Bintang Lima, Album Musik Indonesia Terbaik yang Pernah Saya Dengar

Album Musik Indonesia Terbaik

Bintang Lima, Album Musik Indonesia Terbaik yang Pernah Saya Dengar – Dewa 19 atau yang bisa disebut sebagai Dewa saja merupakan grup band yang begitu tersohor pada tahun 90-an hingga 2000-an. Pada masa-masa tersebut, Dewa mampu menghasilkan karya-karya yang begitu mengguncang dunia permusikan di tanah air.

Salah satu mahakaryanya yang begitu terkenang sekaligus menjadi yang terbaik bagi saya pribadi adalah album Bintang Lima. Bagaimana tidak, begitu banyak lagu di dalam album ini yang dikenal dan masih diingat oleh para penikmat musik hingga sekarang. 

Siapa yang tidak mengenal Risalah Hati atau Roman Picisan? Lagu-lagu tersebut kerap dibawakan ulang atau di-cover oleh penyanyi-penyanyi zaman now sekelas Aviwkila, Tami Aulia, bahkan Judika. Lagu-lagu tersebut merupakan salah dua dari beberapa lagu yang terdapat di dalam album Bintang Lima.

Lahirnya album Bintang Lima bisa dikatakan sebagai sesuatu yang terbilang sangat fenomenal bagi sejarah industri musik di Indonesia. Pasalnya, penjualan fisik dari album tersebut mampu mencetak angka sebesar 1,7 juta

Semakin fenomenal karena album tersebut menjadi penanda debut Once Mekel sebagai vokalis di grup band Dewa. Jika dilihat dari sejarah permusikan Indonesia, tak banyak grup band yang mampu mempertahankan kesuksesannya setelah vokalisnya diganti. Selain Dewa, grup band lainnya yang saya ketahui mampu bertahan bahkan lebih sukses setelah vokalisnya diganti adalah Ada Band dan juga Kotak.

Saya pribadi memiliki salinan fisik dari album Bintang Lima. Sebenarnya cd album tersebut bukan milik saya, melainkan milik adik saya. Dia merupakan penggemar berat dari grup band Dewa.

Adapun album Bintang Lima ini dibeli pada tahun 2012 silam alias 12 tahun setelah pertama kali dirilis. Saya sendiri perlu mengeluarkan uang sekitar Rp75.000,00 untuk menebusnya dari sebuah toko musik yang ada di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Meskipun terbilang cukup mahal, saya kemudian mendapatkan kepuasan yang sebanding bahkan lebih setelah mendapatkannya. Hampir semua lagu yang terdapat di dalam album Bintang Lima saya dengar dan cerna liriknya hingga habis. Hanya lagu Mukadimah serta 1000 Bintang yang saya lewatkan, dimana kedua lagu tersebut hanya menampilkan musik instrumental saja.

Album Bintang Lima bisa dibilang ibarat toko serba ada bagi para penikmat musik. Selain menyediakan dua buah lagu instrumental, lagu-lagu yang ada di dalam album tersebut tak selalu mengandung lirik-lirik puitis atau bertema cinta-cintaan melulu. 

Lagu Cemburu menjadi satu-satunya lagu di album Bintang Lima yang tak mengandung unsur puitis. Lirik lagu Cemburu memang sederhana, bahkan terkesan retjeh. Meskipun demikian, lagu ini tetap asyik untuk didengarkan karena terdapat combo suara Om Once yang begitu powerful plus alunan musik rock yang di dalamnya. 

Sementara, Hidup Adalah Perjuangan merupakan oase di tengah lagu-lagu cinta Dewa. Para pendengarnya diajarkan untuk bisa bersikap bijak dalam menanggapi kegagalan atau keberhasilan di dalam kehidupan nyata. Bagi saya pribadi, lagu ini begitu menginspirasi untuk mengajak kita move on dari yang namanya kegagalan. 

Jika ditanya soal lagu terfavorit di dalam album Bintang Lima, maka saya akan menjawab satu judul lagu, yakni “Cinta Adalah Misteri”. Saya begitu menyukai lagu ini dikarenakan liriknya yang begitu puitis. Pengaruh Kahlil Gibran begitu terasa di dalam lagu ini, terutama pada lirik awal lagu.Sebagai penutup, izinkan saya menobatkan album Bintang Lima sebagai album musik terbaik yang pernah saya dengar. Ia berhasil melalui menghipnotis telinga saya melalui “lagu cinta”-nya dan mengingatkan saya bahwa “hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti”.

Saya adalah seorang penulis pemula sekaligus pelukis amatir.

Artikel dari Penulis