Search
Close this search box.

Toxic ke Diri Sendiri dengan Perilaku Self Sabotage

Self Sabotage

Toxic ke Diri Sendiri dengan Perilaku Self Sabotage“Self Sabotage“, apakah istilah itu sudah sering kalian dengar? Apa sih sebenarnya maknanya? Jika selama ini kita lebih sering mendengar istilah self love, self healing dan istilah lainnya yang cenderung memberi dampak postif pada diri kita sendiri. Seperti anonim dari istilah-istilah tersebut, self sabotage justru memberi dampak negatif untuk diri kita.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Melansir dari satupersen.net self sabotage atau sabotase diri adalah perilaku atau pola pikir yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar dapat menghancurkan dan menghalangi kita untuk melakukan apa yang menjadi tujuan dan keinginan kita.

Dengan sabotage diri ini seseorang akan kehilangan kepercayaan diri, menganggap dirinya tidak mampu melakukan sesuatu ketika apa yang dilakukannya berujung pada kegagalan. Sudah dapat disimpulkan bahwa perilaku self sabotage ini membawa energi negatif pada diri kita.

Baca juga: Self Love dan Komentar Negatif Orang-Orang di Sekitar Kamu

Bahaya Self Sabotage

Sebuah pepatah mengatakan “Musuh terbesar adalah dirimu sendiri”. Jika ditelisik lebih dalam, kalimat tersebut memang benar adanya. Karena cara kita berbicara dengan diri sendiri akan memberi impact sangat besar, sebab hal itu otomatis akan berpengaruh dengan cara kita memperkenalkan diri pada dunia.

Terlebih dengan self sabotage akan mengikis kepercayaan diri kita, sehingga kehilangan kepercayaan diri menghalangi kita untuk mencapai potensi secara penuh. Lantas apa itu tidak cukup bahaya? Bayangkan saja jika omongan orang lain mungkin kita masih bisa memilih untuk mendengarkan atau mengabaikan, tapi jika toxic itu muncul dari dalam diri, maka akan sulit untuk kita mengelak dan berusaha mengabaikannya.

Sabotase diri dapat menghambat diri kita baik secara fisik, mental dan emosional dalam mencapai target dan apa-apa yang menjadi goal kita. Adanya self sabotage dalam diri, seringkali kita bersikap serta berperilaku seakan-akan kita menghidar dan mundur dari apa yang menjadi pencapaian dan target-target kita.

Baca juga: Mencintai Diri adalah Wujud Mencintai Manusia, Bukan Mencintai Ego

Cara Keluar dari Perilaku Self Sabotage

Pertama, tanamkan mindset bahwa perilaku self sabotage adalah sesuatu yang negatif. Mengakui secara sadar bahwa hal itu sangat merugikan diri sendiri. Kita dapat memulai langkah untuk menjauhi perilaku ini dengan cara menganalisa terlebih dahulu, faktor apa yang sebenarnya melatarbelakangi diri kita berperilaku self sabotage. Bisa jadi karena faktor masa lalu yang membetuk trauma dalam diri, pola yang ditanamkan semasa kecil atau ketakutan akan sebuah kegagalan.

Pikirkan kembali mimpi dan goal kita, dan berhenti melakukan hal-hal kecil yang tidak sejalan dengan tujuan. Paling penting kita harus lebih baik dalam mengenali diri!

Kedua, bersahabat dengan kegagalan. Memang sebuah kewajaran jika kita takut gagal, tapi bukan berarti ketakutan itu dibiarkan tumbuh dan mengakar. Ketakutan itu mungkin akan membuat diri kita memilih untuk menghindari tantangan yang berpotensi mempertemukan kita dengan sebuah kegagalan. Hal ini justru akan membuat kita kehilangan kesempatan untuk merah goal dan tujuan.

Nah, marilah keluar dari ketakutan, berkenalan dan bersahabat dengan kegagalan. Dengan cara memikirkan kemungkinan terburuk ketika kita mengambil sebuah langkah, memprediksi porsi kegagalan itu dan bagaimana dampak yang terjadi jika kegagalan itu menghampiri. Karena dengan memprediksi akan membuat kita lebih siap menghadapi kegagalan.Itulah sedikit ulasan tentang apa itu self sabotage, semoga dengan membaca tulisan ini membuat kita segera menyadari, how’s life? Apakah selama ini kita menyabotese diri? Apa jangan-jangan selama ini toxic itu benar tumbuh dari hubungan kita dengan orang sekitar, atau justru malah dari diri kita sendiri.

Baca juga: Mengapa Kita Takut pada Kegagalan?

Editor: Firmansah Surya Khoir
Illustrator: Salman AL Farisi

Bagikan di:
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UINSA bisa disapa di akun ig @rfn_ed.

Artikel dari Penulis