6 Tips Makan Prasmanan di Hotel bagi Mahasiswa

6 Tips Makan di Prasmanan Hotel bagi Mahasiswa

6 Tips Makan Prasmanan di Hotel bagi Mahasiswa – Salah satu hal yang paling membahagiakan ketika saya masih menjadi mahasiswa adalah mengikuti acara yang diadakan di hotel berbintang. Bukan hanya karena narasumber yang mengisi materi pasti menarik dan membuka wawasan saya sebagai mahasiswa kala itu. Akan tetapi, saya sebagai seorang mahasiswa bisa melakukan perbaikan gizi dengan makan di prasmanan hotel.

Jam terbang saya cukup tinggi sebagai mahasiswa yang makan di prasmanan hotel. Meskipun saat awal saya makan di prasmanan hotel kerap lupa daratan, alias makan secara membabi buta. Namun, sejak pertengahan kuliah saya sudah memiliki tips terbaik saat makan di prasmanan hotel versi saya pribadi. 

Lalu apa saja tips dari saya untuk mahasiswa yang makan di prasmanan? Simak penjelasan berikut.

  1. Mengurangi Porsi Nasi

Saat saya masih duduk di bangku kuliah semester dua sampai tiga, saya kerap melakukan kesalahan makan di prasmanan hotel berupa mengambil nasi terlalu banyak. Saya selalu mengambil nasi satu setengah kali lebih banyak dari porsi biasanya. Pada waktu itu saya lapar mata karena melihat lauk yang begitu banyak dan terlihat nikmat.

Padahal kalau saya mengurangi setengah dari porsi nasi biasanya. Saya bisa mengambil lauk dengan jumlah yang lebih banyak. Tentu kita sebagai mahasiswa mengincar lauknya bukan? Selain itu terlalu banyak mengkonsumsi nasi bisa bikin ngantuk ketika melanjutkan acara.

  1. Tentukan Target Makanan yang Mau Diambil

Sambil menunggu antrian mengambil nasi, sebaiknya kamu sudah membidik makanan apa saja yang ingin kamu ambil. Jangan sampai terlihat bingung ketika di depan makanan karena yang mengantri di belakang kamu pasti banyak. Akan tetapi jangan terlalu terburu-buru juga untuk mengambil dalam jumlah banyak, karena bisa saja ada makanan yang membuat kamu ngiler tapi piring kamu sudah penuh.

  1. Ambil Lauk Sedikit-sedikit Saja

Saya tahu para mahasiswa yang makan di prasmanan hotel pasti ingin memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin dengan mengambil lauk sebanyak-banyaknya. Tapi bagi saya lebih baik mengambil lauk dengan jumlah sedikit demi sedikit agar saya bisa mencicipi seluruh lauk yang dihidangkan oleh pihak hotel. Sebab cukup jarang lidah saya sebagai seorang mahasiswa dimanjakan dengan makanan hotel. Selain itu, saya juga bisa merekomendasikan makanan yang paling enak dari suatu hotel ke teman yang ke depannya bakal mengikuti suatu acara di hotel yang sama.

  1. Jangan Ambil Makan Belakangan

Jika kamu kelamaan di kamar mandi dan belum sempat mengambil makan siang di prasmanan hotel, jangan kaget kalau ada lauk yang habis. Sebab, peserta lain yang juga mahasiswa pasti memanfaatkan momen itu dengan maksimal, Tentunya.sebagai sarana perbaikan gizi dan rekreasi lidah yang terbiasa makan mie instan. Maka dari itu saya sarankan jangan ambil makan belakangan atau telat untuk ambil makan supaya enggak kehabisan.

  1. Habiskan Makanan yang Telah Diambil

Seberapa pun makanan yang kamu ambil adalah hak kamu sebagai tamu dari hotel tersebut. Akan tetapi kamu perlu ingat kewajiban kamu untuk menghabiskannya. Selain karena alasan mubazir, kamu enggak pernah tau kapan lagi bisa makan enak seperti di prasmanan hotel. Siapa tau, rasa kenyang kamu kuat sampai malam sehingga enggak perlu beli makan malam lagi. Lumayan kan untuk menghemat uang saku.

  1. Jangan Terlalu Banyak Makan dan Minum saat Coffee Break

Ketika mengikuti suatu acara di hotel, biasanya ada coffe break sekitar jam sepuluh pagi. Untuk makan camilan dan minum kopi atau teh yang telah disediakan pihak hotel. Mengingat waktunya berjarak cukup dekat dengan jam makan siang. Sebaiknya jangan terlalu banyak makan atau minum saat coffee break agar kamu dapat memaksimalkan momen saat makan siang untuk mencicipi hidangan utama dari hotel.

Semua tips ini saya lakukan saat masih berstatus sebagai mahasiswa. Tapi semenjak bekerja, saya merasa enggak perlu menerapkan tips ini lagi. Sebab makan di hotel bukan lagi hal istimewa bagi saya sebagai pekerja sekarang ini.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Pencerita Negeri Sipil.

Artikel dari Penulis