Whatsapp Anxiety, Kubu Centang Abu-abu?

Whatsapp Anxiety

Whatsapp Anxiety, Kubu Centang Abu-abu? – Di era teknologi yang canggih ini, tidak memungkiri bahwa aplikasi Whatsapp sangat penting untuk sarana komunikasi. Dibanding dulu, flashback beberapa tahun yang lalu masih menggunakan sms untuk berkirim pesan atau telepon yang bisa menghabiskan jatah pulsa. 

Berbeda dengan aplikasi Whatsapp, yang lebih hemat dan mudah yang bisa digunakan untuk komunikasi seperti berkirim pesan, telepon atau video call. Selain itu, Whatsapp juga bisa digunakan untuk berkirim foto, dokumen, video dan lain-lain. Beberapa fitur Whatsapp pun banyak tersedia yang memudahkan pengguna untuk bisa menggunakannya sesuai kebutuhan. 

Namun selain adanya manfaat dari aplikasi Whatsapp yang tersedia, masih juga bisa membuat seorang pengguna Whatsapp merasa anxiety. Lah kok bisa seperti itu. Begini penjelasannya, melansir dari akun Instagram Satu Persen, whatsapp anxiety adalah kondisi di mana seseorang merasa cemas berlebih saat mendengar atau melihat notifikasi dari Whatsapp. 

Pada umumnya, seseorang yang mengalami hal ini akan cenderung merasa cemas saat ada notif dari WA yang masuk. Akibatnya, ada hal-hal yang dilakukan pengguna Whatsapp untuk menghadapi hal ini. Salah satunya dengan mematikan fitur centang birunya. Penasaran enggak sih, kenapa ada orang yang mematikan fitur centang birunya di Whatsapp?

Pernah dengar enggak sebuah kalimat “mematikan centang biru adalah jalan ninjaku”. Kalau seorang pengguna Whatsapp sampai melakukan hal itu, kira-kira apa penyebabnya? Apakah pengguna melakukan hal itu karena dirasa lebih nyaman atau karena ada sesuatu yang dicemaskan? Apakah kamu termasuk salah satunya? Yakin mematikan fitur centang biru demi kenyamanan? Apa jangan-jangan ada sesuatu hal yang dicemaskan dari notif WA?

Baca juga: Jika Tidak Terlalu Penting Jangan Telepon di Tengah Malam

Saat seseorang mematikan fitur centang biru di Whatsapp karena rasa cemas akan suatu hal, bisa jadi ia sedang terkena whatsapp anxiety. Kondisi di mana kamu merasa cemas saat melihat dan mendengar notif WA yang masuk. Berbeda dengan pengguna yang mengaktifkan centang birunya. Mereka terlihat lebih bisa terbuka dengan komunikasi yang ada. Padahal saat pesan Whatsapp itu udah dibaca, kamu mau balas secara langsung atau enggak, balasnya kapan, itu adalah hak setiap pengguna.

Untuk itu, penulis mengumpulkan beberapa alasan bagi pengguna kubu centang abu-abu, dan kubu pengguna centang biru. Alasan kubu centang biru pertama, para pengguna yang centang birunya aktif lebih dirasa menghargai lawan chatnya. Kedua, bisa memastikan chatnya sudah dibaca dan yang ke tiga, bisa menghindari adanya kesalahpahaman dari lawan chat. Sedangkan untuk kubu centang abu-abu atau mematikan fitur centang birunya. alasannya, pertama mungkin ada sesuatu hal yang dicemaskan, atau dikhawatirkan dari notif Whatsapp. Kedua, pengguna tidak ingin diketahui aktivitas onlinenya. Ketiga, untuk menghindari suatu hal. Keempat, kubu centang abu-abu bisa berpotensi menimbulkan prasangka. 

Memilih sebagai pengguna centang biru atau abu-abu di Whatsapp memang hak setiap individu. Namun yang terpenting, tujuan Whatsapp diciptakan adalah untuk memudahkan hubungan komunikasi dan juga bisa membangun relasi saat berinteraksi. Jadi, alangkah baiknya sebagai pengguna bisa menggunakan Whatsapp secara bijak sesuai kepentingan dan kebutuhan. Kalau menurut kalian, lebih pilih kubu centang biru atau centang abu-abu?

Editor: Firmansah Surya Khoir
Illustrator: Salman Al Farisi

Bagikan di:
Seorang gadis pluviophile yang berdomisili di Lamongan, Jawa Timur. Penulis tergabung dalam anggota komunitas Literasi Competer Indonesia, Kepul, dan Tirastime. Beberapa karyanya termuat dalam buku antologi dan media. Selain aktif menulis, penulis juga menekuni bidang fotografi di komunitas PAC (Photography Art Community). Di tahun 2015, penulis pernah menjadi 40 penulis terbaik tingkat nasional kategori puisi di penerbit sabana pustaka. Di tahun 2022, karya fotografinya menjadi The Winner of voting members di komunitas Macro and Flower Photography. Penulis juga tergabung dalam komunitas she build Peace untuk belajar tentang isu-isu perempuan dan perdamaian. Penulis bisa disapa melalui akun ig @indranys345.

Artikel dari Penulis