Biografi Oskar Schindler, Penyelamat Kaum Yahudi di Era Nazi Jerman

Oscar Schindler

Biografi Oskar Schindler, Penyelamat Kaum Yahudi di Era Nazi Jerman – Sejak Nazi Jerman berkuasa di bawah kepemimpinan Adolf Hitler, Nazi telah banyak melakukan kekejaman, terutama terhadap kaum Yahudi. Di era itu, kaum Yahudi hidup di dalam bayang-bayang kekerasan. Hal itu bukan tanpa alasan, melainkan sengaja dilakukan oleh Hitler karena kebenciannya terhadap kaum Yahudi. Bahkan, kebenciannya terhadap kaum Yahudi ini telah menjadi dasar ideologi Nazi Jerman berdasarkan ras. 

Kekerasan dan kekejaman yang dilakukan oleh Nazi terhadap kaum Yahudi di kemudian hari akan dikenal sebagai tragedi holocaust. Holocaust adalah peristiwa pembantaian atau pembunuhan sistematis terhadap kaum Yahudi oleh Nazi Jerman. Holocaust berasal dari bahasa Yunani yang artinya “pengorbanan dengan api”. Sejak tahun 1960-an, istilah ini digunakan untuk menggambarkan genosida terhadap kaum Yahudi

Mungkin, sebagian dari kita akan bertanya-tanya mengapa dan apa alasan Adolf Hitler dengan Nazi-nya bisa membenci kaum Yahudi sehingga harus membantainya secara kejam. Untuk memahaminya, kita harus melihat dahulu kondisi Jerman pasca kekalahannya di perang dunia I. Saat itu, Adolf Hitler muda sangat marah atas kekalahan Jerman dalam perang dunia I. Hal ini karena pasca perang dunia I berakhir, kondisi Jerman mengalami hiperinflasi dan kelaparan yang terjadi di mana-mana. 

Adolf Hitler kemudian menganggap bahwa kekalahan Jerman dengan segala permasalahannya terjadi akibat pengkhianatan kelompok Yahudi. Bahkan, Yahudi di Jerman dituding berkonspirasi mengalahkan Jerman dalam perang. Kaum Yahudilah yang membuat segala-galanya menjadi menderita. Kebencian ini semakin menjadi-jadi tatkala Hitler mulai membanggakan jati diri dari ras sebuah bangsa, khususnya apa yang ia sebut sebagai ras Arya. 

Bagi Nazi, orang Jerman merupakan anggota ras “Arya” yang dianggap superior. Mereka melihat apa yang disebut ras Arya Jerman sebagai ras terkuat dan paling berharga. Sedangkan menurut Nazi, orang Yahudi bukanlah ras Arya. Nazi menganggap kaum Yahudi sebagai ras rendahan yang harus terpisah dari ras Jerman. Maka, sejak naiknya Hitler ke tampuk kekuasaan, kaum Yahudi tidak punya pilihan hidup, selain harus dimasukkan ke kamp konsentrasi untuk dimusnahkan. Tetapi di tengah-tengah harapan kaum Yahudi yang hampir musnah, terdapat seseorang yang masih peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan. 

Diantara orang yang masih peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan di tengah kekejaman Hitler terhadap kaum Yahudi, adalah Oskar Schindler. 

Oskar Schindler dan Jasa-Jasanya Menyelamatkan Kaum Yahudi

Oskar Schindler (1908-1974) dilahirkan di Svitavy (Zwittau), Moravia, yang saat itu adalah provinsi dari monarki Austria-Hongaria. Ia anak tertua yang lahir di keluarga pengusaha mesin pertanian. Schindler sendiri pernah bekerja sebagai intelijen untuk Nazi Jerman pada tahun 1936. Usai Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939, Schindler pindah ke Krakow dan aktif berinteraksi di pasar gelap. 

Dengan menggunakan jaringan yang dimilikinya di militer Jerman, Schindler berhasil membeli pabrik enamel milik seorang Yahudi di Krakow dengan harga murah. Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan, Schindler telah memiliki ratusan karyawan yang tujuh diantaranya adalah orang Yahudi. Meski Schindler dikenal sebagai seorang yang suka hidup bermewah-mewahan, tetapi sejatinya ia memiliki nilai kemanusiaan yang sangat tinggi pada dirinya. 

Pada awalnya, Schindler adalah seorang pebisnis yang oportunis, ia tidak peduli dengan yang namanya perang. Bahkan, dirinya melihat para pekerjanya, yang rata-rata kaum Yahudi, bukan sebagai manusia. Mereka dituntut harus bekerja dibawah tekanan dan paksaan. Sampai pada akhirnya, kekejaman dan kebiadaban perang terjadi di depan mata kepalanya sendiri. Schindler dengan sadar melihat bagaimana pasukan Nazi dengan tega tanpa hati membunuh orang-orang yang tidak bersalah, terutama terhadap kaum Yahudi

Perlahan tapi pasti, Schindler merasakan empati. Tanpa berpikir panjang, Schindler akhirnya berusaha merelakan segala hal yang dimilikinya untuk menyelamatkan kaum Yahudi. Salah satu penyelamatan paling fenomenal yang dilakukan oleh Schindler adalah mendaftarkan atau mencatat nama-nama orang Yahudi yang ia beli untuk diselamatkan dengan cara dipekerjakan di pabriknya. Dari catatan dan penyelamatan itu setidaknya terdapat 1.200 orang Yahudi yang diselamatkan oleh Schindler.

Kisah heroiknya ini sudah diangkat ke layar lebar pada tahun 1993 dengan judul Schindler’s List. Bagi orang Yahudi yang diselamatkan oleh Schindler, pabrik Schindler merupakan tempat berlindung. Bahkan, Schindler bakal memprotes jika pekerjanya diusik oleh pasukan Nazi Jerman. 

Pada tahun 1949, Schindler dan istrinya bermigrasi ke Argentina. Pada tahun 1962, Israeli Holocaust Memorial menganugerahkan gelar “Righteous Among the Nations” kepada Schindler atas jasanya melakukan penyelamatan kaum Yahudi di masa perang. Hingga kini, orang-orang Yahudi yang diselamatkan oleh Schindler menyebut dirinya sebagai Yahudi Schindler.

Editor: Widya Kartikasari
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Alumni Studi Perdamaian Pascasarjana UGM.

Artikel dari Penulis