Intrik-Intrik di Dunia Mahasiswa

Intrik-Intrik Di Dunia Mahasiswa

Intrik-Intrik di Dunia Mahasiswa – Sering ketika musim baru kuliah, saya pakai istilah “musim” biar keren sekaligus mengungkapkan rasa kangen dengan musim baru liga sepak bola Indonesia yang tak kunjung ada titik terang untuk diadakan kembali. Kembali ke pembahasan, dari dimulainya musim ajaran baru dengan ditandai kick off (ospek), ramai para organisasi mempromosikan segala sesuatu yang mereka miliki untuk menggaet kader atau anggota baru.

Setiap organisasi yang ada dalam kampus memiliki ciri khas masing-masing. Dari ciri khas yang dimiliki kemudian ditampilkan sebagai bahan iklan yang dilakukan untuk mendapatkan kader baru sebagai pemegang ruh kehidupan organisasi selanjutnya.

Bahkan terkadang sampai ada yang buat pamflet atau baliho depan kampus bertuliskan “selamat datang mahasiswa baru” dengan terpampang foto dari ketua organisasi yang lebih besar dari tulisan ucapannya mirip baliho partai yang ada di jalanan atau bertebaran di media sosial.

Gaya aktivisme semi partai politik dari organisasi mahasiswa masa kini menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa baru untuk gabung dan menjadi bagian dari mereka.

Senior organisasi mahasiswa dengan gaya orasi yang menggebu-gebu, bacaan buku tebalnya seperti bantal, diskusi dengan perdebatan yang sudah masuk tingkatan tahap bangsa dan negara, serta tampang necis sok berandal menjadi ciri khas keteladanan mahasiswa aktivis organisasi.

Bagi mahasiswa baru yang ketika sekolah hanya membaca buku ajar dan terkadang sudah ada jawabannya secara tekstual, ketika melihat teladan dari senior-senior organisasi yang ada di kampus mereka terpesona.

Mereka mencoba terjun di dunia yang “keras” dengan harapan mendapat ending cemerlang seperti para pendahulunya yang sekarang sedang di kursi yang kalau diduduki bisa buat nyaman dan jadi rebutan banyak orang.

Biasanya mahasiswa baru diberi suntikan motivasi bahwa peran mahasiswa sangatlah besar; yaitu membawa dampak perubahan bagi masyarakat, agen kontrol sosial terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peran strategis sebagai mahasiswa diharapkan mampu membawa tongkat estafet perjuangan dalam membawa kemajuan, persatuan dan keutuhan bangsa. Namun terkadang diskusi demi bangsa dan negara ini dilakukan sampai berlarut-larut malam dengan mitos-mitos yang tak kunjung terpecahkan seperti obrolan duluan mana telur sama ayam. Tapi tunggu dulu, kok ngomongin bangsa? Emang bisa? Iya kan cuma omong doang nggak susah kok abis itu tidur sampai siang nanti lanjut lagi. 

Ada yang bilang kampus itu miniatur negara. Jadi di dalamnya ada namanya BEM yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan dan senat mahasiswa yang berfungsi membuat kebijakan semacam Presiden dan DPR, keduanya saling keterkaitan.

Tapi tunggu dulu, itu secara fungsional kalau secara operasional tentu beda lagi. Saya sepakat kalau kampus merupakan miniatur negara, sebab banyak sekali perilaku atau tindakan yang menyerupai kegiatan negara. Seperti, pejabat kampus (aktivis organisasi mahasiswa) yang korupsi dan mendominasi seluruh fasilitas kampus, pemilihan presma, gubernur atau walikota mahasiswa yang tidak demokratis dan kurang transparan, mahasiswa yang apatis, apatis dalam artian tidak mau ikut-ikutan pokoknya kuliah pulang ngerjain tugas.

Hal semacam itu jarang sekali tersorot oleh publik, yang terlihat hanyalah ketika ada masalah sosial kemudian para aktivis organisasi tersebut turun ke jalan dengan dalih mau memperjuangkan hak rakyat. Sehingga seluruh rakyat yang haknya merasa diperjuangkan ramai-ramai bersorak meriah mendukung mereka. 

Dari cerita di atas memang tidak semua mahasiswa seperti itu, tapi cerita itu juga memang nyata keberadaannya. Jika kalian membaca hal tersebut ketika menjadi seorang mahasiswa baru, saya tidak ingin menurunkan semangat kalian untuk ikut organisasi. Kalian punya hak untuk memilih dan kalau yang baca ini adalah para aktivis organisasi kampus yang seperti cerita di atas, sadarlah heii! anda sering mengritik negara sedangkan anda secara tidak langsung mempraktikkan apa yang dilakukan negara.

Juga teruntuk kalian yang belum menjadi mahasiswa namun ada niatan untuk jadi mahasiswa, kalian bisa mempersiapkan diri sebelum masuk kesana. Apalagi biaya kuliah sekarang mahalnya minta ampun. Untuk kalian juga yang sudah mahasiswa tapi tak jadi apa-apa kalian punya kelebihan walaupun cuma berat badan tapi itu bisa kalian manfaatkan untuk kebaikan. Lakukan yang ingin kalian lakukan selagi belum ditangap polisi gara-gara UU ITE!

Bukan seorang kutu buku yang pandai beretorika seperti kawan-kawan lain. Bukan juga aktivis yang gemar demo sana-sini. Hanya seorang yang tidak penting dan memiliki banyak keresahan dalam hidup. Seorang yang ingin mengalihkan keresahan tersebut menjadi sebuah karya yang ciamik. Fans Leo Messi sejak belum punya KTP yang katanya elektronik.

Artikel dari Penulis