Melihat Piala Dunia 2022 Qatar dari Sudut Pandang Fans Italia

Piala Dunia 2022 Qatar dari Sudut Pandang Fans Italia

Melihat Piala Dunia 2022 Qatar dari Sudut Pandang Fans Italia – Mengenai Piala Dunia 2022 di Qatar kemarin, banyak yang beranggapan bahwa ini adalah Piala Dunia terbaik sepanjang masa. Tentang para negara-negara top eropa dan amerika latin yang banyak memiliki talenta luar biasa, negara underdog yang diluar dugaan seperti Jepang, Korea Selatan, dan Maroko. Dan ditutup dengan manis lewat persembahan tropi untuk sang legenda hidup Lionel Messi setelah akhirnya mampu membawa negaranya menjuarai piala dunia. 

Banyak yang bilang akhirnya hanya ada satu GOAT, yaitu Lionel Messi! Sang alien adalah goat sebenarnya, sudah tidak ada perdebatan lagi. Ronaldo yang sudah tersingkir terlebih dahulu di babak perempat final cukup membuat para fansnya bersedih, apalagi dengan ditambahnya Lionel Messi sang rival yang sukses menjadi juara.

Baca juga: Sisi Lain Piala Dunia Qatar 2022: Momentum Memperkenalkan Indahnya Islam ke Masyarakat Dunia

Tulisan ini bukan tentang dua goat tersebut, mereka berdua tetaplah legenda hidup dan tetap menjadi pesepakbola terhebat sepanjang masa. Silakan berpendapat dengan keyakinan masing-masing mengenai siapa yang terhebat, toh hanya gengsi yang dipermasalahkan kedua fans.

Saya cukup puas dengan pertandingan piala dunia yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Banyak kejutan, banyak pencapaian luar biasa, dan sangat seru. Tetapi menurut saya ini bukan piala dunia terbaik. Kenapa? Karena tim kesebelasan favorit saya tidak bermain di Qatar. 

Pada tahun 2010, adalah pertama kalinya saya tahu tentang piala dunia. Paman saya bertanya siapa yang saya jagokan, dengan polosnya menjawab tim yang saya jagokan adalah Italia. Saya tidak tahu apa alasan pasti, bahkan tidak tahu bahwa Italia saat itu adalah juara bertahan dari Piala Dunia 2006.

Tetapi sayang sekali Italia bahkan tidak mampu melaju sampai babak 16 besar. Italia yang satu grup dengan Paraguay, Slovakia, dan Selandia Baru tidak mampu bermain dengan bagus. Ada rasa kecewa, tetapi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan memiliki kesan yang mendalam bagi saya. Piala dunia 2010 tetap menjadi yang terbaik. 

Piala dunia 2010 meski bukan Italia juaranya, atmosfer saat itu sungguh terasa. Nonton bareng satu desa, belum ada ponsel, tidak ada media sosial sama sekali, tidak ada judi online dan benar-benar kekeluargaan serta rasa senang. Italia tetap membekas, dari detik tersebut sampai sekarang, saya telah melihat lika-liku perjuangan Italia.

Dari era Del Piero, Totti, Pirlo, Gattuso, Bonucci, Chiellini, Buffon, Balotelli, hingga Donarumma dan Jorginho. Dari Piala Dunia 2010, Piala Eropa 2012, Piala Dunia 2014, Piala Eropa 2016, sampai kebanggan melihat tim Gli Azzuri menjadi juara Eropa pada Piala Eropa 2020. 

Baca juga: Memahami Piala AFF, Bukan Hanya Soal Sepak Bola namun Juga Gengsi antar Negara ASEAN

Rasa sakit saat dikalahkan Spanyol 4-0 di final 2012, tidak lolos fase grup di piala dunia 2014, tidak lolos ke piala dunia 2018, dan akhirnya merasa bahagia dengan melihat Jorginho serta yang lain dapat menjuarai piala eropa 2020 setelah mengalahkan Inggris dengan drama adu penalti.

Tetapi Italia kembali membuat saya kecewa. Tim ini bahkan tidak masuk piala dunia lagi ditahun 2022 ini, seperti tahun 2018 yang lalu. Ada apa dengan tim ini? Piala Dunia Qatar terasa hampa jika tidak ada tim yang benar-benar menjadi favorit tidak bermain di dalamnya.

Italia tetap menjadi tim favorit. Tulisan ini hanya sebuah keresahan yang berasal dari perasaan terdalam, di mana saat yang lain berkata bahwa Piala Dunia Qatar adalah yang terbaik, maaf saja. Di mana ketika Italia tidak bermain di situ, Piala Dunia tetaplah sebuah turnamen biasa yang memiliki kasta tertinggi. 

Jika kamu yang membaca tulisan ini juga merupakan fans Italia, mari kita tunggu kebangkitan tim ini. Rasanya hampa jika tidak ada Italia di piala dunia. Atau hanya perasaan pribadi saja, tentu, siapa yang tidak kecewa tim favoritnya tidak masuk dalam daftar 32 negara terbaik yang bermain di piala dunia. Dan untuk sepakbola Indonesia, semoga saja akan ada kesempatan untuk bermain di Piala Dunia 2026 nanti.Gli Azzuri, yang berarti si biru, juga merupakan warna yang saya favoritkan. Akan saya tunggu Italia di tahun 2026, piala dunia di 3 negara, Amerika serikat, Canada, dan Mexico. Semoga ada piala dunia yang membuat saya benar-benar puas dan merasakan atmosfer seperti 12 tahun yang lalu. Dan Italia akan menjadi juara!

Editor: Firmansah Surya Khoir
Visual Designer: Al Afghani

Bagikan di:
Seorang gamer yang pensi karena sadar akan pentingnya membaca dan menulis. Mencari arti kata kebahagiaan, merangkak menjadi seorang podcast enjoyer juga.

Artikel dari Penulis