Merasa Iri dengan Keberhasilan Teman? Hati-Hati Pertanda Crab Mentality

Merasa Iri dengan Keberhasilan Teman? Hati-Hati Pertanda Crab Mentality

Pernahkah kalian mendengar istilah Crab, Mentality atau dalam bahasa Indonesia disebut mental kepiting?  Bagaimanakah tanda-tandanya? Melansir dari Psychology Today, dalam artikel When Others Hold You Back yang ditulis oleh Breuning, L. G. (2019, Maret, 06), Crab Mentality atau mental kepiting adalah istilah penggambaran mental pada diri manusia yang memiliki perilaku iri dan egois atas  keberhasilan yang diraih orang lain. Secara garis besar, orang tersebut iri karena melihat orang lain lebih berhasil daripada dirinya sehingga orang yang bermental kepiting ‘menaik-turunkan’ orang  yang memiliki kinerja lebih baik dari dirinya. 

Nah, ada cerita mengejutkan dibalik pelabelan Crab Mentality. Beberapa ekor kepiting diletakkan di dalam ember yang sama. Faktanya, ketika salah satu di antaranya berusaha naik untuk keluar dari ember tersebut, kepiting lain akan menariknya untuk kembali turun. Hal ini tentu  menjadi penghambat bagi kepiting lain yang mau keluar dari ember tersebut. 

Bisa dibilang, sifat mental kepiting bertujuan untuk menghambat langkah atau pencapaian orang lain. Ketika ada 1 orang yang sukses, orang lainnya tidak terima atau bahkan bekerja sama dengan orang-orang yang belum sukses lainnya untuk menggagalkan satu orang ini. Di satu sisi mungkin bisa terlihat baik karena terdengar seperti “Kita harus sukses bersama!”, padahal sebenarnya sikap ini muncul karena rasa iri. Nah, akibatnya satu orang yang sukses tadi akan merasa bingung atau tidak enakan. Kesannya seperti dia yang egois, padahal justru temannya yang memiliki Crab Mentality yang egois.

Baca juga: Mengenal Duck Syndrom, Si Pura-Pura Bahagia

Berikut ini adalah contoh beberapa kalimat yang menggambarkan Crab Mentality:

“Wah, dia pasti curang”,
“Gitu doang mah biasa”,
“Wah, pasti orang dalam tuh yang bantuin”

Contoh tindakan  Crab Mentality di sekitar kita  misalnya ketika seorang teman mengajakmu membolos karena ia tidak mau membolos sendirian.  Kemudian ada seorang teman yang mengajakmu menunda tugas sekolah atau kuliah akibatnya kamu mengerjakan tugas tersebut secara mendadak tanpa persiapan dan kurang maksimal. Situasi ini tidak jarang terjadi karena mereka yang bermental kepiting  tidak tulus menghargai pencapaian orang lain.

Sejauh ini, apakah kamu sudah cukup merasa familiar dengan sikap Crab Mentality? Apakah kamu merasa pernah menjadi korban atas sifat Crab Mentality yang dimiliki orang-orang di sekitar kamu? Atau justru kamu yang mengidap sindrom ini? Untuk mengenal lebih dalam Crab Mentality, inilah tanda-tandanya.

1. Suka menyalahkan dan mengungkit kesalahan orang lain

Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan kecil atau besar. Kesalahan ini akan menjadi bentuk pembelajaran dalam hidupnya agar tidak melakukan kesalahan lagi. Akan tetapi, orang yang memiliki mental kepiting  selalu menyalahkan orang lain yang berbuat salah.  Mereka bahkan terus mengungkit kesalahan itu sebagai bentuk pembenaran dirinya karena merasa paling benar. Sehingga, hal tersebut bukannya membuat orang lain menjadi lebih baik,  tetapi justru membuatnya lebih terpuruk.

2. Merasa paling hebat

Memiliki kepercayaan diri memang sangat diperlukan agar mampu meningkatkan kualitas diri sendiri. Namun, terlalu percaya diri adalah hal yang tidak baik karena dapat menimbulkan arogansi, sehingga orang bermental kepiting cenderung meremehkan orang lain dan menganggap dirinya lebih hebat dibanding orang lain.

Baca juga: Tips untuk Kamu yang Suka Berbicara Sok Ilmiah

3. Sulit diajak bekerja sama

Seseorang yang memiliki crab mentality sangat susah bekerja sama dalam kelompok atau dengan partner. Ia merasa bisa mengerjakan tugas sendiri karena tidak percaya pada partner-nya. Jiwa kompetitif dalam dirinya sudah mendarah daging, sehingga ia menganggap partner tersebut sebagai kompetitor.

4. Gengsi atau sulit mengakui kesalahan yang diperbuat

Seseorang yang bermental kepiting sangat sulit mengakui kesalahan yang diperbuat. Hal ini karena mereka memiliki ego yang tinggi dan  pada akhirnya mereka cenderung menimpakan kesalahan pada orang lain.

5. Tidak senang ketika melihat  seorang rekan atau teman  berbahagia dan berkembang menjadi lebih baik

Seseorang yang bermental kepiting akan merasa iri ketika orang di sekitarnya bangkit dan lebih dulu berkembang melampaui mereka. Hal ini menimbulkan rasa takut dan tidak aman sehingga mereka mencoba menjatuhkan rekannya, baik dengan kata-kata  atau tindakan yang bertujuan untuk merusak pencapaian atau kebahagiaan orang lain.Dari uraian diatas, bisa disimpulkan bahwa Crab Mentality sangat merugikan orang lain. Mereka mencoba menjatuhkan dan merusak kebahagiaan orang lain sehingga menjadi penghambat bagi orang-orang yang mencoba bangkit, berkembang, dan sukses. Orang dengan sindrom Crab Mentality  akan selalu berusaha mempengaruhi, entah dengan kata-kata atau dengan tindakan agar orang-orang yang melampaui mereka bisa berada pada level yang sama dengannya.

Editor: Widya Kartikasari
Illustrator: Umi Kulzum Pratiwi Nora Putri

Gadis kelahiran Lamongan, Jawa Timur memiliki hobi menulis baik karya fiksi maupun non fiksi. Saat ini masih aktif bergabung dalam komunitas menulis COMPETER (Community Of Pena Terbang). Selain memiliki hobi menulis, penulis juga menekuni bidang fotografi. Jejaknya dapat dilacak melalui Insstagram @hannashe0908.

Artikel dari Penulis