Fenomena Sosial Konten Sampah: Mandi Lumpur di Tiktok – Belakangan ini kita dikejutkan dengan fenomena yang cukup miris. Kenapa saya bilang miris? Karena tidak ada orang yang kepikiran hal tersebut kecuali di Indonesia. Teman-teman tentu sudah tidak asing lagi dengan konten live media sosial Tiktok, sebuah tayangan digital yang ditayangkan secara langsung oleh salah satu pengguna akun dan ditonton oleh banyak orang. Setiap kali membuka live streaming atau siaran langsung Tiktok, konten sampah ini selalu ada. Sebuah konten mandi di tengah kolam serta mandi lumpur dari malam hingga pagi hari.
Tidak itu saja, yang membuat saya miris adalah konten tersebut dilakukan oleh orang tua. Miris bukan? Pemilik akun dengan konten sampah tersebut bernama Sultan Intan. Akhir-akhir ini, dia viral dan kerap masuk berita, serta melalang buana masuk ke program Televisi Nasional. Setelah terungkap siapa sebenarnya Sultan Intan ini, banyak masyarakat Indonesia yang geram dengan kelakuan dia. Bahkan, selebriti seperti Deddy Corbuzier dan Stand Up Comedian Uus (Rizky Firdaus Wijaksana) ikut mengomentari fenomena ini di Podcast Close The Door yang tayang di kanal YouTube Deddy Corbuzier.
Rizky Firdaus atau yang akrab dikenal dengan Uus, ikut kesal dengan pemilik akun yang memandikan orang tuanya dengan lumpur tersebut. Di konten Close The Door, terdapat banyak sensor karena Uus banyak mengumpat karena saking kesalnya. Salah satu umpatannya sebagai berikut, “Kita negara religius, Om Ded, yang paling menghargai ibu. K***L, makanya gua kesel banget.” Begitulah ungkapan kekesalan dan kekecewaan Uus terhadap Sultan Intan.
Baca juga: Ngerinya Media Sosial Hari ini!
Kekesalan itu bukan tanpa sebab. Baru baru ini, Sultan Intan beserta ibunya menjadi bintang tamu di salah satu program televisi swasta nasional. Kemarahan publik kian memuncak ketika salah satu bintang tamu bernama John Lbf menemui Sultan Indah. Ia sangat menolak keras tindakan yang dilakukan oleh Sultan tersebut. Pak John menawarkan pekerjaan di perusahaannya dan meminta Sultan untuk berhenti dari live streaming yang menyiksa orang tuanya tersebut. Namun, anehnya, Sultan malah meminta uang sebesar 200 Juta kepada Pak John, dengan dalih modal usaha.
Setelah melihat fenomena ini, tentu kita harus tau kenapa ini terjadi. Maka dari itu, saya akan lebih dalam untuk membahasnya. Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia, tercatat di dalam website bps.go.id yang dipublikasi dalam bentuk Excel, bahwa jumlah penduduk Indonesia per tahun 2022 mencapai 275.773.800 jiwa. Lalu kita akan lihat berapa persentase pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia sebesar 77,02% dari tahun 2021 hingga 2022. Jika diubah ke dalam jumlah penduduknya, ada 210.026.769 jiwa dari total populasi 272.682.600 jiwa penduduk Indonesia Tahun 2021. Data ini bisa saja terus meningkat, mengingat kita sudah berada di tahun 2023, yang mana pengguna internet semakin masif.
Dengan jumlah masyarakat sebanyak itu, Indonesia termasuk dalam 10 besar negara dengan pengguna internet terbesar di dunia. Dalam dekade terakhir, penggunaan internet kian masif, dimulai dengan adanya warung internet atau warnet, hingga penggunaan smartphone yang lebih efisien dan mudah digenggam. Masyarakat diberikan kemudahan untuk mengakses informasi, bermain game, belanja, hingga memesan kendaraan umum secara online.
Baca juga: Fitur Story di Media Sosial: Alat Pencitraan Diri dan Penipuan bagi Publik
Namun, di tengah kecanggihan teknologi ini, masyarakat Indonesia tidak diimbangi dengan edukasi yang baik tentang internet. Banyak yang salah kaprah dalam menggunakan internet, termasuk konten mandi lumpur di Tiktok tersebut. Dewasa ini, media sosial seolah menciptakan Neo-Malin Kundang atau Malin Kundang era baru. Konten yang dibungkus untuk menghibur khalayak banyak, malah nyeleneh dan melenceng.
Jika berandai-andai, bisa saja Malin Kundang tidak lebih durhaka dibanding Sultan yang memandikan ibunya semalaman dengan lumpur. Mungkin saja Malin Kundang mengumpat kepada Sultan, atau bahkan ngajak berantem. Segila-gilanya manusia, saya belum pernah bertemu dengan orang yang tega dan sadar memandikan ibunya dengan lumpur, demi viral dan mendapatkan gift koin. Dan ini terjadi di negara dengan populasi umat islam terbesar di dunia, di mana ajarannya mengajarkan cinta kasih kepada sesama, termasuk orang tua. Sebuah agama yang sangat memuliakan perempuan, terlebih ibu malah memperlakukan seorang ibu sangat biadab.
Nampaknya, agama hanya sebagai pajangan dan status kewarganegaraan di KTP, KK, hingga akta kelahiran seseorang. Ajaran-ajaran yang ada di kitab suci justru tidak diterapkan dalam kehidupan sehari hari, hanya sebatas tulisan di dalam buku saja. Budaya ketimuran, akhlak yang baik, dan ramah tamah dengan orang lain, agaknya bukan lagi identitas masyarakat Indonesia. Identitas masyarakat kita adalah nyinyir, iri, dengki, korupsi, dan tidak hormat kepada orang tua.
Editor: Widya Kartikasari
Visual Designer: Al Afghani













