Penghujung Tahun 2021, Refleksi dan Harapan

Penghujung Tahun 2021

Penghujung Tahun 2021, Refleksi dan Harapan – Di penghujung akhir tahun 2021, tahun yang penuh makna bagiku yang masih sering terlena akan pentingnya menghargai kehidupan yang penuh warna. Sering merasa putus asa akan sebuah kondisi yang memaksa. Walau begitu, hidup harus tetap berjalan sedemikan rupa untuk masa depan yang cerah. 

Selalu ada angan-angan akan bagaimana meraih hidup yang diinginkan. Namun keadaan membuat semua berubah, banyak yang tak sesuai realita. Zaman yang semakin tak bisa terkendali, membuat diri seakan-akan terpatri pada kondisi yang penuh ambisi namun tak ada aksi. 2021, tahun penuh pikiran yang melelahkan akan cita-cita yang harus terwujudkan.

Hidup ini tidak sebatas Quote atau video motivasi di media sosial yang seolah tanpa celah. Tak semudah bualan seorang motivator yang menghipnotis dari panggung ke panggung. Sebagai kaum muda yang hidup di zaman yang serba tak mudah. Bersyukur merupakan cara terbaik untuk memaknai hidup yang sudah ke-21 tahun terlewat. Selama 21 tahun yang penuh ambiguitas dalam perjalanan hidup. Dengan cara apalagi kita menghargai apa yang telah dicapai diri kita, kalau tidak dengan bersyukur.

Pandemi yang tak kunjung berhenti, membuat rencana yang telah disusun jauh hari seakan tak berarti. Di penghujung 2021, banyak cita-cita yang belum tercapai, refleksi syukur merupakan hal yang wajar yang perlu kita lakukan. Menyongsong tahun baru dengan semangat dan tekad yang baru. Tidak terlena dengan euforia belaka. 

Kalau dalam istilah Jawa “Jer Basuki Mawa Beya” yang kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah ketika kita ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan, kita berlu biaya. Biaya di sini tidak hanya berupa uang tapi juga yang lain. Menyongsong tahun 2022 tidak hanya mengumpulkan harapan saja, tetapi perlu pendorong sebagai modal untuk tercapainya harapan. 

Kita tidak mungkin bisa segala hal, tetapi perlu satu hal saja yang itu bisa membuat diri kita nampak beda. Hidup itu tidak soal kaya dan miskin, tapi bagaimana kita selalu mensyukuri apa yang Tuhan berikan kepada kita. 

Hidup juga bukan perlombaan yang harus saling sikut untuk memenangkan. Tidak perlu minder melihat pencapaian orang karna masing-masing sudah ada jalannya. Lelah itu wajar, tapi jangan berhenti untuk terus mengejar. Di penghujung 2021, banyak refleksi yang telah didapatkan.

Tahun 2022, tahun yang akan penuh ketidakjelasan dan keraguan. Namun, perlu rasanya untuk mencoba hal yang baru. Kalau tidak mencoba tidak mungkin tahu seberapa kerasnya hidup. Pada usia yang sekarang, usia di mana sangat menentukan akan kehidupan yang bermakna di masa tua. 

Rasanya tidak salah kalau kita mencoba hal yang baru, Sesuatu yang besar itu dimulai dari hal kecil. Belajar menjadi orang yang menghargai setiap proses yang telah dilalui. Menghargai setiap proses itu penting untuk pembelajaran diri dalam peningkatan kualitas hidup. Proses kecil yang mungkin saat ini tidak berguna, tapi suatu saat bisa jadi berguna. 

Di setiap malam pergantian tahun, tersimpan doa, harapan, dan cita-cita yang ingin terlaksana, semua orang pasti begitu. Berharap untuk yang lebih baik dari kemarin. Bunyi terompet dan petasan mewarnai dimulainya harapan baru.  Tak perlu banyak menunggu, apalagi menunggu hal yang tak pasti. Adaptasi dengan keadaan hari ini, tak perlu banyak buang-buang waktu yang menjadi sia-sia. Mumpung masih muda, kita nikmati dan syukuri apa yang telah didapat dan menghargai setiap proses.

Bukan seorang kutu buku yang pandai beretorika seperti kawan-kawan lain. Bukan juga aktivis yang gemar demo sana-sini. Hanya seorang yang tidak penting dan memiliki banyak keresahan dalam hidup. Seorang yang ingin mengalihkan keresahan tersebut menjadi sebuah karya yang ciamik. Fans Leo Messi sejak belum punya KTP yang katanya elektronik.

Artikel dari Penulis