudah bisa menebak bahwa ini merupakan salah satu hewan mitologi  jenis ular. Sancaka ini bukan sembarang ular atau ular biasa. Sancaka adalah ratunya ular yang dapat mengayomi serta bisa bertahan dalam segala kondisi dan keadaan. 

KA Sancaka menghubungkan Kota Surabaya dengan Yogyakarta. Pada 20 Mei 1997, Kereta Api Sancaka pertama kali beroperasi di Indonesia. 

  1. Turangga

Secara penampakan, sosok hewan mitologi ini mirip dengan kuda putih pada umumnya. Yang berbeda cuma kecepatan kuda ini. Konon katanya, hewan mitologi ini punya kecepatan yang luar biasa sehingga raja-raja Jawa pada zaman dahulu menjadikannya sebagai tunggangan utama.

Mungkin karena itu pula Turangga dijadikan salah satu nama kereta oleh PT. KAI. Kereta Api Turangga melayani perjalanan Bandung-Surabaya Gubeng. Kereta ini mulai beroperasi sejak 1 September 1995.

Begitu sekiranya beberapa nama hewan mitologi yang menjadi nama kereta api di Indonesia. Jika akar perusahaannya sudah mengusung budaya Indonesia, apapun buah inovasi yang dihasilkan, akan sesuai dengan adat istiadat dan norma masyarakat kita. Dan tentu bisa bikin nyaman dan aman selama perjalanan.

Editor: Widya Kartikasari
Illustrator: Salman Al Farisi

Bagikan di:
Pencerita Negeri Sipil.

Artikel dari Penulis