Tujuh Sifat Pemimpin yang Tidak Ideal

Tujuh Sifat Pemimpin yang Tidak Ideal – PEMIMPIN adalah orang yang mampu memengaruhi dan mengarahkan orang lain dan pengikutnya untuk mencapai tujuan bersama. Seseorang akan menjadi pemimpin yang baik apabila tujuan bersama tersebut mampu tercapai, sedangkan pemimpin yang buruk, ya sebaliknya.

Tidaklah mudah menjadi seorang pemimpin seperti itu, menurut saya. Banyak hal yang harus kita penuhi agar kita bisa menjadi pemimpin yang baik dan ideal. Kalau saja ketika kita menjadi seorang pemimpin dan kita salah dalam bertindak, maka bisa saja anggota anggota kita menganggap kita adalah pemimpin yang buruk, berdasar dari keresahan tersebut saya ingin sedikit memaparkan pemikiran yang didapat dari berbagai sumber tentang pemimpin yang tidak ideal agar kita bisa menghindari hal-hal buruk tersebut dan mampu menjadi sosok pemimpin yang ideal, Maka hindarilah gaya-gaya memimpin seperti berikut.

Tidaklah mudah menjadi seorang pemimpin seperti itu, menurut saya. Banyak hal yang harus kita penuhi agar kita bisa menjadi pemimpin yang baik dan ideal. ketika kita salah bertindak sebagai seorang pemimpin, bisa saja para anggota menganggap kita adalah pemimpin yang buruk. Berdasar dari keresahan tersebut, saya ingin sedikit memaparkan pemikiran yang didapat dari berbagai sumber tentang pemimpin yang tidak ideal agar kita bisa menghindari hal-hal buruk tersebut dan mampu menjadi sosok pemimpin yang ideal, maka hindarilah gaya-gaya memimpin seperti berikut.

Baca juga: Lu yang Berkuasa, Machiavelli yang Lu Jadiin Kambing

1. Hanya Memerintah

Menjadi pemimpin bukan berarti bisa seenaknya saja memerintah anggota atau bawahan. Sebaliknya, hal yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin yang benar yaitu harus bisa menciptakan komunikasi dua arah yang baik dengan pengikutnya demi mencapai tujuan dan kesepakatan bersama.

2. Jarang Berdiskusi

Pemimpin yang buruk biasanya jarang sekali berdiskusi kepada para anggota atau bawahannya, tetapi menuntut semua anggotanya untuk bersikap solid kepada tim atau organisasi. Padahal, solid atau tidaknya sebuah organisasi atau tim dinilai dari komunikasi yang baik antara pemimpin dengan pengikutnya. Dengan berdiskusi, pemimpin bisa tahu apabila ada permasalahan atau keluh kesah pada anggotanya.

3. Tidak Memberikan Kepercayaan & Apresiasi

Seorang pemimpin yang baik pasti bisa memberikan kepercayaan kepada anggota atau pengikutnya dengan mendelegasikan atau memberikan tanggung jawab yang nantinya bisa menjadi pembelajaran. Hal ini hampir sama dengan apresiasi, salah satu hal penting yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin agar si anggota atau pengikut lebih memiliki motivasi untuk belajar dan menjadi lebih baik.

4. Tidak Terbuka

Keterbukan sudah menjadi salah satu asas dalam berorganisasi maupun tim. Oleh karena itu, salah satu sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah terbuka, baik dalam hal https://kapito.id/wp-content/uploads/2021/10/A.17_compressed-2-1.jpgistrasi ataupun tanggung jawab karena dengan keterbukaan inilah anggota atau pengikut bisa lebih mempercayai pemimpin tersebut.

5. Tidak Bertanggung Jawab

Pemimpin yang baik akan bertanggung jawab dengan pekerjaanya, permasalahannya, serta seluruh tugas pokok dan fungsinya. Jika seorang pemimpin melimpahkan semua tugas kepada anggota atau pengikutnya, itu adalah tanda bahwa kalian bukan sosok pemimpin yang bertanggung jawab dan hanya melemparkan tugas.

6. Tidak Memiliki Visi & Misi dalam Masa Jabatannya

Salah satu tugas pemimpin adalah menyelaraskan tim atau organisasi dengan visi & misi yang jelas dan dapat dicapai atau dilaksanakan. Jika pemimpin tidak memiliki visi & misi yang jelas, jalan sebuah organisasi atau tim tersebut akan seperti kapal tanpa nahkoda atau kereta tanpa masinis. Maka dari itu, menjadi pemimpin harus memiliki pandangan atau tujuan yang jelas agar organisasi atau tim mampu berjalan dengan baik.

7. Tidak Bisa Memimpin Diri Sendiri

Seorang Pemimpin yang memiliki karakter atau integritas tidak akan bertahan dalam ujian waktu. Tidak peduli seberapa cerdas, ramah, dan persuasif seseorang, jika mereka rentan rasionalisasi perilaku yang tidak etis berdasarkan kebutuhan saat ini atau masa depan, mereka akhirnya akan menjadi mangsa kehancuran mereka sendiri. Optik atas etika bukanlah formula untuk sukses.

Tak ada orang yang akan menjadi seorang pemimpin besar jika ingin melakukan semuanya sendiri.

-Andrew Carnegie

Editor: Widya Kartikasari
Designer: Design by Ghani

Salah satu mahasiswa yang sangat mencintai kasurnya juga tak lupa mencintainya.

Artikel dari Penulis