6 Jenis Tulisan yang Bisa Dicoba Penulis Pemula — Menulis itu seperti memasak—semakin sering dilatih, semakin terasa enaknya. Tapi bagi penulis pemula, pertanyaan paling awal sering kali adalah: “Harus mulai dari mana, ya?”
Tenang, kamu nggak sendiri. Banyak orang yang ingin belajar menulis tapi bingung memilih jenis tulisan yang cocok sebagai latihan awal. Padahal, ada berbagai jenis tulisan yang bisa kamu coba sesuai dengan minat dan gaya menulismu. Tidak harus langsung menulis novel tebal atau buku motivasi, kok.
6 Rekomendasi Jenis Tulisan
Nah, kalau kamu lagi cari jenis tulisan yang bisa diasah sambil bersenang-senang, berikut 6 rekomendasi yang bisa jadi awal perjalanan menulismu.
1. Cerita Pendek (Cerpen)
Cerita pendek atau cerpen adalah pilihan paling populer bagi penulis pemula. Kenapa? Karena kamu bisa bereksperimen dengan ide kreatif tanpa harus menulis sampai ratusan halaman. Cerpen biasanya hanya berkisar antara 1.000 sampai 5.000 kata, jadi cukup pendek untuk dibaca dalam sekali duduk.
Di sinilah kamu bisa mulai belajar membangun karakter, menciptakan konflik, dan memberikan twist menarik dalam narasi yang singkat tapi padat makna. Cerpen juga bisa jadi cara yang asyik buat mengasah kemampuan bercerita, sekaligus latihan berpikir struktural dalam menulis.
Mau lebih seru? Coba ikutan komunitas penulis online dan ikut tantangan menulis cerpen mingguan. Siapa tahu, cerpenmu bisa jadi inspirasi buat banyak orang.
2. Artikel Opini
Kalau kamu tipe orang yang suka berpendapat soal hal-hal di sekitar—mulai dari isu sosial, budaya, sampai tren terkini—menulis artikel opini bisa jadi pilihan pas. Jenis tulisan ini melatih kamu menyampaikan gagasan secara logis, runtut, dan meyakinkan.
Baca juga: Takut Mulai Menulis Karena Gak PD? Lawan Rasa Takutmu dengan Ini
Tapi ingat, menulis opini bukan berarti asal ceplas-ceplos. Kamu tetap perlu menyusun argumen yang kuat, memakai data (kalau ada), dan menjaga etika dalam menyampaikan pendapat. Kekuatan opini terletak pada cara kamu menyampaikan sudut pandang yang berbeda tapi tetap menghargai pembaca.
Cocok banget buat kamu yang bercita-cita jadi kolumnis, penulis blog, atau konten kreator yang ingin membagikan pemikiran ke khalayak lebih luas.
3. Esai Pribadi
Ingin menulis dari hati? Esai pribadi adalah jenis tulisan yang menggali pengalaman, perasaan, dan pemikiran terdalam kamu. Di sinilah kejujuran jadi nilai utama.
Esai pribadi sering kali berisi refleksi atas pengalaman hidup—baik itu menyenangkan, menyedihkan, atau membingungkan. Banyak penulis terkenal yang memulai kariernya dengan menulis esai pribadi. Karena tulisan yang tulus sering kali menyentuh dan menginspirasi.
Kamu bisa memulainya dari momen sederhana: liburan pertama, pertemanan yang unik, atau pelajaran hidup dari kegagalan. Kuncinya adalah kejujuran dan kemauan untuk membuka diri.
4. Puisi
Kalau kamu suka bermain dengan kata, ritme, dan imajinasi, puisi adalah arena bermain yang luas. Nggak ada aturan baku dalam puisi—yang penting kamu bisa menyampaikan rasa dan pesan lewat pilihan kata yang kuat dan indah.
Jenis tulisan ini cocok untuk kamu yang ingin mengekspresikan emosi atau merenungkan sesuatu secara mendalam. Mau bentuknya soneta, haiku, atau puisi bebas—semua bisa kamu coba.
Latihan terbaik? Baca puisi dari berbagai penyair, lalu buat versi kamu sendiri. Semakin sering menulis, kamu akan semakin peka terhadap bunyi, makna, dan kekuatan kata.
5. Ulasan (Review)
Kamu sering nonton film, baca buku, dengerin musik, atau coba tempat makan baru? Daripada cuma disimpan dalam pikiran, kenapa nggak ditulis jadi ulasan?
Jenis tulisan ini cocok buat kamu yang senang mengamati dan ingin berbagi pendapat. Ulasan melatih kamu berpikir kritis, menyampaikan penilaian, dan menulis secara objektif tapi tetap dengan gaya pribadi.
Kamu bisa memulai dengan menulis review di blog, media sosial, atau situs komunitas. Yang penting, sampaikan pendapat dengan jujur, jelas, dan bermanfaat bagi pembaca yang ingin tahu lebih dulu sebelum mencoba.
6. Quotes atau Refleksi Harian
Terkadang, satu kalimat bisa sangat berkesan. Kalau kamu lebih suka menulis hal-hal singkat tapi penuh makna, quotes atau refleksi harian bisa jadi jenis tulisan yang tepat.
Tulisan ini biasanya berupa kutipan, kalimat motivasi, atau refleksi dari kejadian sehari-hari. Meski pendek, jenis tulisan ini melatih kamu merangkai kata secara efisien dan menyentuh hati.
Baca juga: Pengen Punya Kebiasaan Menulis Rutin? Ini Panduannya
Kamu bisa mulai dengan mencatat hal-hal yang kamu pelajari setiap hari, lalu coba tuangkan dalam satu atau dua kalimat penuh makna. Cocok juga buat konten Instagram, Twitter, atau buku harian digitalmu.
Tips Meningkatkan Skill Menulis untuk Pemula
Sudah tahu jenis tulisan yang mau dicoba? Nah, agar skill menulismu semakin berkembang, berikut beberapa tips sederhana tapi efektif:
- Menulis Setiap Hari
Konsistensi adalah kunci. Luangkan waktu 10–15 menit setiap hari untuk menulis apapun, dari jurnal harian sampai cerita pendek. - Baca Lebih Banyak
Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus. Bacalah berbagai jenis tulisan dari berbagai genre dan gaya. - Cari Feedback
Minta masukan dari teman, mentor, atau komunitas penulis. Kritik yang membangun sangat membantu kamu berkembang. - Jangan Takut Salah
Semua penulis pernah menulis jelek. Justru dari tulisan-tulisan itulah kamu belajar memperbaiki diri. - Ikut Tantangan Menulis
Banyak komunitas yang punya tantangan mingguan atau bulanan. Ini bisa jadi motivasi untuk tetap menulis.
Menjadi penulis bukan soal bakat semata, tapi soal kemauan untuk terus belajar dan mencoba. Dengan menjajal berbagai jenis tulisan seperti cerpen, opini, esai pribadi, puisi, ulasan, hingga refleksi harian, kamu bisa menemukan gaya menulismu sendiri.
Yang penting, jangan takut untuk memulai. Tulisanmu mungkin belum sempurna sekarang, tapi setiap kata yang kamu tulis adalah langkah menuju kemajuan. Yuk, mulai nulis hari ini!














