Empat Alasan yang Menjadikanmu Tak Harus Lari ketika Bertemu dengan Seorang Wibu

Empat Alasan yang Menjadikanmu Tak Harus Lari ketika Bertemu dengan Seorang Wibu – Istilah wibu sendiri dilabelkan pada seseorang yang memiliki obsesi berlebih seputar jepang. Dalam tingkatan yang lebih ekstrem, beberapa wibu berangan-angan bahwa diri mereka sedang berada di Jepang. Menggunakan bahasa yang Jepang banget seperti Itadakimasu (selamat makan), ohayou (selamat pagi), hingga mengganti Assalamualaikum menjadi Tadaima (aku pulang). Barangkali, hidup dan mati di negeri sakura adalah mimpi tertinggi mereka.

Kendati demikian wibu tetaplah manusia biasa. Adalah sebuah keniscayaan tatkala manusia memiliki kekurangan. Namun sejujurnya, agaknya saya kurang setuju ketika menjadi wibu dianggap sebagai sebuah kekurangan. Meski dengan segala perbedaan, kalian tak perlu overthinking dan menjadi takut dengan sendirinya terhadap kehadiran seorang wibu. Lebih lengkapnya, akan saya paparkan di bawah ini bersama dengan alasan bahwa kalian tidak harus lari ketika bertemu seorang wibu.

1. Wibu adalah pribadi yang cerdas

Kalian tak perlu terkaget-kaget ketika menyadari betapa cerdasnya teman kalian yang ternyata seorang wibu. Wibu adalah orang-orang yang menggemari suatu hal karena hobi dan tanpa paksaan siapapun. Pilihan mereka tentunya jatuh pada anime dan manga (komik jepang). Di dalam anime atau manga, seringkali terdapat kandungan pengetahuan yang teramat mendalam. Pengetahuan yang bahkan tidak pernah diajarkan di bangku sekolah. Katakanlah, Sengoku no Basara, adalah anime yang syarat akan pengetahuan sejarah.

Penggemar Detective Conan tentu akan mengasah kemampuan mereka dalam melakukan analisa masalah yang terjadi serta melihat suatu kasus secara detail dan cermat, yang bahkan polisi pun sulit untuk memecahkannya.

Penggemar Naruto, One Piece, atau One Punch Man sekalipun tak mau kalah. Beberapa anime ini terfokus pada scene atau alur cerita yang akan menumbuhkan rasa keadilan, peka akan persahabatan, dan kekuatan tekad untuk memperjuangkan perdamaian dunia.

Semisal satu wibu terdesak maka dengan kekuatan pertemanan yang membara, niscaya seluruh rintangan dan peliknya masalah akan teratasi dengan lancar jaya.

Selain itu, tak sedikit dari wibu yang gemar belajar dan langganan juara 1 di kelas. Kacamata tebal, gaya rambut yang culun, serta menghindari interaksi yang dinilai tak penting adalah beberapa ciri wibu pintar. Saya ambil contoh Hafidh Rifai, seorang wibu yang nilai UNBK-nya 100 di semua mata pelajaran!

2. Wibu tak pernah bau bawang

Entah siapa yang memulai penyematan ngawur dan tak rasional ini kepada para wibu. Meski demikian, bawang sendiri bukanlah konotasi yang negatif. Tak hanya gurih, pada faktanya bawang adalah sayuran kecil dengan beragam manfaat. Perihal baunya, saya kira terlalu relatif untuk dinilai. Sebab saya adalah pribadi yang memang tidak pernah merasa terganggu dengan aroma sejenis bawang.

Usut punya usut, penyematan bau bawang ini dilontarkan kepada seorang wibu ketika event jejepangan sedang berlangsung. Karena proses antrian yang panjang dan ramai membuat mereka berdesak-desakan hingga membuat aroma keringatnya tercium. Lagipula, sungguh manusiawi ketika manusia berkeringat dan ini dilebih-lebihkan oleh mereka yang ingin menurunkan citra wibu.

Kalian tidak perlu khawatir, ketika seorang wibu menyadari aroma tak sedap pada tubuhnya. Maka ia akan segera menyemprotkan wewangian tanpa disuruh. Sekali lagi, bau bawang hanyalah satu dari banyaknya stigma buruk yang coba dilabelkan pada seorang wibu.

3. Wibu tak mungkin menjadi Titan

Titan yang saya maksud ini tentunya yang berasal dari serial Singeki no Kyoujin (Attack of Titan) yang mulai ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Utamanya, ketika anjuran vaksinasi pemerintah ini dikeluarkan.

Titan adalah manusia biasa yang diubah menjadi raksasa dengan menggunakan serum titan yang disuntikkan ke dalam tubuh mereka.

Meski seorang wibu memiliki kekuatan anime yang menyertainya ditambah dengan hasrat dan tekad yang memuncak sekalipun, tak mungkin seorang wibu berubah menjadi Titan Armored. Kalaupun teknologi ini ditemukan di masa depan, dengan kecerdasan yang dimiliki maka pastilah seorang wibu yang menemukannya.

Kendati demikian, jangan menghina seorang wibu. Karena apabila seorang wibu merasa terhina, kemudian meletakkan tangan pada satu matanya sembari tertawa dengan jahatnya. Maka bisa jadi ini adalah pertanda akhir perjalanan kalian sebagai seorang manusia. Tunggu dan lihat kengerian yang akan menanti.

4. Wibu adalah ras terkuat di dunia.

Sejatinya manusia dilahirkan dengan latar belakang yang berbeda-beda, kita sebagai manusia tak memiliki hak untuk dapat memilihnya. Meski demikian, menjadi wibu adalah pilihan umat manusia ketika ia sudah dilahirkan.

Kini, jutaan wibu tersebar di seluruh penjuru bumi tanpa memperhatikan warna kulit dan negara. Di hari ini, sosok wibu dengan mudah dapat ditemui di media sosial. Bercirikan foto profil anime dan nama khas jepang. Ketika kalian melakukan bully-an terhadap salah satu wibu, maka dengan solidaritas yang kuat, para wibu lain akan ikut membully balik kalian. Paling parah yang terjadi akan berujung pada hangusnya akun sosmed kalian.

Kiranya, izinkan saya memberi peringatan kepada kalian agar tak berurusan dan mencari gara-gara terhadap wibu di dunia maya, utamanya yang memakai foto Mikey dari anime Tokyo Revenger. Selain jago gelud, pp Mikey juga dapat mensummon beberapa akun wibu lainnya untuk menghajar kalian. Kalau sudah demikian, jangankan satu kelas. Satu negara pun akan diluluhlantakkan dalam imajiner liar mereka. Berbanding terbalik, kekuatan yang dimiliki ras wibu tentunya dapat digunakan menjadi kekuatan yang melindungi sesama dan menjaga kestabilan negara.

Seorang wibu yang paripurna. Sedikit gerak, banyak ngayalnya.

Artikel dari Penulis