Bagaimana Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar? — Kita sering kali mendengar ungkapan ‘gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar’. Ungkapan ini dapat menimbulkan reaksi berbeda tergantung pemahaman masing-masing orang. Banyak orang mengira bahwa “bahasa yang baik” dan “bahasa yang benar” adalah hal yang sama, sehingga keduanya dianggap saling bertukar makna dan konteks penggunaan yang berbedang ada. Namun, keduanya sebenarnya berbeda. Ada saat tertentu kita menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, begitu juga ada saat tertentu menggunakan Bahasa Indonesia dengan yang benar.
Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik
Bahasa Indonesia yang baik adalah berbahasa sesuai dengan konteks atau kondisi pembicaraan. Konteks yang dimaksud meliputi lawan bicara, orang yang berbicara, dan situasi pembicaraan. Apakah dalam situasi resmi (formal) atau tidak resmi (informal). Dengan demikian, seseorang dapat menyesuaikan diri untuk berbahasa yang baik sesuai situasi yang dihadapi.
Contoh penggunaan Bahasa Indonesia yang baik:
1. Komunikasi antar anak muda (Gen Z)
Gen Z akan berkomunikasi terhadap sesama dengan menggunakan bahasa gaul. Seperti cans (cantik banget), gils (gila banget), gans (ganteng banget), dan sebagainya. Hanya mereka yang memahami perkataan tersebut karena mereka berada dalam kelompok sebaya. Namun, jika mereka berbicara hal demikian kepada orang tua, tidak akan ada kesatuan pemahaman di antara mereka dan komunikasi menjadi buruk.
Baca juga: Pentingnya Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia
2. Mahasiswa berbicara dengan dosen pembimbing
Seorang mahasiswa yang menemui dosen pembimbing untuk meminta persetujuan Kartu Renca Studi (KRS) tentu harus menggunakan bahasa resmi atau formal. Tidak boleh menggunakan bahasa gaul atau bahasa santai, termasuk bahasa daerah. Jikahal itu dilakukan, dapat terjadi salah penafsiran, komunikasi tidak terjalin dengan baik, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami maksudnya.
3. Dosen mengajar di kelas
Seorang dosen yang mengajar di kelas harus menggunakan bahasa yang sifatnya formal atau bahasa baku karena situasinya resmi. Baik dosen maupun mahasiswa tidak seharusnya menggunakan bahasa daerah saat perkuliahan berlangsung.
Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Benar
Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah, bentuk, dan struktur yang telah dibakukan. Penggunakan kata baku merujuk pada Tata Bahasa Baku, Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan atau Perum Balai Pustaka.
Menurut Kokasih dan Hermawan (2012:83), kata baku adalah kata yang diucapkan atau ditulis sesuai dengan kaidah dan pedoman yang dibakukan. Kaidah standar yang dimaksud dapat berupa pedoman ejaan (EYD/PUEBI), tata bahasa, dan kamus.
Penggunaan bahasa yang benar ini digunakan pada situasi resmi, seperti komunikasi antara atasan dan bawahan, penulisan surat resmi, penulisan artikel ilmiah, dokumen-dokumen penting negara, dokumen identitas pribadi, serta penulisan artikel untuk surat kabar.
Baca juga: Keunikan Bahasa Terkadang Rentan Menimbulkan Salah Paham
Ada beberapa hambatan mengapa seseorang sulit untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang benar. Seperti adanya bahasa gaul yang diserap dari bahasa asing atau bahasa daerah yang kian berkembang sesuai zaman, keterbatasan pengetahuan tentang struktur dan kaidah bahasa yang benar, serta kemalasan untuk memperdalam pengetahuan terhadap bahasa yang benar.
Jadi, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat diartikan sebagai penggunaan ragam bahasa yang sesuai dengan kondisi pembicaraan serta mengikuti kaidah yang benar. Jika dalam situasi informal dapat menggunakan bahasa gaul, tetapi dalam situasi formal gunakan bahasa yang formal atau baku (resmi). Kemampuan untuk cepat menyesuaikan diri dalam kondisi pembicaraan sangat dibutuhkan dalam kedua penggunaan Bahasa Indonesia ini agar terjalin keselarasan.











