Biografi Auguste Comte, Seorang Filsuf yang Dikenal Sebagai Bapak Sosiologi

Auguste Comte

Auguste Comte, Seorang Filsuf yang Dikenal Sebagai Bapak Sosiologi – Teruntuk para pegiat filsafat, apalagi yang berfokus di bidang sosiologi, tentunya sudah tidak asing dengan nama Auguste Comte. Auguste Comte adalah seorang tokoh yang berkat pemikiran-pemikirannya, kini dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Lantas siapa sebenarnya beliau ini dan mengapa bisa sampai mendapatkan julukan sebagai Bapak Sosiologi? Mari kita kulik lebih dalam melalui biografi seorang Auguste Comte berikut.

Biografi Auguste Comte

Kehidupan Awal

Isidore Marie Auguste Francois Xavier Comte atau biasa dikenal dengan Auguste Comte adalah seorang filsuf yang lahir di Monpellier Prancis pada tanggal 17 Januari 1798. August Comte juga dikenal sebagai bapak sosiologi, sebab Auguste Comte merupakan orang pertama yang menggunakan metode ilmiah dalam ilmu sosial. 

Dengan menggunakan prinsip-prinsip positivisme, Comte membangun landasan yang digunakan para ilmuan untuk memperoleh kebenaran dalam ilmu-ilmu sosial. Berkat campur tangan Auguste Comte, yang menggunakan dan mempelajari sosiologi, ilmu ini akhirnya memisahkan diri dari kelompok filsafat sejak pertengahan abad 19.

Ayah Comte, Louis Comte adalah seorang petugas pajak dan ibunya, Rosalie Boyer adalah orang yang sangat taat agama. Setelah belajar di Montpellier, Auguste kembali melanjutkan studinya di Ecole Polytechnique di Paris. Sekolah barunya dikenal setia pada cita-cita republikanisme dan filosofi prosesnya. Sejak kecil Comte sudah didewasakan oleh keadaan. Alasannya adalah sejak awal dia harus berpartisipasi dalam oposisi terhadap skeptisisme dan republikanisme yang muncul di Prancis.

Baca juga: Meredam Cemas dengan Stoic

Pada tahun 1816, Ecole Polytechnique ditutup karna restrukturisasi sehingga memaksa Auguste meninggalkan sekolah dan melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran. Tak lama setelah menyelesaikan studi kedokterannya, Auguste menyadari bahwa ada perbedaan mencolok antara agama Katolik dan gagasan keluarga monarki yang berkuasa di Paris. 

Karena itu, dia harus pindah dari Paris. Pada Agustus 1817 August Comte adalah murid dan sekretaris Claude Henri de Rouvroy dan Comte de Saint-Simon seorang Sosialis Prancis terkenal dengan teori dan landasan pemikiran filosofisnya yang memengaruhi banyak tokoh filosofis abad ke-19. 

Berkat hal tersebut, Auguste Comte berhasil menembus ke ranah intelek. Namun, dia memilih untuk meninggalkan Claude Henri de Rouvroy dan Comte de Saint-Simon pada tahun 1824 karena merasa tidak cocok. Setelah mengundurkan diri dari jabatan sebelumnya, August melanjutkan penelitiannya tentang filsafat positivisme.

Baca juga: Biografi Emile Durkheim, Bapak Sosiologi Modern

Pemikiran dan Gagasan

Dari tahun 1832 sampai 1842, Comte bekerja sebagai guru dan penguji di beberapa sekolah. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir dia berselisih dengan sekolah dan harus kehilangan pekerjaannya. Kehidupan Comte kemudian didukung penuh oleh murid-murid Prancisnya. Comte menggunakan waktunya untuk menyusun beberapa karya terkenal lainnya. Dia bahkan menyelesaikan formula sosiologisnya.

Dalam biografi Auguste Comte tertulis bahwa ia adalah orang pertama yang menciptakan sistem keilmuan hingga akhirnya berhasil menciptakan ilmu baru yang disebut sosiologi. Pendapat Pendiri Sosiologi ini dinilai sangat pragmatis, dengan analisis yang membedakan antara statis dan dinamika sosial. Dia juga berpendapat bahwa analisis sistem masyarakat harus didasarkan pada konsensus. Perbedaan pendapat Auguste Comte berdampak penting bagi perkembangan dunia sosiologi. 

Pada tahun 1826, Comte mulai memperkenalkan ilmu sistem filsafat positif. Dan pada tahun 1828-1829 ia berhasil menerbitkan karya filsafat positif dalam buku Course de Philosophy Positive. Dalam buku tersebut dia menjelaskan pendekatan umum untuk belajar tentang masyarakat. Kegelisahan dan kepedulian Comte terhadap keadaan masyarakat menjadi latar belakang lahirnya buku Course de Philosophy Positive. Baginya, masyarakat membutuhkan cara dan metode untuk mencapai “keteraturan sosial”.

Baca juga: Nihilis Bukanlah Keputusasaan

Auguste Comte membagi cara berpikir masyarakat tentang fenomena sosial menjadi tiga tahap. Dia menyebut ketiga tahap ini sebagai teori perubahan sosial. Diantaranya :

Tahap Teologis

Tahap ini diyakini bahwa di balik gejala alam terdapat kekuatan supranatural yang mengatur fungsi dan gerak gejala tersebut. Pada tahap teologis, seluruh gelaja sosial tidak bisa dianalisis secara objektif, sebab ada pemikiran yang kuat melekat pada masyarakat tentang kuasa supranatural. Pada tahap ini teologi terbagi menjadi tiga, yaitu animisme, politeisme, dan monoteisme.

Tahap Metafisik

Pada tahap ini, orang tidak lagi percaya pada hal-hal supernatural tetapi terhadap entitas abstrak. Tahap metafisik merupakan bagian dari kritik sosial tahap sebelumnya, yaitu tahap teologis. Orang tidak lagi berpikir mereka memiliki kekuatan, tetapi percaya pada hukum sebab akibat. Masyarakat mulai menggali nilai-nilai filosofis dari suatu fenomena sosial. Tahap metafisik ini juga menjelaskan fenomena seperti substansi, esensi dan eksistensi.

Tahap Positivisme

Pada tahap positivisme, masyarakat sudah terbiasa dengan sains. Semuanya dapat dipelajari dan dianalisa melalui panca indera. Segala macam fenomena sosial dapat dianalisis secara ilmiah dan empiris. Pada tahap ini, orang tidak lagi percaya pada hal-hal gaib atau metafisik. Orang-orang pada tahap positivis mampu membatasi diri pada peristiwa. Masyarakat mulai berpikir kritis yang selalu menganggap kebenaran tidak lengkap sehingga harus melalui beberapa pengamatan mendasar.

Pada 15 September 1857 Auguste Comte meninggal di Paris Prancis. Begitu besar karya comte dan banyak dijadikan rujukan para ilmuan hingga saat ini. Karya-karya besar yang masih relevan pada zaman modern sangat berguna dalam mengembangkan ilmu pengetahuan tertuama dalam lingkup ilmu sosial. Course de philosophie Positive bukan satu-satunya karya Auguste Comte. Ada juga Positive Philosophical System dan masih banyak lagi.

Referensi:

Mill, J. S. (2022). August Comte & positivism. Pustaka Obor Indonesia.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Illustrator: Salman Al Farisi

Bagikan di:

Artikel dari Penulis