Biografi Usmar Ismail, Pahlawan Kebangkitan Perfilman Tanah Air

Biografi Usmar Ismail

Biografi Usmar Ismail, Pahlawan Kebangkitan Perfilman Tanah Air

Adakah yang pernah mendengar nama Usmar Ismail dalam deretan nama pahlawan nasional Indonesia? Barangkali belum banyak yang tahu. Saya sendiri mendengar nama ini dari pembukaan para stand up comedian yang tampil di televisi.

Kalau saja bukan karena postingan dari akun Instagaram @siberkreasi yang mengunggah tentang Usmar Ismail dengan gelarnya sebagai Bapak Film Indonesia mungkin saya tidak akan tertarik untuk mencari tahu lebih dalam terkait tokoh ini. Baru saya tahu pula bahwa tanggal 30 Maret 2022 diperingati sebagai Hari Film Nasional.

Mengutip dari pikiran-rakyat.com, dikatakan bahwa alasan mengapa pada tanggal 30 Maret 2022 ini ditetapkan sebagai Hari Film Nasional rupanya tak lepas dari peranan Usmar Ismail. Tanggal 30 Maret adalah hari pertama dari pengambilan gambar untuk film “Darah dan Doa”, salah satu dari banyaknya karya Usmar Ismail.

Baca juga: Biografi Quraish Shihab, Pelopor Gerakan Membumikan Al-Quran di Indonesia

Film tersebut menjadi penanda dari kebangkitan dunia perfilman tanah air, yaitu pada tahun 1950. Hal ini disebabkan karena film tersebut merupakan film pertama yang secara resmi disutradarai oleh orang Indonesia dan diproduksi oleh PERFINI, kepanjangan dari Perusahaan Film Nasional Indonesia.

Gelar kepahlawanan Usmar Ismail ini diberikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 10 November 2021 dalam gelaran Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Dalam rangka menyambut Hari Film Nasional ini, Dia.lo.gue Artspace bekerja sama dengan Kemdikbudristek menggelar pameran dengan tajuk “Boeng Usmar Ismail dalam Sinema Indonesia” untuk mengenang perjalanan hidup dan mengenalkan tokoh inspiratif satu ini.

Dikatakan bahwa Usmar Ismail merupakan tokoh pertama dari bidang kebudayaan yang mendapatkan gelar pahlawan nasional. Hal ini menjadi bukti bahwa Usmar Ismail adalah tokoh yang dapat menginspirasi bagi khalayak muda sehingga sangat patut rasanya bagi kita untuk mengenalnya lebih dalam.

Mengutip dari website Badan Bahasa Kemdikbud, disebutkan bahwa Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada tanggal 20 Maret 1921. Ia merupakan anak dari Datuk Tumenggung Ismail, seorang guru Sekolah Kedokteran di Padang, dan Siti Fatimah. Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dengan seorang kakak sulung yang bergelut di dunia sastra benama Dr. Abu Hanifah dengan nama pena El Hakim.

Usmar Ismail berangkat dari panggung teater, sebelum akhirnya lebih banyak berkiprah di bidang perfilman. Maka dari itu, tak heran jika ia banyak dikenal sebagai pelopor drama modern sekaligus juga Bapak Film Indonesia. 

Sebagai tokoh sinematografi asal Indonesia ia kerap menuangkan ideologi nasionalisme dan patriotismenya dalam sebuah film. Melalui film itulah Usmar Ismail hendak mengedukasi bangsa ini khususnya pendidikan tentang kebangsaan. 

Tujuannya ini pun membawanya mendirikan sebuah perusahaan film di mana karya film yang dibuat akan menggambarkan Indonesia secara utuh, bahwa film bukan saja ditujukan untuk kepentingan uang semata, tapi film merupakan sebuah karya seni yang bebas dan harus bisa mencerminkan keperibadian nasional sekaligus memberikan pendidikan bagi bangsa ini.

Jika kita menelusuri kisah Usmar Ismail di internet barangkali kisahnya memang tak mulus dan indah untuk dibayangkan. Ada banyak masalah dan rintangan yang harus dihadapinya demi mewujudkan idealisme dan cita-citanya bahkan hingga di akhir hayatnya ketika ia harus tutup usia karena penyakit stroke yang dideritanya.

Baca juga: Biografi Soekarno, Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia

Maka benar apa yang pernah dituturkan Rosihan Anwar dalam pidato peringatan 30 tahun wafat Usmar Ismail pada tahun 2001, “Usmar adalah manusia yang sedari muda hidup bercita-cita, seorang idealis”.

Sampai akhir hayatnya ia selalu memperjuangkan agar orang-orang Indonesia dapat dengan bebas mengekspresikan dirinya melalui film yang mencerminkan identitas dan citra diri bangsa Indonesia tanpa harus terkekang sebagaimana yang dialaminya dulu.

Dalam salah satu video channel Youtube Kok Bisa, Reza Rahardian menuturkan pendapatnya tentang Usmar Ismail, “Apapun film indonesia favorit kalian Usmar ismail adalah nama besar yang akan selalu diingat dan dihormati siapapun yang ada di Industri layar lebar. Ia adalah pahlawan layar lebar Indonesia yang sedari awal telah gigih berjuang, juga sosok yang hingga akhir napasnya agar film-film Indonesia tidak kalah tak kalah dengan siapapun di dunia.”

Kisah Usmar ini barangkali sangat cocok dengan generasi muda saat ini. Tipe manusia yang gigih, enggan terkekang ataupun dikekang oleh orang lain, bahkan oleh keadaan itu sendiri. Manusia yang mendobrak keadaan, memulai sesuatu yang baru yang bahkan belum pernah orang mulai, tak gentar dengan kritikan dan kata orang. Seorang manusia yang hidup dengan penuh idealisme dan cita-citanya.

Sekian biografi Usmar Ismail, sang pahlawan kebangkitan perfilman tanah air.

Editor: Firmansah Surya Khoir
Illustrator: Natasha Evelyne Samuel

Dn Wahyuningsih nama pena dari Dwi Wahyuningsih, seorang Mahasiswa di IAIN Kudus yang lahir di bulan September 2002 dan ia juga suka terhadap kucing, buku, dan rumahnya. Jika ingin mengenalnya silakan kunjungi akun instagramnya di @dn.wahyuningsih

Artikel dari Penulis