Search
Close this search box.

Ditinggal Menikah dan Belum Move On

DITINGGAL MENIKAH DAN BELUM MOVE ON

Ditinggal Menikah dan Belum Move On – Dear #WargaKapito yang budiman, ijinkan saya untuk berbagi cerita tentang curhatan orang yang ditinggal menikah oleh kekasihnya tercinta. Siapa tahu melalui tulisan ini pembaca bisa mendapatkan pencerahan.

Ditinggal menikah bukanlah perkara yang mudah. Apalagi jika masih belum bisa melupakan kenangan yang sudah dijalani berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun. Kenangan yang pernah diukir bersama kini hanya menyisakan keluh kesah. Bagi pihak yang ditinggal pasti ini sungguh menyiksa. 

Saya tak paham betul bagaimana rasanya ditinggal menikah oleh orang yang kita sayangi karena belum pernah merasakan dan saya juga tidak berharap itu terjadi kepada saya pribadi. Amit-amit. Akan tetapi, saya seringkali mendengarkan curhatan teman-teman saya yang ditinggal menikah dan mereka belum bisa melupakan pasangannya atau belum bisa move on. Pagi, siang, sore bahkan sampai malam merenung sambil mendengarkan lagu galau. Hanya itu saja yang mereka lakukan ketika teringat mantan kekasih yang sudah menikah dengan orang lain. Kalau dalam lagu “Pingal” yang dinyanyikan Guyon Waton, “opo kuwe ra kroso abote atiku, kudu kelangan wong sing paling tak tresnani, rajenak dolan, rajenak mangan nek ra mok dulang”. Yah, intinya itu sungguh menyiksa. Makan tak enak, tidur tak nyenyak.

Baca juga: Pergi ke Pernikahan Mantan adalah Hal yang Paling Menyebalkan

Banyak sekali alasan mengapa sampai ditinggal menikah, mulai dari alasan pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Bahkan alasan klasik yang sering muncul adalah ingin fokus kuliah dan ingin fokus kerja, padahal itu hanyalah alasan mereka yang sudah bosan terhadap pasangannya atau bisa jadi sudah memiliki pasangan baru yang lebih mapan dibanding pasangan sebelumnya. Setiap kali saya mendengarkan curhatan orang yang ditinggal menikah, saat itulah saya berdoa, “ya Allah, semoga ini tidak terjadi di kehidupanku, aamiin.” Saya tidak perlu mencobanya, mendengarkan curhatannya saja saya ikut sedih dan takut jika itu terjadi pada saya.

Salah satu teman saya yang ditinggal menikah oleh pasangannya, sampai sekarang pun dia masih berharap pasangannya kembali. Padahal, pasangannya sudah menikah satu tahun yang lalu. Waktu saya tanya kenapa dia masih berharap, dia menjawab, “bagaimana bisa lupa, ini kejadian kedua kalinya saya ditinggal menikah dan kali ini saya sudah pacaran 4 tahun lamanya. Kalau saya kredit motor sudah lunas. Tapi ujung-ujungnya saya hanya menjaga jodoh orang.” Begitu kalimat yang dilontarkan oleh teman saya sambil mengelus dadanya. Sakit sekali hati saat mengingat mantan pacar yang sudah diambil orang lain, katanya. “Sabar ya, Bro. Pasti ada gantinya yang lebih baik dari dia. Besok saya carikan yang lebih cantik dari dia. Ingat skenario Allah lebih baik daripada skenario manusia”, jawab saya yang sok bijak dan sedikit menghibur agar dia tidak selalu mengingat mantannya.

Jadi, sebenarnya memilih pasangan itu bisa dikatakan mudah dan bisa dikatakan sulit, tergantung pada individu masing-masing. Kalau dari awal sudah berkomitmen untuk menikah, pasti akan tetap bertahan walaupun banyak sekali masalah yang muncul. Karena setiap kisah asmara tidak selamanya mulus seperti wajahnya Ariel Tatum, tetapi juga bisa kasar dan bergelombang seperti jalan di daerah rumah saya. Sayangnya alur asmara yang terjadi pada teman saya itu yang kedua, kasar dan bergelombang. 

Pesan untuk Orang yang Ditinggal Nikah

Sedikit pesan saya buat orang-orang yang pernah ditinggal menikah. Pertama, yang harus kita pahami betul adalah semua orang yang terlibat dalam percintaan berhak untuk menentukan keputusan. Semenyakitkan apa pun itu, tetap saja dia berhak untuk memilih tidak melanjutkan hubungannya dengan kita. Jika dipaksakan malah jadi runyam. Saya yakin dia pun punya pertimbangan yang sangat masuk akal ketika memilih menikah dengan orang lain. Dia berhak memilih yang lebih mapan dan punya masa depan yang jelas. Sebab pada akhirnya, rumah tangga akan menyangkut urusan banyak hal, kebutuhan ekonomi adalah salah satunya. ‘Kan membangun cinta itu pakai perasaan, tetapi mempertahankan nya itu pakai penghasilan.

Kedua, lupakan saja mantan. Kelak kita akan menemukan deretan orang-orang yang jauh lebih baik dari dia. Toh, bukan hanya anda saja yang putus terus ditinggal menikah. Ada juga yang sudah menyebar undangan, tetapi tidak jadi menikah. Secara psikologis, melihat orang yang lebih apes dari kita itu akan membuat kita lebih bersyukur dalam diri kita. Rasa syukur itu yang membuat kita menjadi tangguh dan lebih kuat. Tidak perlu memikirkan dia yang sudah jadi milik orang lain. Toh, dia sudah tidak memikirkanmu dan sudah bahagia dengan pasangannya. Syukuri perpisahannya dan yakinlah bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik dari dia. 

Yang terakhir mulailah memperbaiki diri agar tidak ditinggal pasangan karena masa depan yang belum jelas. Yang lalu dijadikan sebuah pengalaman dan yang sekarang diperbaiki untuk masa depan.

Turn the pain into power.

Semoga tulisan ini bermanfaat buat kalian pejuang Move on

~AWAN

Editor: Widya Kartikasari
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Saya orangnya suka sekali mendengarkan curhatan orang” di sekitar saya, tetapi saya tidak suka curhat ke manusia karena manusia tidak bisa di percaya. Saya suka makan nasi goreng dan saya suka warna biru.

Artikel dari Penulis