Kenali Sifat People Pleaser dari Faktor Internal dan Eksternal

people pleaser

Kenali Sifat People Pleaser dari Faktor Internal dan Eksternal — Tahukah kamu apa itu people pleaser? Secara sederhana, people pleaser adalah orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain. Sekilas terlihat baik dan berjiwa sosial tinggi. Akan tetapi, jika berlebihan, sifat ini bisa membuat kita lelah secara emosional. Nah, kalau kamu ingin tahu lebih lanjut, yuk simak tulisanku!

Apa ltu People Pleaser?

People pleaser bukanlah diagnosis medis atau ciri kepribadian yang diukur secara ilmiah oleh para psikolog (Danielle, 2022). Istilah ini lebih kepada label informal yang digunakan untuk menggambarkan sifat atau perilaku seseorang yang sulit untuk menolak permintaan atau keinginan orang lain. 

Orang yang memiliki sifat ini cenderung merugikan dirinya sendiri. Ia akan terus memaksakan diri agar disukai oleh orang lain, dan selalu mementingkan perasaan orang lain tanpa peduli terhadap perasaannya sendiri.

Baca juga: People Pleaser dan Tips Cara Mengatasinya

Mungkin kamu pernah bertemu dengan orang seperti ini, atau bahkan kamu sendiri yang sering merasa sulit berkata “tidak”? Yap! Sifat people pleaser membuat seseorang rela mengorbankan dirinya hanya untuk menyenangkan orang lain, meski belum tentu mampu.

Lalu, apa yang sebenarnya membuat seseorang menjadi people pleaser? Untuk mengetahuinya, yuk kita pahami lebih jauh mengenai faktor internal dan eksternalnya.

Faktor Internal

Faktor internal muncul dari dalam diri seseorang, secara tidak langsung mungkin kita tidak banyak menyadarinya saat ketika kita kecil. Namun justru pada saat kita masih kecil mungkin sifat itu mulai hadir, akan tetapi terkait labeling atau pemberian julukan tentang people pleaser masih belum banyak diketahui seperti saat ini. 

Sifat ini bisa juga hadir dari bentuk pola asuh orang tua kita, tanpa disadari dapat menumbuhkan sifat people pleaser. Hal ini bisa dimaklumi, karena beberapa orang tua masih kurang paham atau menyadari arti petingnya sebuah parenting. Hingga akhirnya sifat people pleaser itu mulai hadir dan mempengaruhi setiap kehidupan seseorang itu. Bahwa penyebab seseorang memiliki sifat people pleaser diantaranya yaitu (vivia, 2023) :

1. Harga Diri Rendah

    Orang yang memiliki rasa percaya diri yang rendah dan sering merasa bahwa dirinya tidak berguna. Akan berpikir bahwa mereka dapat diterima jika berhasil menyenangkan orang lain. Bahkan terkadang ada yang sampai rela melakukan hal yang dapat membuat dirinya rugi, karena rasa ketidak percayaan diri itu terlalu melekat.

    2. Takut Ditolak

    Ada suatu ketakutan yang mendalam bahwa menolak permintaan orang lain, akan membuatnya kehilangan sebuah kepercayaan dan khawatir kehilangan kasih sayang atau hubungan baik terhadap orang lain, yang mengakibatkan kecemasan yang berlebih. Sehingga seseorang bisa menjadi people pleaser karena merasa cemas apabila ia menerima, menolak, atau menyebabkan seseorang tersinggung.  

    Baca juga: 7 Tanda Kamu Terkena Sorry Syndrome, Yuk Kenali Ciri-cirinya

    3. Butuh Validasi 

    Beberapa orang merasa bernilai hanya ketika dipuji atau merasa diakui kehadirannya, sehingga mereka akan berusaha keras untuk memenuhi harapan serta ekspektasi orang lain terhadap dirinya. People pleaser juga akan menganggap bahwa validasi atau pengakuan dari orang lain mengenai dirinya merupakan hal yang menggambarkan nilai dari sifat dirinya. Tentu saja hal ini masih berhubungan dengan penyebab sebelumnya, yang takut ditolak dan merasa dirinya tidak berharga.

    4. Pola Pikir Perfeksionis

    Mereka ingin terlihat selalu baik dan tidak pernah mengecewakan, sehingga sulit berkata “tidak”. People pleaser juga cenderung ingin terihat mahir dalam segala hal, agar ia merasa selalu berguna dan mendapatkan validasi atau pengakuan yang baik untuk dirinya.

    Faktor Eksternal

      Selain dari dalam diri, lingkungan sekitar juga bisa membentuk terjadinya sifat people pleaser.

      1. Pola Asuh Keluarga

      Seseorang yang memiliki sifat people pleaser bisa jadi ia adalah anak yang tumbuh dengan memiliki beban hidup dengan tuntutan tinggi. Selain itu, ia juga kerap kali dimarahi, dibentak tanpa diketahui kesalahan mana yang anak ketahui. Bahkan jarang mendapat apresiasi bisa jadi, maka dari itu, dia terbiasa mencari validasi dari orang lain, agar dapat tetap merasa berharga.

      2. Tekanan Sosial dan Budaya

      Norma masyarakat yang menekankan pentingnya kerukunan dan kepatuhan, hingga akhirnya membuat seseorang cenderung menekan keinginannya sendiri demi keselarasan dalam sebuah kelompok. Contohnya seperti beberapa budaya mengajarkan bahwa mementingkan diri sendiri bukanlah kebutuhan kolektif, yang menguntungkan orang lain. Oleh sebab itu akhirnya ia lebih memilih memikirkan dan peduli tehadap kepetingan dengan mencapai tujuan bersama, dibandingkan mementingkan dirinya sendiri.

      3. Lingkungan Pertemanan atau Pekerjaan

      Jika berada di lingkungan yang sering menilai atau mengkritik secara berlebihan terkait hal yang kurang penting, atau kritikan itu tidak adanya kesinambungan terhadap hal yang sedang dibicarakan, akan membuat ia menjadi seseorang yang cenderung berusaha berlebihan agar tetap diterima dalam lingkungannya.  

      Baca juga: Pemaknaan Sederhana Motto “Hidup Seperti Larry”

      4. Pengalaman Masa Lalu

      Pernah ditolak, disakiti, atau merasa dianggap tidak cukup baik oleh orang lain. Bisa menimbulkan trauma yang membuat seseorang takut untuk mengecewakan orang lain di kemudian hari. Hingga akhirnya tanpa disadari sifat itu muncul dalam diri kita, yang mengakibatkan kehilangan sedikit rasa percaya diri dalam menjalankan sebuah hubungan atau bahkan hal lainnya. 

      Sifat people pleaser sebenarnya bukanlah sesuatu sifat yang sepenuhnya buruk, karena sifat itu terlahir dari suatu niat baik untuk peduli terhadap orang lain. Namun, jika diterapkan secara berlebihan, sifat ini bisa membuat seseorang terjebak dalam kelelahan emosional dan kehilangan kendali atas pilihan hidupnya sendiri. 

      Mengenali faktor internal dan eksternal yang melatarbelakangi lahirnya sifat people pleaser adalah langkah awal agar kita lebih sadar diri, dan belajar untuk berusaha berkata “tidak” ketika perlu, serta menjaga keseimbangan antara membantu orang lain dan tetap peduli pada diri sendiri. Setelah itu, jika mereka masih berfikir jelek mengenai diri kita, hal itu sudah diluar kemampuan dari kita. Maka dari itu berbuat baiklah seperlunya, jangan sampai membuat kamu kehilangan jati diri. Semangat!

      Bagikan di:

      Artikel dari Penulis